Perlu Gerakan Skrining Kesehatan Ibu Dan Balita Untuk Cegah Stunting

Jumat, 17 Februari 2023 | 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Deteksi dini kesehatan Ibu, anak dan balita di pusat-pusat layanan kesehatan harus digalakkan untuk mencegah pertambahan kasus stunting baru setiap tahun.

“Upaya deteksi dini kesehatan Ibu dan anak di pusat layanan kesehatan di tingkat wilayah terkecil seperti pos pelayanan terpadu (Posyandu) di RT/RW dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) harus benar-benar dijalankan secara proaktif untuk mencegah lahirnya bayi berisiko stunting,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/2).

Catatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dari 1,9 juta hingga 2 juta pasangan yang menikah per tahun, sebanyak 1,6 juta yang hamil di tahun pertama pernikahan melahirkan 300 ribu bayi berisiko stunting.

Catatan yang sama juga menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia kini masih 189 per 100.000 kelahiran hidup.

Baca Juga:  Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 

Temuan BKKBN tersebut, menurut Lestari, sangat mengkhawatirkan di tengah upaya kita menekan pertumbuhan kasus stunting di tanah air. Meskipun, tambahnya, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, angka stunting di Indonesia turun dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022.

Menurut Rerie sapaan akrab Lestari, upaya menekan angka kasus stunting lewat perbaikan asupan gizi Ibu hamil, anak dan balita harus konsisten dilakukan.

Di sisi lain, tambah Rerie yang juga anggota DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, upaya untuk terus memantau kecukupan gizi Ibu hamil, anak dan balita lewat upaya skrining rutin juga penting dilakukan.

Baca Juga:  Kapolres Mesuji Pimpin Langsung Pemadaman 13 Titik Kebakaran Lahan Status High

Melalui skrining kesehatan secara berkala, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, diharapkan sejumlah potensi penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan balita, dapat terdeteksi sejak dini.

Rerie mendorong agar upaya deteksi dini kesehatan Ibu hamil, anak dan balita bisa dilakukan serentak di seluruh tanah air dalam bentuk satu gerakan nasional, sehingga upaya untuk menekan jumlah kasus stunting signifikan.

Tentu saja, tambahnya, gerakan nasional deteksi dini kesehatan dan kecukupan gizi Ibu hamil, anak dan balita itu harus didukung para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, sehingga gerakan tersebut juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat luas untuk menjalankan pola hidup sehat pada keseharian. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Berita Terbaru

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB