Stadium General Pascasarjana Bahas Peran Agama dalam Menjaga Keseimbangan Ekologis

Minggu, 2 November 2025 | 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG– Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar Stadium General bertema Peran Agama dalam Membangun Keseimbangan Ekologis: Perspektif Ekoteologi di Ballroom kampus, Jumat (31/10/2025).

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., dalam sambutannya menyebut tema tersebut sangat relevan dengan isu aktual dan merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama.

“Isu ekoteologi menjadi perhatian tidak hanya di kalangan Kementerian Agama, tetapi juga lintas agama, baik di dalam negeri maupun di dunia internasional,” ujarnya.

Menurut Rektor, konsep ekoteologi sudah sangat akrab bagi keluarga besar UIN Raden Intan Lampung sejak transformasi kelembagaan.

“Berbicara tentang ekoteologi sebenarnya berbicara tentang diri kita sendiri. Secara simbolis, UIN Raden Intan Lampung telah membuktikan komitmen terhadap visi kampus berwawasan lingkungan dengan bergabung di UI GreenMetric sejak 2018. Selama tujuh tahun berturut-turut, kampus ini meneguhkan diri sebagai the greenest campus among PTKIN,” katanya.

Komitmen tersebut, lanjutnya, tidak hanya diwujudkan melalui penghijauan, tetapi juga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kita memiliki sekitar 8 ribu biopori dan 11 embung yang tersebar di area kampus seluas 48 hektar. Namun, wawasan lingkungan kita juga mencakup nilai-nilai luhur yang tumbuh di masyarakat, baik adat maupun intelektual, di bumi Lampung, Sang Bumi Ruwa Jurai,” jelasnya.

Baca Juga:  Terima Kunjungan JMSI, Bupati Pringsewu Siap Dukung Pelaksanaan HPN 2027 di Lampung

Prof. Wan Jamaluddin menambahkan, semangat ekoteologis itu juga tercermin dalam perjuangan memperjuangkan KH Ahmad Hanafiah sebagai pahlawan nasional dari Lampung Timur dua tahun lalu, serta keberhasilan tim penerjemah kampus mengukuhkan Al-Qur’an berbahasa Lampung sebagai kontribusi nyata dalam pelestarian nilai keislaman dan budaya lokal.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap narasumber yang kaya pengalaman, baik secara intelektual maupun birokratis, dapat memberi inspirasi dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Ruslan Abdul Ghofur, M.Si. melaporkan bahwa tahun ini Pascasarjana UIN RIL menerima 257 mahasiswa baru dari 13 program studi, terdiri dari 9 program S2 dan 4 program S3.

“Tahun ini kita untuk pertama kalinya membuka S3 Ekonomi Syariah, satu-satunya di wilayah Sumatera bagian selatan. Selain itu, S3 Pengembangan Masyarakat Islam juga menjadi satu-satunya di Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, lima dari 13 program studi Pascasarjana sudah terakreditasi unggul, sementara lainnya terakreditasi baik sekali. Pihaknya menargetkan minimal 75 persen prodi mencapai akreditasi unggul agar mahasiswa dapat mengakses beasiswa LPDP.

Baca Juga:  Seluruh Siswa SMAN 14 Bandar Lampung Lolos PTN, Pemprov Lampung Perkuat Mutu Pendidikan

“Kami berharap konsep ekoteologi ini dapat kita turunkan dalam kurikulum serta riset dan karya ilmiah mahasiswa,” tambahnya.

Narasumber utama, Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, M.A., Guru Besar UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, memaparkan materi berjudul Islam and Ecology: Environmental Theme in the Tafsir al-Qur’an Tematik of the Indonesian Ministry of Religious Affairs.

Dalam paparannya, Nur Kholis menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap krisis lingkungan dan ajakan agar setiap individu mengambil peran dalam menjaga bumi dari kerusakan akibat keserakahan manusia.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama telah mengaitkan ajaran Islam dengan isu lingkungan melalui penerbitan Tafsir al-Qur’an Tematik, khususnya jilid tahun 2009 yang membahas Pelestarian Lingkungan Hidup. Karya ini menandai kontribusi akademik Indonesia dalam membangun kesadaran ekologi.

Banyak literatur dan gerakan lingkungan, lanjutnya, lahir dari inspirasi tafsir tersebut, memperkuat pandangan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari amanah kekhalifahan manusia.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Operator BTB Dampingi Anggota Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Lampung Tengah
Andreas: Wajah Indonesia Rusak di Dunia Internasional
Jalur Kereta Banda Aceh-Bandarlampung, Visi Besar Prabowo
Korupsi Izin Tinggal WNA Mencoreng Kedaulatan RI
Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Mesuji Hadirkan Kesehatan, Kesejahteraan dan Kebersamaan Bagi Rakyat  
Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN
Pemprov Lampung Dorong Kawasan Industri Energi Katibung, Buka Peluang Kerja dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
GREAT Institute: “State-Driven Economy” untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 06:53 WIB

Operator BTB Dampingi Anggota Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Lampung Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:16 WIB

Andreas: Wajah Indonesia Rusak di Dunia Internasional

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:11 WIB

Jalur Kereta Banda Aceh-Bandarlampung, Visi Besar Prabowo

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:03 WIB

Korupsi Izin Tinggal WNA Mencoreng Kedaulatan RI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:49 WIB

Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Mesuji Hadirkan Kesehatan, Kesejahteraan dan Kebersamaan Bagi Rakyat  

Berita Terbaru

Andreas Hugo Pareira

#indonesiaswasembada

Andreas: Wajah Indonesia Rusak di Dunia Internasional

Minggu, 7 Jun 2026 - 21:16 WIB

R Abdul Halim

#indonesiaswasembada

Jalur Kereta Banda Aceh-Bandarlampung, Visi Besar Prabowo

Minggu, 7 Jun 2026 - 21:11 WIB

Diah Pitaloka

#indonesiaswasembada

Korupsi Izin Tinggal WNA Mencoreng Kedaulatan RI

Minggu, 7 Jun 2026 - 21:03 WIB