“Perangi Narkoba, Tanggungjawab Bersama

Senin, 1 Juni 2026 | 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyikapi fenomena maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Way Kanan, kita dihadapkan pada sebuah realitas sosial yang menuntut kejernihan berpikir, keterpaduan langkah, dan komitmen moral yang mendalam.

Hal tersebut merupakan Pernyataan yang disampaikan oleh Ketua DPC Granat Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.S.T.P., M.I.P, menyikapi mataknya peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Ranik Ragom ini .

Beli juga menyatakan, Pernyataan yang dibuat ibu bukan sekadar sebuah respons normatif, melainkan sebuah refleksi dari kesadaran kolektif yang mendesak untuk diimplementasikan.

Sebagai seorang Birokrat sekaligus penggerak sosial, beliau meletakkan fondasi pemikiran yang sangat mendasar: bahwa perang melawan narkoba bukanlah tugas tunggal satu instansi, melainkan sebuah ikhtiar semesta yang melibatkan seluruh elemen peradaban.

Tentunya kita harus melakukan langkah strategis dan komprehensif untuk mengatasi keadaan ini seperti :

1. Menjaga Keseimbangan Hukum dan Pendekatan Humanis

Dalam perspektif ketatanegaraan yang bijak, penanganan narkotika tidak boleh hanya bersandar pada aspek punitif (hukuman) semata. Kita harus melihat masalah ini dari hulu ke hilir melalui tiga pilar utama:

Baca Juga:  Adinata Resmi Jabat sebagai Ka Kwaran Gerakan Pramuka Kecamatan Kasui 

Pencegahan (Preventif): Membentengi moralitas dan kesadaran masyarakat sebelum terpapar.

Penindakan (Represif): Menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap para bandar yang merusak sendi-sendi bangsa.

Rehabilitasi (Kuratif-Humanis): Memandang para pengguna bukan sebagai kriminal yang harus dibuang, melainkan sebagai korban, anak-anak bangsa yang sakit dan butuh disembuhkan agar dapat kembali berkontribusi bagi tanah air.

2. Restorasi Sosial Melalui Kearifan Lokal

Rencana pembatasan waktu hiburan malam hingga pukul 17.00 WIB, serta pelibatan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, adalah sebuah langkah taktis yang sarat akan nilai kearifan lokal (local wisdom).

Kebijakan ini tidak boleh dipandang sebagai pembatasan kebebasan, melainkan sebuah “kontrak sosial baru” untuk menjaga ruang publik tetap suci, aman, dan produktif. Menghidupkan kembali Siskamling adalah bentuk modernisasi dari semangat gotong royong, di mana setiap warga negara menjadi benteng pertahanan bagi tetangganya.

Baca Juga:  Dirut PT BTB Charles Giroth: Semangat Kemerdekaan, Jaga Integritas

3. Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Utama

Kehancuran sebuah bangsa selalu dimulai dari rapuhnya unit sosial terkecil, yaitu keluarga. Ajakan untuk meningkatkan pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak adalah sebuah pesan edukatif yang mendalam. Ketahanan nasional yang sejati tidak dibangun dari barak-barak militer, melainkan dari meja makan keluarga, tempat nilai-nilai moral, kasih sayang, dan integritas pertama kali diajarkan.

Ketika pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga swadaya, dan tokoh masyarakat mampu meleburkan ego sektoral demi satu tujuan luhur, maka penyelamatan generasi penerus bangsa bukan lagi sekadar retorika politik, melainkan sebuah kepastian sejarah.

Way Kanan sedang memanggil kepedulian kita semua. Ini adalah momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, bergerak dengan empati, bertindak dengan tegas, dan berpikir dengan kecerdasan intelektual demi masa depan yang bersih, bermartabat, dan bercahaya.


Penulis : Romy


Editor : Desty


Sumber Berita : Way Kanan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik
Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok
Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang
Mediasi Tanah; Warga vs PT BTLA Berlangsung Alot
Masyarakat 8 Desa Minta HGU PT PAL Ditinjau Ulang
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 September 2026 - 23:04 WIB

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 September 2026 - 22:57 WIB

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 September 2026 - 22:52 WIB

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Berita Terbaru

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB


Li Shujiang, insinyur senior setingkat profesor di Institut Oseanografi Pertama di bawah Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, berbagi kisah dalam acara

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:04 WIB

Ilustrasi Kerjasama Indonesia-Makau

#indonesiaswasembada

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:57 WIB

Ilustrasi Kapal Tunda Terbalik di Korea

#indonesiaswasembada

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:52 WIB

Sejumlah wisatawan menunggang unta di kompleks Piramida Giza, Mesir, pada 9 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:43 WIB