Pertumbuhan Ekonomi Tunjukan Tren Positif Di Atas 5 %

Senin, 19 September 2022 | 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaga Inflasi

Sementara itu, Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Berly Martawardaya mengatakan, indonesia tidak akan masuk resesi. Namun, akan sulit untuk mempertahankan target pertumbuhan ekonomi diatas 5%.

“Agak berat, katakan trend positif tetapi agak sulit dipertahankan,tetapi bukan resesi ya, saya tidak bilang resesi, untuk diatas 5 lagi akan sulit. Belum kita bicara kemiskinan karena kalau bicara inflasi, biasanya meningkatkan kemiskinan,” kata Berly, Senin (19/9).

Konflik geo politik antara Ukraina-Rusia diperkirakan akan terus memanas, sehingga memberi ketidakpastian akan harga energi. “Geo politik ketidakpastian akan meningkat sehingga harga-harga dan Inflasi dorongan akan makin tinggi dalam enam bulan kedepan, trennya meningkat,“ sebut Berly.

Baca Juga:  Raperda Inisiatif DPRD Lampung Mulai Dibahas, Sasar Berbagai Sektor Strategis

Kemudian dampak dari harga kenaikan BBM akan terasa belakangan, mempengaruhi inflasi. “Karena historikal, kenaikan bbm biasanya inflasi tambahan on top antara 2-3%. Challenge pemerintah di lower end jangan deket tiga atau lebih dari tiga persen inflasinya. Khususnya transportasi dan sembako bisa enggan ditekan,“ ungkap pria yang juga dosen di Departemen Ilmu Ekonomi – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI ini.

Tugas besar pemerintah adalah menjaga harga kebutuhan pokok dan juga transportasi. Kalau inflasi tinggi, maka Bank Indonesia harus ikut menaikkan suku bunga.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

“Karena kalau Inflasi tinggi nilai rupiah secara real turun, kalau selisih terlalu jauh dengan dollar atau euro kita ada capital outflow rupiah bakal melemah, BI akan terpaksa untuk menaikkan suku bunga,” jelas Berly.

Salah satu penopang perekonomian indonesia adalah ekspor. Namun pendapatan negara dari perdagangan pasti akan berkurang jika negara adidaya mengalami perlambatan.

“Kita lihat tahun ini, sumber pertumbuhan yang besar adalah ekspor, jadi kalau daya beli barat berkurang, maka ekspor berkurang dan pertumbuhan kita bisa terpengaruh,“ kata Berly. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina
Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global
Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel
Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah
Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus
Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak
Mirza Buka “Gubernur Lampung Badminton Open 2026”
Asian Games: Angkat Besi Pecahkan Enam Rekor Dunia

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:27 WIB

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 September 2026 - 23:17 WIB

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 September 2026 - 21:22 WIB

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 September 2026 - 21:21 WIB

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 September 2026 - 18:36 WIB

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini memperlihatkan sebuah tank Ukraina yang hancur akibat serangan Rusia di Toretsk. (Xinhua)

Berita Utama

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:27 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:17 WIB


Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:22 WIB

Iran sangat siap Hadapi Perang, lawan Amerika sekalipun

Berita Utama

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:21 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Berita Utama

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Minggu, 27 Sep 2026 - 18:36 WIB