Perankan Tokoh Agama Katolik di Film Ageman, Romo Roy: Kita Bersaudara, Kasihi Tanpa Batas Geografis Suku dan Agama

Senin, 14 September 2026 | 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edukasi keberagaman melalui film layar lebar bertajuk Ageman terus menyedot perhatian publik.

Film edukasi bertema toleransi berbasis kearifan lokal karya sutradara Jasper Lance Piscasio dan produser Ken Setiawan ini dijadwalkan tayang perdana pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.

Film Ageman menghadirkan jajaran pemeran unik yang merangkul berbagai elemen masyarakat secara nyata mulai dari jajaran pejabat Pemprov Lampung seperti Ibu Gubernur, Ibu Sekda, hingga deretan Kepala Dinas, akademisi, tokoh budaya, serta para pemimpin lintas agama.

Salah satu tokoh agama yang ikut beradu peran adalah RD. Philipus Suroyo, atau yang akrab disapa Romo Roy. Imam diosesan Keuskupan Agung Palembang/Lampung yang aktif dalam forum kerukunan, dialog lintas iman,kegiatan FKUB dan FKPT Provinsi Lampung ini tampil membawakan pesan perdamaian yang mendalam.

Baca Juga:  Film ‘Ageman’ : Pesan Damai dalam ke-Bhinekaan

Dalam alur cerita, Romo Roy beradu akting dengan dua pemeran utama, Aluna dan Zaskia, yang dikisahkan sedang mencari jati diri serta pencerahan di tengah terpaan sikap intoleransi.

Melalui perannya, Romo Roy menegaskan pentingnya persaudaraan kemanusiaan tanpa terkendala sekat-sekat perbedaan.

“Sejatinya kita itu bersaudara, dunia ini adalah rumah bersama. Kita harus mengasihi sesama tanpa batas geografis, suku, maupun agama. Perbedaan adalah anugerah, bukan alasan untuk bertikai, melainkan kekayaan untuk saling melengkapi,” ujar Romo Roy.

Ia menganalogikan Ageman atau pakaian yang dikenakan setiap orang. Meski bentuk, corak, dan warnanya berbeda-beda, fungsi dasarnya tetap sama sebagai pelindung tubuh dan identitas diri.

Menurutnya, perbedaan ‘baju’ tak boleh merusak kebersamaan bangsa di bawah naungan NKRI.

Baca Juga:  Usai Merah Putih Diturunkan, Warna Budaya Nusantara Menghiasi Menara Siger

“Kita harus membangun jembatan, bukan tembok. Mengutamakan dialog dan merawat bumi sebagai rumah bersama. Di atas segala perbedaan, kita tetap satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Eksekutif Produser Film Ageman yang juga Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, berharap pesan inklusif dalam film ini dapat mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat.

“Film ini sangat layak ditonton oleh masyarakat luas agar kita semakin menyadari pentingnya menjaga kerukunan dan saling menghargai.

Harapannya, Indonesia tetap damai dan kondusif tanpa ada lagi celah bagi potensi intoleransi maupun radikalisme,” pungkas Firsada.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

SEGEL KARHUTLA, UJIAN KETEGASAN NEGARA
Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara, Rawat Pengetahuan dan Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang
Menjelajahi Indonesia melalui Bahasa Mandarin
Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 129 Serangan dalam 48 Jam di Yaman
Infografis Musibah KM Virgo Transport 8
Vietnam Raup 6 Miliar Dolar AS dari Kopi
Houthi: Lalu Lintas Bab al-Mandab Aman, Kecuali Kapal Arab Saudi
No Urut Cawabup Way Kanan, Galang No: 1 Sony No: 2

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:37 WIB

SEGEL KARHUTLA, UJIAN KETEGASAN NEGARA

Senin, 14 September 2026 - 09:34 WIB

Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara, Rawat Pengetahuan dan Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang

Senin, 14 September 2026 - 09:32 WIB

Perankan Tokoh Agama Katolik di Film Ageman, Romo Roy: Kita Bersaudara, Kasihi Tanpa Batas Geografis Suku dan Agama

Minggu, 13 September 2026 - 22:54 WIB

Menjelajahi Indonesia melalui Bahasa Mandarin

Minggu, 13 September 2026 - 22:26 WIB

Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 129 Serangan dalam 48 Jam di Yaman

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

SEGEL KARHUTLA, UJIAN KETEGASAN NEGARA

Senin, 14 Sep 2026 - 09:37 WIB

Lomba Bahasa Mandarin di Surabaya [Xinhua]

#indonesiaswasembada

Menjelajahi Indonesia melalui Bahasa Mandarin

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:54 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 129 Serangan dalam 48 Jam di Yaman

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:26 WIB