Strategi Prabowonomics Dibicarakan Serius di GREAT Institute

Jumat, 25 April 2025 | 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA— Situasi perang dagang dunia saat ini akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan tarif bagi barang yang masuk ke negaranya secara sepihak  mengakibatkan perekonomian dunia mengalami ketidakpastian.

Kebijakan tarif tersebut juga menghantui pengambil kebijakan di Indonesia. Hal ini terjadi karena baik Trump maupun Presiden China Xi Jinping saling mengancam Indonesia, dan negara lainnya, jika hubungan dagang dan negosiasi kita dianggap merugikan Amerika ataupun China.

Amerika sendiri memang mensyaratkan perundingan tarif akan dilakukan jika Indonesia mengurangi hubungan dagang dengan China.

Dalam merespon situasi ini, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, menilai sikap Prabowo yang independen sudah tepat.

“Prabowo sudah tepat, karena ingin membahas hubungan dagang ini secara terpisah dan independen antara negara berdaulat, baik terhadap Amerika maupun China,” kata Syahganda.

Baca Juga:  Basarnas Bengkulu Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas Kabupaten Mukomuko

Hal itu disampaikan Syahganda dalam diskusi bertema “Prabowonomics di Era Tariff War” yang diselenggarakan GREAT Institute di Jakarta, Kamis sore, 24 April 2025.

Diskusi menghadirkan berbagai ekonom, pelaku usaha dan pemerintah seperti Dr. Ferry Joko Juliantono, Dr. Tito Sulistio, Prof. Dr. Perdana Wahyu Santosa, Prof. Dian Masyita, Phd, Dr. Poempida Hidayatullah, Dr. Edie Rizliyanto, Dr. Walneg Jas, Dr. Siswanda Sumarto, Dr. Anto Sudarto, Ahmad Noer Hidayat, M.P.P, Anthony Budiawan, Poppy Dharsono serta I Made Dana Tangkas.

Dalam kesempatan diskusi itu Poppy Dharsono, seorang model dan pengusaha fesyen ternama, mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang tepat bagi Prabowo memperkuat industri dalam negeri dan membatasi impor.

“Mumpung terjadi gejala proteksionisme di  mana-mana, sebaiknya presiden mempercepat pembangunan industri kita. Batasin impor sebesar-besarnya,” kata Poppy.

Baca Juga:  Siagakan Patroli dan Water Tank, PT BTB Dukung Pemerintah Cegah Karhutla di Tol Bakter

Sementara itu, Tito Sulistio, mantan direktur Bursa Efek Jakarta, mengingatkan agar Prabowo tetap berhati-hati dengan Amerika. Sebab, industri keuangan kita sangat terkait dengan Amerika.

“Ya, kita harus waspada pada hubungan politik ke depan dengan Amerika. Kondisi keuangan kita sangat rentan saat ini. Jika Amerika tersinggung, mereka dapat membuat kondisi perekonomian kita memburuk,” terangnya.

Diskusi ini ditutup dengan ajakan Wakil Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, untuk tetap semangat merealisasikan mimpi Prabowo membangun ekonomi kerakyatan.

“Marilah kita tetap semangat membantu Presiden Prabowo mewujudkan berbagai program kerakyatan seperti koperasi desa merah putih, swasembada pangan, swasembada energi dan makan bergizi gratis,” demikian Ferry yang juga Ketua Umum IKA Unpad. []


Penulis : Romy Agus


Editor : Rudy


Sumber Berita : GREAT Institute

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Bupati Ayu Lantik Ratusan Pejabat Way Kanan 
Menteri Imipas Sidak Lapas Cibinong
93 Korban KM Virgo Transport 8 Diduga Didalam Bangkai Kapal Tenggelam
Pendidikan Dasar Gratis Tak Cukup Hapus Biaya, Ledia Hanifah Soroti Sekolah Rusak dan Ketimpangan 3T
Basarnas Bengkulu Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas Kabupaten Mukomuko
DJP Bengkulu-Lampung Gelar Forum Konsultasi Publik Perpajakan, Serap Masukan Masyarakat
Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi
Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 14:21 WIB

Bupati Ayu Lantik Ratusan Pejabat Way Kanan 

Jumat, 25 September 2026 - 13:20 WIB

Menteri Imipas Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 - 10:16 WIB

93 Korban KM Virgo Transport 8 Diduga Didalam Bangkai Kapal Tenggelam

Kamis, 24 September 2026 - 14:13 WIB

Pendidikan Dasar Gratis Tak Cukup Hapus Biaya, Ledia Hanifah Soroti Sekolah Rusak dan Ketimpangan 3T

Kamis, 24 September 2026 - 13:41 WIB

Basarnas Bengkulu Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas Kabupaten Mukomuko

Berita Terbaru

Berita Utama

Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:33 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:21 WIB


Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan Melania Trump, istri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengunjungi Museum Nasional Seni Asia (National Museum of Asian Art) di Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Peng Liyuan-Melania Trump Kunjungi Museum Nasional

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:50 WIB

Di Tuyal Kerjasama Ikan Tangka Indonesia-Tiongkok ditandatangani [kkp]

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:01 WIB