BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Negara tidak boleh kalah dengan kartel, mafia yang selama ini mengendalikan harga bahan pokok dan ketersediaan pangan. Hal itu untuk menghindari terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga-harga khususnya menjelang Ramadhan dan lebaran Idul Fitri yang terjadi setiap tahun.

“DPR RI minta pemerintah melalui Badan Pangan Nasional, Idfood memiliki perencanaan atau roadmap pangan untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Pemerintah harus mempunyai roadmap, perencanaan ketersediaan, keamanan, ketahanan, keamanan, dan kedaulatan pangan untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang, agar kelangkaan dan kenaikan harga-harga seperti minyak goreng, daging, telur, bawang putih dan bawang merah, beras dan sebagainya tidak terus terulang,” tegas Anggota Komisi IV DPR RI Ibnu Multazam
dalam dialektika demokrasi Ramadhan 2022 dan Kesiapan Bahan Pokok, bersama anggota Komisi VI DPR FPKS Nevi Zuairina dan Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy di Jakarta, Kamis (31/3).

BACA JUGA  Polres Mesuji Periksa 5 Saksi Terkait Bentrok

Ibnu menjelaskan sesuai dengan UU No.18 tahun 2012 tentang pangan, maka pangan ini harus berdaulat, mandiri, dan aman. Untuk itu, Badan Pangan Nasional yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden misalnya bisa mengusulkan agar minyak goreng (migor) diproduksi oleh BUMN, bukan oleh swasta.

BACA JUGA  Tokoh Pendidikan Lampung Berpulang...

“Badan Pangan Nasional, Bulog, Kementan RI, dan BUMN harus memiliki roadmap pangan, agar pangan kita tidak dikendalilkan oleh kartel,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Nevi, jika kenaikan dan kelangkaan harga sembako itu sudah rutin biasanya menjelang ramadhan, menjelang Idul Fitri dan hari-hari besar nasional lainnya. “Setiap tahun ini mestinya bisa diantisipasi 6 bulan sebelum ramadhan sehingga harganya tidak naik dan barangnya tidak langka,” katanya.

jHal yang sama disampaikan Anggota Komisi VI DPR FPKS Nevi Zuairina , kenaikan dan kelangkaan harga sembako itu sudah rutin biasanya menjelang ramadhan, menjelang Idul Fitri dan hari-hari besar nasional lainnya. “Setiap tahun ini mestinya bisa diantisipasi 6 bulan sebelum ramadhan sehingga harganya tidak naik dan barangnya tidak langka,” ujarnya

BACA JUGA  BPN Prabowo-Sandi Minta Debat Berikutnya Tidak Ada Bocoran Soal

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy menegaskan migor tidak masuk dalam Tupoksi Badan Pangan Nasional. Yang di bawah kewenangan Badan Pangan Nasional antara lain; daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur, bawang merah atau putih, telur, cabai besar atau rawit, beras, jagung, kedelai, dan gula. Dimana untuk stok selama Januari – Desember 2022 ini aman.(*)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here