PASURUAN – Partai Golkar memandang, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi instrumen strategis Pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu, Golkar meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan isu miring yang beredar di media sosial (medsos).
Ketua Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menyatakan, manfaat MBG untuk meningkatkan kualitas SDM sudah mulai terasa. Dia menegaskan, program ini bukan beban bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan investasi Pemerintah.
“MBG ini bagian dari intervensi Pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM,” kata Misbakhun, saat kegiatan serap aspirasi di Kabupaten dan Kota Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026).
Misbakhun lalu membandingkan kondisi pendidikan di zamannya dulu dengan sekarang ini. Dia mengatakan, kehadiran MBG saat ini sangat membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama bagi mereka yang membutuhkan dalam mengejar prestasi dengan kebutuhan gizi yang cukup.
“Zaman saya dulu masih harus bayar SPP. Berangkat ke sekolah juga tanpa sarapan. Sekarang, anak-anak tidak hanya cukup makan, gizinya juga dipikirkan negara,” katanya.
Ketua Komisi XI DPR ini meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan informasi negatif terkait kebijakan Pemerintah. Dia mengajak masyarakat untuk terus mendukung upaya Pemerintah dalam mencegah generasi kurang gizi.
“Kalau ada yang bilang Indonesia gelap di TikTok, jangan langsung percaya. MBG ini agar anak-anak kita bisa bersaing dengan bangsa-bangsa besar,” tegasnya.
Selain MBG, Misbakhun juga menyoroti kebijakan subsidi energi sebagai langkah nyata Pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Dia mengatakan, di tengah tekanan kenaikan harga energi global, Pemerintah tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“Kebijakan subsidi menjadi instrumen utama negara untuk melindungi daya beli rakyat,” ujarnya.
Menurut Misbakhun, dalam situasi global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik internasional terhadap harga energi, negara hadir melalui kebijakan subsidi. Dia mengatakan, Pemerintahan terus berupaya menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi meski harga minyak dunia meningkat.
Baca juga : Pemerintah Gaet Kadin Pererat Sinergi Dagang
“Di seluruh dunia harga naik, tapi di Indonesia BBM bersubsidi tetap stabil,” katanya.
Bahkan, lanjut Misbakhun, Pemerintah menargetkan harga BBM bersubsidi tetap terjaga hingga akhir tahun, termasuk dalam skenario kenaikan harga minyak global. Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terus menjalin komunikasi dengan negara produsen minyak dunia agar pasokan minyak ke Indonesia tetap terjaga.
“Pemerintah juga menjaga stabilitas harga LPG 3 kilogram agar tetap terjangkau. Artinya Pemerintah berusaha agar rakyat tidak mengalami kesulitan,” kata Misbakhun.
Misbakhun juga membeberkan berbagai program subsidi lainya yang terus dipertahankan. Di antaranya, subsidi listrik, Kredit Usaha Rakyat (KUR), iuran BPJS Kesehatan, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Nilainya bukan ratusan juta atau miliar, melainkan ratusan triliun rupiah. Itu bentuk pengorbanan negara untuk rakyat,” ujarnya.(*)
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty
Sumber Berita : DPR RI

















