Parlemen Adalah Wadah Memperjuangkan Kemaslahatan Umat, Bangsa Dan Negara

Rabu, 22 Februari 2023 | 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menerima kunjungan audiensi sekitar 15 ustazah yang tergabung dalam Majlis Muzakaroh Ustazah ‘Daru Quthni’ Pimpinan Ustazah Dr Hj Ida Sajidah Dhiyauddin, di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2).

Kepada para ustazah, Pimpinan MPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan bahwa mereka sedang berada di kompleks gedung MPR, DPR dan DPD. Gedung ini sangat terbuka untuk semua elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas, para santri, pelajar, mahasiswa bahkan sampai pelajar SD sudah sering berkunjung ke Rumah Rakyat ini.

Tidak hanya sekedar berkunjung, berwisata, berdialog, anggota Komisi VIII DPR RI FPKS ini juga mengatakan, Rakyat juga bisa datang langsung untuk menyaksikan berbagai proses pembuatan UU di Komisi-Komisi DPR.

“Gedung rakyat ini juga merupakan tempat yang menarik dan penting. Di sinilah ajang atau wadah para wakil rakyat termasuk saya, untuk membela Rakyat dan kedaulatan negara, sekaligus berdakwah memperjuangkan kemaslahatan umat Islam dalam bingkai demokrasi di NKRI,” ujar HNW.

Sebenarnya, lanjut HNW, perjuangan untuk kemaslahatan umat, sudah terjadi sejak lama. Salah satunya, MPR bisa menghadirkan satu koreksi apa yang terjadi pada masa orde baru, dimana pada era itu tidak memungkinkan adanya iman dan takwa serta akhlak yang mulia masuk dalam UUD. Dengan perjuangan, di era Reformasi sekarang ini, ketentuan tentang iman dan takwa serta akhlak yang mulia, sudah masuk dalam Pasal 31 Ayat 3 UUD NRI Tahun 1945.

Baca Juga:  Perangi Penipuan Telekomunikasi, China Bentuk Aliansi

Lebih jauh, Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menjabarkan bahwa perjuangan untuk kemaslahatan umat lainnya adalah, dalam UUD sudah masuk ketentuan tentang keluarga yang sah adalah bagian dari Hak Asasi Manusia. Di sini LGBT tidak akan bisa masuk dalam ketentuan UUD ini, sebab LGBT tidak mungkin bisa membentuk keluarga yang sah yaitu yang diakui oleh agama.

“Perjuangan yang lebih besar lagi adalah, pada saat saya menjabat Ketua MPR, pernah ada tuntutan yang cukup kuat bahkan langsung datang secara khusus menuntut agar TAP MPRS No XXV Tahun 1966 tentang pembubaran PKI dan larangan penyebaran ideologi komunisme, marxisme, leninisme dicabut. Saya bilang, anda datang ke tempat yang salah. Karena TAP itu tidak akan dicabut. Mengapa? karena PKI dan komunisme itu tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 45,” ungkap HNW.

Satu hal lagi yang diperjuangkan di parlemen adalah, UU Tentang Pesantren yang disahkan diakhir masa pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama. Di UU tersebut, ada tiga jenis pesantren yang diakui yakni, Pesantren tradisional, Pesantren modern dan pesantren terpadu, yang memadukan ilmu pengetahuan agama dan umum. Pendidikan pesantren-pesantren itu, disetarakan dengan pendidikan di sekolah-sekolah lainnya dan bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Baca Juga:  Najwa Nur Awalia yang Terpesona Budaya China

“Bahkan, Presiden Jokowi telah menandatangani  Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren (Dana Abadi). Peraturan itu, merupakan aturan lanjutan dari UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren (pasal 49 ayat 2). Sekarang kita masih mengawal untuk realisasi anggarannya. Ini penting, sebab dana abadi tersebut, di antaranya akan dipergunakan untuk memberikan beasiswa kepada santri-santri unggulan, agar bisa melanjutkan pendidikannya. Saat ini, terus kita kawal. Alhandulillah, Kemenag menjanjikan tahun depan Insya Allah sudah bisa dikucurkan,” papar HNW.

Intinya, ditegaskan HNW, banyak hal untuk kemaslahatan umat bisa diperjuangkan di Parlemen. Untuk itu, dukungan umat seperti para ustazah dan para santrinya kepada para wakil rakyat pilihannya adalah satu hal yang sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perjuangan kemaslahatan tersebut.

“Jadi, sangat disayangkan jika umat sampai apatis kepada partai politik, sehingga menjadi golput atau memilih secara asal-asalan. Semestinya pergunakan hak kedaulatan secara bijak dan benar serta tepat untuk kemaslahatan yang lebih besar lagi bagi umat bangsa dan NKRI,” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina
Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta
Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana
HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’
Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur
DPR Mendesak Pemerintah Selamatkan 9 Anak Yang Disandera OPM
DPRD Way Kanan Gelar ‘ Rapat Paripurna Internal”
Optimalkan Potensi Pesisir, Gubernur Mirza Dorong Kawasan Pesisir Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:08 WIB

HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur

Berita Terbaru

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan permukiman Ganim di Tepi Barat. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agu 2026 - 17:42 WIB

#indonesiaswasembada

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:29 WIB

#indonesiaswasembada

Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:27 WIB

Seorang penari menampilkan Tari Topeng Cirebon di salah satu gerbong Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang dikenal sebagai Whoosh, dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Provinsi Jawa Barat saat kereta melaju di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada 19 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:08 WIB

Panitia Pemilihan Rektor Unila

#indonesiaswasembada

Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur

Kamis, 20 Agu 2026 - 14:42 WIB