Puan, Sarinah, dan Perjuangan Kartini Masa Kini

Kamis, 21 April 2022 | 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Mal Sarinah kini punya wajah baru setelah rampung direnovasi. Berbagai kalangan berbondong-bondong menyambut dibukanya kembali pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat itu, tak terkecuali Ketua DPR Puan Maharani.

Puan sempat mengunjungi Sarinah pada akhir Maret lalu, ditemani sepupunya, Puti Guntur Soekarno. Ketua DPP PDI-P itu pun antusias melihat wajah Sarinah yang kini cantik nan modern, tapi tetap mempertahankan ciri khasnya dengan hanya menjual produk lokal.

“Alhamdulilah, sekarang Sarinah yang diberikan namanya oleh Bung Karno bisa dibuka kembali dan bagus banget,” kata Puan, Kamis (21/4).

Puan mengatakan, sejak awal Sarinah memang didirikan oleh kakeknya untuk membantu memasarkan produk lokal, khususunya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Namun sepeninggalan Bung Karno, Mall Sarinah sempat keluar dari tujuan awalnya itu.

Sarinah sempat diisi oleh produk luar negeri, salah satunya adalah restoran cepat saji McDonalds. Namun setelah rampung direnovasi dan dibuka kembali pada 21 Maret lalu, Mal Sarinah dikembalikan pada marwahnya dengan menjual 100 persen produk lokal.

“Mal Sarinah kembali menjadi satu-satunya mal di Indonesia yang tak ada produk impornya. Tentunya ini sangat membantu pengusaha lokal kita, khususnya pelaku UMKM,” kata dia.

Bagi Puan, Mal Sarinah bukan sekedar pusat perbelanjaan biasa. Di dalamnya terdapat cita-cita Bung Karno untuk membantu perekonomian rakyat. Bahkan, sang kakek lah yang memilih nama “Sarinah” untuk bangunan pencakar langit pertama di Indonesia itu.

Baca Juga:  Gubernur California Sebut Trump "Tidak Waras"

Sosok Pengasuh Bung Karno

Puan mengatakan, nama Sarinah diambil dari sosok Sarinah, pengasuh Soekarno saat kecil. Saat itu, Soekarno kecil yang baru berumur enam tahun pindah dari Surabaya ke Mojokerto bersama orangtuanya. Di sana lah, keluarga Soekarno bertemu Sarinah, seorang gadis yang kemudian menjadi asisten keluarga mereka. Namun, Sarinah bukan pelayan dalam pengertian barat.

“Sarinah dianggap bagian dari keluarga. Dari Sarinah Soekarno mengenal cinta. Sarinah tidak menikah. Selama tinggal bersama keluarga Sukemi, Sarinah juga tidak menerima gaji,” kata Puan.

Soekarno pun menjadi sangat dekat dengan sosok Sarinah. Jika Sarinah sedang memasak di dapur, Soekarno akan duduk di sebelahnya untuk menemani.

Saat itu lah Sarinah memberi banyak memberikan pesan dan petuah yang kemudian menjadi pelajaran berharga bagi perjalanan hidup Soekarno.

Melalui bukunya yang berjudul “Sarinah, Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia,” Soekarno menjelaskan arti Sarinah bagi dirinya.

“Pengasuh saya bernama Sarinah, ia “mbok” saya. Ia membantu ibu saya, dan dari dia saya menerima banyak rasa cinta dan rasa kasih. Dari dia saya banyak mendapatkan pelajaran mencintai “orang kecil”. Dia sendiri pun “orang kecil”, tetapi budinya selalu besar,” tulis Soekarno.

Semangat Kartini Masa Kini

Selain sosok Sarinah, Indonesia juga pernah mempunyai sosok perempuan hebat yang dikagumi. Lahir di Jepara, 21 April 1879, dia lah Raden Ajeng Kartini, yang berperan besar dalam memperjuangkan kemajuan bagi kaum perempuan pribumi.

Memperingati hari Kartini yang jatuh tepat pada hari ini, Puan pun berharap makin banyak perempuan saat ini yang meneruskan perjuangan Ibu Kartini. Jika dulu Ibu Kartini memperjuangkan akses pendidikan yang setara bagi para perempuan, maka para kartini masa kini harus berjuang lebih baik lagi.

Baca Juga:  Menuju Jurnalis Profesional, JMSI Bersama Dewan Pers dan LUKW Pikiran Rakyat Gelar UKW

“Dengan akses pendidikan yang saat ini sudah setara, maka kartini masa kini tak lagi hanya terbatas menjadi ibu rumah tangga, tapi juga bisa membangun karir menduduki posisi-posisi strategis,” kata Puan.

Ini misalnya bisa dilihat dari jumlah perempuan yang mengisi kursi DPR RI. Representasi perempuan di Senayan terus meningkat dari waktu ke waktu. Jumlah Anggota DPR RI perempuan di periode 2019-2024 mencapai 118 orang, atau mencapai 20,5 persen dari
total 575 anggota terpilih. Jumlah itu meningkat dibandingkan periode 2014-2019 lalu, dimana jumlah anggota DPR perempuan yang duduk di Senayan hanya 97 orang.

“Dengan makin banyaknya perempuan yang duduk di posisi strategis seperti di DPR, maka kebijakan yang diambil juga bisa lebih berpihak pada kaum perempuan,” kata Puan, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Puan menegaskan, seluruh perempuan di Indonesia bisa menjalani peran di bidangnya masing-masing untuk meneruskan perjuangan Ibu Kartini. Kuncinya, setiap perempuan harus konsisten dan berupaya untuk terus berkontribusi bagi negeri.

“Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang,” kata Puan mengutip salah satu tulisan RA Kartini. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan
Kuasa Hukum Pertanyakan Penyidikan Dugaan Korupsi Jalan Lampung Utara, Sebut Perkara Sudah SP3
Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro
Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%
Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”
18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Kuasa Hukum Pertanyakan Penyidikan Dugaan Korupsi Jalan Lampung Utara, Sebut Perkara Sudah SP3

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Berita Terbaru

Berita Utama

BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:40 WIB

Berita Utama

Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:55 WIB

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB

Berita Utama

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:53 WIB