Sekretaris JMSI Lampung Ingatkan Mahasiswa Jaga Idealisme dan Kepekaan Sosial

Minggu, 8 November 2026 | 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung, Anton Kurniawan, mengingatkan mahasiswa untuk terus berkomitmen menjaga idealisme dan memiliki kepekaan sosial terhadap peristiwa yang terjadi di masyarakat.

Hal itu disampaikan Anton Kurniawan saat menjadi narasumber materi tentang Organisasi dan Kepemimpinan dalam kegiatan Orientasi Penerimaan Anggota Baru (OPAB) Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kelompok Studi Seni (UKMF KSS) FKIP Unila, Sabtu (7/11/2026).

“Teman-teman mahasiswa adalah calon pemimpin di masa depan, sumber daya paling potensial yang memiliki peran sangat penting untuk menciptakan perubahan bagi kemajuan negara ini. Karena itu, wajib bagi mahasiswa untuk menjaga idealisme dan tidak terkontaminasi hal-hal yang beraroma politik praktis di kampus,” ucap Anton.

Sebagai agen perubahan dan pemimpin masa depan, ucap Anton, mahasiswa punya tanggung jawab besar untuk mengenali dan menggali potensi diri masing-masing. Itulah sebabnya, mengapa berorganisasi menjadi penting bagi seorang mahasiswa.

“Dengan berorganisasi kita akan belajar banyak hal, di antaranya menekan ego pribadi, membangun rasa percaya diri, bagaimana menyikapi kritik, bagaimana menjalankan tanggung jawab, atau bagaimana bekerja bersama demi kemajuan organisasi,” ujar Anton.

Baca Juga:  Pastikan Percepatan Penanganan Karhutla, Wagub Jihan Pantau Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca

“Ruang kuliah itu sangat penting bagi mahasiswa dalam belajar berbagai ilmu secara teori. Organisasi seharusnya menjadi ruang bagi kita untuk menerapkan dan menguatkan teori yang kita dapat di dalam ruang kuliah,” ucapnya.

Menurut alumni FKIP Unila ini, selain menjaga idealisme dan meningkatkan kapasitas diri, mahasiwa juga harus responsif terhadap peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak boleh tercerabut dari masyarakat.

“Mahasiswa punya posisi strategis dalam kehidupan sosial masyarakat. Oleh sebab itu, kampus tidak boleh menara gading yang terpisah dari persoalan masyarakat,” tegas Anton mengingatkan.

Dia juga mengingatkan mahasiswa agar dalam berorganisasi, secara konsisten mengembangkan tiga kapasitas, yaitu: kapasitas intelektual, kapasitas moral, dan kapasitas sosial.

“Dengan berorganisasi teman-teman mahasiswa harus bisa mengembangkan intelektualitas, mampu berpikir kritis, membaca persoalan dan menyampaikan gagasan; dari sisi moral, mahasiswa harus punya integritas dan berani berpihak pada kebenaran; secara sosial, sebagai mahasiswa kalian wajib bisa bekerja sama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Baca Juga:  Tinjau Pasar Way Batu, Wagub Jihan Pastikan Pasokan Pangan Terjaga

“Organisasi harus menjadi ruang untuk mengembangkan ketiganya. Jadilah anggota organisasi yang berkualitas. Bangun kapasitas, pengalaman, dan kepercayaan diri. Nikmati semua prosesnya, dan jalani dengan ikhlas, insya Allah akan ada dampak positif di masa depan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Anton juga menyoroti mahasiswa di Lampung, yang menurutnya kurang responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, di antaranya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau antrean kendaraan yang akan mengisi bahan bakar di SPBU di berbagai wilayah di Lampung.

“Cukup disayangkan, saya belum melihat gerakan atau mendengar suara mahasiswa di Lampung, khususnya mahasiswa Unila, dalam menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat hari ini, misalnya terkait Karhutla di Taman Nasional Way Kambas atau antrean BBM. Atau memang saya yang kurang informasi,” pungkasnya. (Herdi) []


Penulis : Anita Ajeng Violanita


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal
PM Italia: Belanja Keamanan Penting
Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil
Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS
30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding
Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo
Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:02 WIB

Sekretaris JMSI Lampung Ingatkan Mahasiswa Jaga Idealisme dan Kepekaan Sosial

Minggu, 8 November 2026 - 13:19 WIB

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 November 2026 - 12:34 WIB

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 November 2026 - 09:36 WIB

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Minggu, 8 November 2026 - 08:29 WIB

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Berita Terbaru

Hossein Mohebbi, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berbicara dalam sebuah konferensi pers di Teheran, Iran, pada 29 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 Nov 2026 - 13:19 WIB

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berbicara dalam sebuah konferensi pers di Roma, Italia, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 Nov 2026 - 12:34 WIB

Bandar Lampung

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Minggu, 8 Nov 2026 - 09:36 WIB

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama di Baghdad, Irak, pada 30 Juni 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:29 WIB