BANDARLAMPUNG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Raden Intan Lampung Kelompok 99 mengambil langkah nyata dalam memperkuat perekonomian lokal dengan mendampingi pengrajin bambu dalam membantu digitalisasi branding Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerajinan bambu di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, pada Selasa (4/8/2026).
Langkah ini diambil mengingat potensi sentra kerajinan bambu di wilayah Kedaung yang dinilai sangat tinggi, namun belum banyak diketahui secara luas oleh masyarakat Kota Bandar Lampung dan sekitarnya. Padahal, unit usaha bernama “Sanggar Bambu” ini sanggup memproduksi beragam olahan bambu berkualitas mulai dari kursi, saung, hingga gazebo sesuai dengan pesanan konsumen.
Melalui program pendampingan digital marketing, para mahasiswa berupaya memperluas cakupan pemasaran usaha tersebut agar mampu merambah pasar digital yang lebih luas.
Warisan Usaha Sejak 2007 yang Butuh Sentuhan Digital
Pemilik Sanggar Bambu, Sardan, mengungkapkan bahwa dirinya telah merintis dan menekuni pembuatan kerajinan bambu ini sejak tahun 2007 mengikuti jejak orang tuanya, hingga akhirnya resmi mendirikan cabang usahanya sendiri di Kedaung.
“Usaha kerajinan ini sebenarnya sudah saya tekuni dari ikut orang tua sejak tahun 2007. Di sini kami menerima pesanan apa saja yang berbahan dasar bambu, mulai dari kursi sampai gazebo. Kalau ada adik-adik mahasiswa KKN yang bisa membantu dari segi pemasaran dan promosi, tentu kami sangat senang dan terbantu,” ungkap Sardan.
Melihat besarnya potensi kerajinan tangan lokal tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 99 berfokus pada pendaftaran lokasi usaha di peta digital, pembuatan konten promosi di media sosial, hingga edukasi pemasaran digital kepada pengelola usaha.
Koordinator Kelompok 99 KKN UIN RIL menegaskan bahwa program pendampingan ini dirancang untuk memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi pelaku usaha setempat.
“Masyarakat Bandar Lampung banyak yang belum tahu kalau di Kedaung ada pengrajin bambu seandal Pak Sardan yang bisa membuat berbagai kerajinan sesuai permintaan. Melalui strategi digital marketing ini, kami ingin membantu Sanggar Bambu memiliki daya saing yang lebih kuat dan dikenal luas oleh masyarakat,” terang Koordinator Kelompok 99 KKN UIN RIL, Bayu Kurniawan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN UIN RIL tidak hanya melancarkan proses pemasaran Sanggar Bambu, tetapi juga mendongkrak perekonomian masyarakat di Kelurahan Kedaung secara berkesinambungan.[]
Penulis : Romy Agus
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Lampung


![Bambu Branding Kedaung UIN RIL [Lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Bambu-Modern.jpg)

![Ada Foging di Pejajaran [lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Ada-Foging-di-Pejajaran-225x129.jpg)
![Bambu Branding Kedaung UIN RIL [Lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Bambu-Modern-225x129.jpg)




![Ada Foging di Pejajaran [lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Ada-Foging-di-Pejajaran-129x85.jpg)
![Bambu Branding Kedaung UIN RIL [Lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Bambu-Modern-129x85.jpg)





