Pertamina Sebut Harga Pertalite Harusnya Rp17.200 per Liter

Rabu, 6 Juli 2022 | 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan, Pertamina seharusnya menjual Pertalite seharga Rp 17.200 per liter sesuai harga keekonomian. Lonjakan itu adalah imbas kenaikan harga minyak dunia.

Namun, karena saat ini Pertalite termasuk BBM jenis penugasan maka Pertamina tetap menjual Pertalite di harga Rp 7.650. “Artinya, pemerintah perlu menambal Rp 9.550 per liter,” ujar Nicke saat RDP dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (6/7).

Baca Juga:  Ekspor Nonmigas Indonesia ke Tiongkok Capai 54,17 Miliar Dolar AS

Nicke mengatakan, pada tahun ini pemerintah menetapkan kuota Pertalite sebesar 23 juta KL. Namun faktanya, konsumsi Pertalite hari ini melonjak dan diprediksi konsumsi bisa menjadi 28,5 juta KL hingga akhir tahun nanti.

“Tapi saat ini, Pemerintah akan merevisi Perpres 191/2014 soal kriteria penerima BBM subsidi. Kalau regulasinya sudah keluar, maka prognosanya 26,71 juta KL,” ujar Nicke.

Baca Juga:  APBD 2027 Instrumen Pembangunan, Lampung Fokus pada Produktivitas dan Kesejahteraan

Menurut data dari Kemenkeu, kata Nicke, dari 40 persen masyarakat miskin ini hanya mengonsumsi 20 persen BBM subsidi. Sedangkan 60 persen dari masyarakat mampu ini malah mengkonsumsi BBM bersubsidi. “Oleh karena itu kita sangat menanti perubahan regulasi kriteria ini sehingga kami bisa menyalurkan BBM subsidi ini lebih tepat sasaran,” tutup Nicke. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026
Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup
Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia
H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih

Sabtu, 7 November 2026 - 19:51 WIB

Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE

Sabtu, 7 November 2026 - 18:46 WIB

Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape

Sabtu, 7 November 2026 - 18:30 WIB

Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terbaru

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB

Berita Utama

Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:46 WIB