Pariwisata Lampung Makin Diminati

Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG— Pariwisata Lampung kian diminati. Kinerja di sektor ini memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan UMKM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari–November 2025 jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Provinsi Lampung mencapai 24.702.664 perjalanan. Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 53,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi di Sumatera dan melampaui rata-rata nasional.

Secara nasional, capaian ini menempatkan Lampung masuk dalam 10 destinasi wisata yang diminati wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata. Pada September 2025, Lampung berada di posisi kesembilan nasional dengan 2.159.343 perjalanan wisatawan, bahkan melampaui Bali yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang sama. Dari perspektif regional, Lampung menjadi provinsi tujuan wisata terbesar kedua di Sumatera dengan kontribusi sekitar 13,26 persen terhadap total perjalanan wisatawan nusantara.

Momentum pertumbuhan ini juga tercermin pada periode puncak mobilitas nasional. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Provinsi Lampung tercatat sebagai salah satu dari 10 tujuan favorit wisatawan nasional dengan estimasi kunjungan mencapai sekitar 2,35 juta orang. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan pariwisata Lampung tidak bersifat musiman, melainkan berlangsung secara berkelanjutan.

Kinerja ini langsung berkontribusi nyata bagi perekonomian. Sektor
pariwisata menyumbang Rp.53.110.727.600.000 terhadap Perekonomian Daerah Lampung, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai [74]%, tercepat dalam lima tahun terakhir.

Jika dibandingkan dengan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Lampung TW III 2025. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung mencatat sektor pariwisata menyumbang hampir 6 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung.

Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran wisatawan di Lampung pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp2,15 juta per kunjungan. Perputaran uang ini memberikan dampak luas, khususnya bagi lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya.

Selain itu sektor pariwisata juga berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. BPS Provinsi Lampung mencatat jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024–Agustus 2025 mencapai 4.853 ribu orang, dengan penambahan tenaga kerja terserap sebanyak 65,79 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal, sekaligus berperan dalam menjaga tingkat pengangguran tetap terkendali.

Kinerja pariwisata turut tercermin pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung rata-rata tahun 2024 tercatat sebesar 47,11 persen, sedangkan bulan November 2025, TPK hotel berbintang berada di angka 48,93 persen, sementara non Bintang 25,60%.

Baca Juga:  Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK

Prestasi ini semakin diperkuat dengan pengakuan nasional, di mana Lampung masuk dalam jajaran 10 Destinasi Pariwisata yang diminati utk dikunjungi oleh wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Secara kewilayahan, pergerakan wisatawan masih terpusat di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran. Wilayah-wilayah tersebut menjadi episentrum pariwisata sekaligus pusat perputaran ekonomi daerah, didukung oleh destinasi unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung Setia, serta berbagai destinasi wisata alam dan bahari lainnya.

Kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, diperkuat dengan dukungan penyelenggaraan berbagai event unggulan seperti Krakatau Festival dan Lampung Festival, serta pengembangan sport tourism melalui ajang Krakatau Run, menjadi fondasi penting dalam mendorong daya saing dan keberlanjutan sektor pariwisata Lampung.

Secara makro, kinerja sektor pariwisata Lampung sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pariwisata telah berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya mendorong peningkatan kunjungan, sektor ini juga memperkuat struktur ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, serta menggerakkan UMKM sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat Lampung. (**)

 

Bandar Lampung — Sektor pariwisata Provinsi Lampung mencatat kinerja impresif sepanjang tahun 2025 dan semakin menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang kuat dan konsisten tidak hanya mengangkat posisi Lampung dalam peta pariwisata nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan UMKM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari–November 2025 jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Provinsi Lampung mencapai 24.702.664 perjalanan. Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 53,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi di Sumatera dan melampaui rata-rata nasional.

Secara nasional, capaian ini menempatkan Lampung masuk dalam 10 destinasi wisata yang diminati wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata. Pada September 2025, Lampung berada di posisi kesembilan nasional dengan 2.159.343 perjalanan wisatawan, bahkan melampaui Bali yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang sama. Dari perspektif regional, Lampung menjadi provinsi tujuan wisata terbesar kedua di Sumatera dengan kontribusi sekitar 13,26 persen terhadap total perjalanan wisatawan nusantara.

Momentum pertumbuhan ini juga tercermin pada periode puncak mobilitas nasional. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Provinsi Lampung tercatat sebagai salah satu dari 10 tujuan favorit wisatawan nasional dengan estimasi kunjungan mencapai sekitar 2,35 juta orang. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan pariwisata Lampung tidak bersifat musiman, melainkan berlangsung secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Pimpinan DPR Minta Basarnas Kembali Lanjutkan Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak Kapal Yang Hilang

Kinerja ini langsung berkontribusi nyata bagi perekonomian. Sektor
pariwisata menyumbang Rp.53.110.727.600.000 terhadap Perekonomian Daerah Lampung, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai [74]%, tercepat dalam lima tahun terakhir.

Jika dibandingkan dengan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Lampung TW III 2025. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung mencatat sektor pariwisata menyumbang hampir 6 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung.

Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran wisatawan di Lampung pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp2,15 juta per kunjungan. Perputaran uang ini memberikan dampak luas, khususnya bagi lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya.

Selain itu sektor pariwisata juga berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. BPS Provinsi Lampung mencatat jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024–Agustus 2025 mencapai 4.853 ribu orang, dengan penambahan tenaga kerja terserap sebanyak 65,79 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal, sekaligus berperan dalam menjaga tingkat pengangguran tetap terkendali.

Kinerja pariwisata turut tercermin pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung rata-rata tahun 2024 tercatat sebesar 47,11 persen, sedangkan bulan November 2025, TPK hotel berbintang berada di angka 48,93 persen, sementara non Bintang 25,60%.

Prestasi ini semakin diperkuat dengan pengakuan nasional, di mana Lampung masuk dalam jajaran 10 Destinasi Pariwisata yang diminati utk dikunjungi oleh wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Secara kewilayahan, pergerakan wisatawan masih terpusat di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran. Wilayah-wilayah tersebut menjadi episentrum pariwisata sekaligus pusat perputaran ekonomi daerah, didukung oleh destinasi unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung Setia, serta berbagai destinasi wisata alam dan bahari lainnya.

Kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, diperkuat dengan dukungan penyelenggaraan berbagai event unggulan seperti Krakatau Festival dan Lampung Festival, serta pengembangan sport tourism melalui ajang Krakatau Run, menjadi fondasi penting dalam mendorong daya saing dan keberlanjutan sektor pariwisata Lampung.

Secara makro, kinerja sektor pariwisata Lampung sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pariwisata telah berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya mendorong peningkatan kunjungan, sektor ini juga memperkuat struktur ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, serta menggerakkan UMKM sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat Lampung.[]


Penulis : Rudy Alfian


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : Pariwisata Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah
Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia
Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS
Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng
Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi
APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T
Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah
SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Berita Terbaru

Personel militer Israel melakukan operasi di Kota Qabatiya, sebelah selatan Kota Jenin, Tepi Barat belum lama ini (Xinhua)

Berita Utama

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:59 WIB

Berita Utama

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:20 WIB

PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Xinhua)

Berita Utama

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:25 WIB

Noor Sona Maesana Mushonnif, staf khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memberi pidato pada acara Dialog Global South: Forum Meja Bundar Tiongkok-Indonesia di Jakarta, 19 Oktober, 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:23 WIB