Sengketa Waris “Bengkel Berkah”, Para Saksi Paparkan Asal Harta Di Pengadilan

Kamis, 5 Oktober 2023 | 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Anis

BANDAR LAMPUNG – Sengketa waris “Bengkel Berkah” kembali digelar di pengadilan negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung.

Ahli waris A. Gino mengajukan gugat waris terhadap para mantan mantu yang “menguasai” aset-aset Bengkel Berkah yang berada di Kedaton, Garuntang (Bandarlampung), Natar (Lampung Selatan) dan Berkah Bandarjaya (Lampung Tengah). Gugatan diajukan ke Pengadilan Agama Tanjungkarang.

Pada sidang Selasa (03/10/2023) mendengarkan saksi yang dihadirkan penggugat yakni: Ning Saadah Purwati, Supriyanto dan Sudarto—para tetangga pendiri bengkel. Para saksi diminta Ketua Majelis Hakim dan anggotanya menjelaskan mengenai sejarah pendirian Bengkel Bubut Berkah, baik yang ada di Kedaton, Garuntang (Bandarlampung), Natar (Kab Lampung Selatan) dan Berkah Bandarjaya (Kab Lampung Tengah). Pertanyaan-pertanyaan Ketua Majelis Hakim lebih fokus pada sejarah pendirian Bengkel Berkah Kedaton.

Sejak pendiri dan perintis Bengkel Berkah A.Gino (meninggal 2007), dan kedua putranya Sujono (meninggal 2005) dan Suharto (meninggal 2021), bengkel “dikuasai” para mantan mantu dan keluarganya. Beralihnya pengelolaan Bengkel Berkah ke tangan para mantu (HR- istri almarhum Suharto dan SL- istri almarhum Sujono dimulainya ketika Suharto dan istri beserta Sujono dan istrinya membuat badan hukum CV Berkah secara diam-diam, tanpa sepengetahuan alm. A. Gino dan anak-anak, para ahli waris lainnya. Bahkan mesin-mesin bengkel di Kedaton juga mereka pindahkan ke Bengkel Berkah yang baru—lokasinya tidak jauh dari bengkel lama, dan beberapa aset juga sudah mereka jual.

Baca Juga:  Seleksi Paskibraka Lampung 2026 Resmi Dimulai, 90 Putra-Putri Terbaik Ikuti Tahapan

Supriyanto, saksi kedua mengatakan, dulu Sujono dan Suharto pertama kali diajak oleh bapaknya A. Gino bekerja di Bengkel Bubut dan Las Rajabasa yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Enggal, Bandarlampung. Kemudian tahun 1989/1990 A.Gino bersama Sujono keluar dari Bengkel Rajabasa dan mulai merintis dan membuka Bengkel Berkah di Kedaton yang diawali dengan membeli mesin lemer block mesin dan mesin press.

“Lalu putra A.Gino yang satunya yakni Suharto berkarier menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Depnaker Lampung,” kata saksi pertama Ning Saadah Purwati yang lebih akrab dipanggil Bunda.

Karena saat itu Suharto sebagai PNS Depnaker dengan pangkat/golongan 2A belum mempunyai rumah, maka ayahnya A.Gino mempersilahkan Suharto menempati rumah yang berada di belakang rumahnya. Selanjutnya Bengkel Berkah Kedaton dikelola A. Gino dan Sujono. Pada tahun 1991, Sujono menikah dengan Sri Lestari.

“Saat itu Bengkel Berkah maju pesat dan setiap hari konsumen ramai berdatangan. Kadangkala mereka berdua pulang sampai jam 12 malam guna melayani konsumen yang berdatangan dari berbagai kota, termasuk dari Baturaja dan Palembang, Sumatera Selatan,” aku Bunda.

Untuk perluasan usaha dan penempatan mesin-mesin yang baru maupun yang second, A. Gino dan Sujono menyuruh Suharto dan istrinya menempati rumah Surip yang berada di sebelah Bengkel Berkah Kedaton. Bahkan rumah-rumah yang berada di sekitar Bengkel Berkah mulai dibeli A. Gino, seperti rumah Hasbullah dibeli tahun 1992, lalu rumah Surip dibeli tahun 1993 dan rumah Kastawi dibeli tahun 1996. “Kalau mau dihitung masih banyak aset-aset Bengkel Berkah yang lainnya,” ungkap Bunda.

Baca Juga:  Misbakhun : MBG Terbukti Dongkrak Kualitas SDM

Tahun 1998, Bengkel Berkah mulai membuka cabang baru yaitu Bengkel Bunyamin, Garuntang. Selanjutnya tahun 1999, A.Gino dan Sujono menambah bengkel lagi yaitu Bengkel Berkah, Natar. Lampung Selatan. Pengelolaan Bengkel Berkah, Natar dipercayakan kepada penggugat ke-3 yang kebetulan juga sedang mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kota Bandarlampung.

Sudarto, saksi ke-3 yang senang dipanggil Darto juga memberikan keterangan kepada Majelis Hakim bahwa HN, istri almarhum Suharto juga sebagai PNS yang mengajar di SDN Sukamenanti, Kedaton, Bandarlampung.

Di dalam persidangan para penggugat/ahli waris A.Gino yang hadir diwakili oleh SS, SM, HW dan didampingi oleh pengacara M.Yuntri, SH, MH dan para tergugat dihadiri oleh HL, HR, dan SL. Keterangan yang disampaikan para saksi tidak dibantah oleh tergugat. Hakim menutup persidangan pukul 15.00 WIB dan akan dilanjutkan pekan depan.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Gelar Jumat Curhat, Polres Mesuji Serap Aspirasi Masyarakat dan Salurkan Paket Sembako
Kapolda Minta Waspada Curanmor, Janji Tindak Tegas Pelaku
Pelaku Curanmor Penembak Alm Arya Supeno Diringkus Aparat, 1 Tewas
SPPG 02 Balekencono, Limbah Masalah, Menu pun Gak Jelas
SPPG Balekencono Buang Limbah ke Parit, Baunya Cemari Lingkungan
PSHP UBL Soroti Kisruh Kredit Macet Petani PTPN 1
BC Lampung Tidur Siang! Abaikan Perintah Menkeu, Peredaran Rokok Ilegal Marak
Anggaran TA Rp 16,5 M Gimana Ngakalinnya ya?

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:11 WIB

Gelar Jumat Curhat, Polres Mesuji Serap Aspirasi Masyarakat dan Salurkan Paket Sembako

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:53 WIB

Kapolda Minta Waspada Curanmor, Janji Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:18 WIB

Pelaku Curanmor Penembak Alm Arya Supeno Diringkus Aparat, 1 Tewas

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:32 WIB

SPPG 02 Balekencono, Limbah Masalah, Menu pun Gak Jelas

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:17 WIB

SPPG Balekencono Buang Limbah ke Parit, Baunya Cemari Lingkungan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kapolda Minta Waspada Curanmor, Janji Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:53 WIB

#indonesiaswasembada

Pelaku Curanmor Penembak Alm Arya Supeno Diringkus Aparat, 1 Tewas

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:18 WIB

#indonesiaswasembada

SPPG 02 Balekencono, Limbah Masalah, Menu pun Gak Jelas

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:32 WIB

#indonesiaswasembada

SPPG Balekencono Buang Limbah ke Parit, Baunya Cemari Lingkungan

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:17 WIB