Neng Eem: Cinta Tanah Air Adalah Sebagian Dari Pada Iman

Senin, 28 Maret 2022 | 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

CIANJUR – Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) MPR RI Hj. Neneng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengingatkan, potensi perpecahan bangsa Indonesia sangat besar. Ini terjadi karena Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

Apalagi, jumlah kelompok yang merongrong persatuan semakin banyak. Karena itu Neng Eem mengajak jajaran pengurus Perempuan Bangsa Kabupaten Cianjur Jawa Barat, meneruskan cita-cita para pendiri bangsa, dengan menjadi agen persatuan dan kebangsaan.

“Bagi Bangsa Indonesia, keragaman, itu adalah sunatullah. Karena itu kita perlu menjaga persatuan dan kesatuan, sebagaimana perintah Rasulullah yang berbunyi hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air, itu adalah sebahagiaan dari iman,” kata Neng Eem menambahkan.

Pernyataan itu disampaikan Neng Eem saat tampil menjadi pembicara pada acara Sarasehan Kehumasan MPR RI Menyapa Sabahat Kebangsaan, kerjasama MPR dengan Perempuan Bangsa Kabupaten Cianjur. Acara tersebut berlangsung di Wisma Kemnaker Cianjur, Jawa Barat, Minggu (27/3).

Ikut hadir pada acara tersebut Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jendral MPR RI Siti Fauziah SE, MM. Serta Ketua Perempuan Bangsa Kabupaten Cianjur Hj. Nyi Mas Enan. Tema yang dibahas pada sarasehan itu adalah “Perempuan Merajut Asa Untuk Masa Depan”.

Baca Juga:  Upaya Xi Jinping Jembatani Hubungan Tiongkok-AS

Hubbul Wathan minal iman, kata Neng Eem dalam prakteknya terbagi menjadi tiga. Yaitu Ukhuwah Basariyah atau persaudaraan sesama umat manusia. Artinya semua manusia di muka bumi adalah saudara, yang harus saling menghormati dan menyayangi. Tidak dibatasi wilayah negara manapun. Ukhuwah Basariyah mengakui bahwa setiap manusia merupakan makhluk tuhan yang diciptakan Allah SWT.

“Kedua adalah Ukhuwah Islamiah. Di manapun umat Islam berada, dia adalah saudara, meski di tempat yang jauh maupun beda pilihan politik dari kita. Lalu Ukhuwah Wathaniyah yaitu saudara sebangsa dan setanah air. Terlepas apapun Suku, agama dan asal-usulnya, mereka adalah saudara. Cinta tanah air, adalah kodratnya manusia. Tidak ada orang yang bisa hidup terlepas dari tanah dan air,” kata Neng Eem lagi.

Sepantasnya, kata Neng Eem, jika bangsa Indonesia memiliki keyakinan bahwa NKRI adalah harga mati. Karena bentuk negara NKRI adalah yang paling cocok buat bangsa Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan sesuai undang-undang yang berlaku. Tidak dipraktekkan secara serampangan atau malah mengadu domba.

Baca Juga:  Wamenkes RI: Pengobatan TBC Lampung No 1 se-Indonesia

“Jangan lagi ada yang mempertentangkan antara Islam dan Pancasila atau Al Qur’an dan UUD NRI Tahun 1945. Jangan pula, mengkafirkan pihak lain yang tidak sejalan hanya karena beda pandangan politik. Kita tidak boleh membiarkan peristiwa di pakistan, pengambil alihan secara paksa pemerintahan yang sah oleh kelompok Taliban,” kata Neng Eem menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Dan Sistem Informasi MPR RI Siti Fauziah mengatakan, kaum perempuan memiliki peran besar dalam membangun peradaban. Karena perempuanlah yang pertama kali memberikan pendidikan dan kasih sayang kepada anak-anaknya.

Karena itu Siti Fauziah mengingatkan agar para ibu tetap memperhatikan tugasnya sebagai orangtua, meski banyak kegiatan yang harus diikuti. Dan tetap mengawasi perkembangan anak-anaknya disetoap perkembangan.

“Saya percaya, ibu-ibu bisa melaksanakan tugasnya. Terbukti banyak kaum perempuan yang membawa anaknya, saat mereka bekerja ataupun melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Jangan pernah menyerah dan tetap bersemangat,” kata Siti Fauziah lagi. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli
Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama
Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan
Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?
Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader
Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:05 WIB

Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 20:54 WIB

Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas

Sabtu, 26 September 2026 - 20:47 WIB

Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Sabtu, 26 September 2026 - 17:54 WIB

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 September 2026 - 05:42 WIB

Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?

Berita Terbaru

Sejumlah warga melintasi dasar waduk yang telah mengering akibat kemarau panjang di Waduk Tandon Krisak di Desa Singodutan, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, pada 25 September 2026. (Xinhua)

Lainnya

Kemarau, Waduk Tandon Krisak Kering Kerontang

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:27 WIB

Wakil Gubernur  Jihan saat memberikan motivasi dalam kegiatan Gerakan Ekonomi Kebersamaan Komunitas Megapro Affiliate PT Garuda Mas Anugerah (GMA) di Auditorium Politeknik Kesehatan Bandar Lampung, Sabtu (26/9).

Berita Utama

Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:54 WIB

 Seminar Pekan Tuli Internasional Tahun 2026 yang mengusung tema

Berita Utama

Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:47 WIB


PUTRA Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah), Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026. (Saudi Press Agency/Xinhua)

Berita Utama

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:54 WIB