Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Muscab ke-IV Partai Demokrat (PD) di Bandar Lampung menuai protes keras dari sejumlah Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PD Kabupaten Lampura, pasalnya 8 dari 23 Hak suara diwilayah Kecamatan setempat dianulir.

Aliansi 13 DPAC PD Kabupaten Lampura menyatakan walk out (WO) dalam muscab ke-IV se-provinsi Lampung di Balai Krakatau Bandar Lampung, Senin, (21/3). Mereka mengungkapkan kekecewaannya melalui surat penyampaian sikap yang disampaikan kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Ketua DPD PD Provinsi Lampung dengan ditandatangani diatas materai.

Dalam isi surat tersebut, mereka merasa tidak ada keadilan dalam muscab yang dibuktikan dengan 8 suara DPAC tidak diberikan hak suara dan tidak diverifikasi oleh panitia penyelenggara. Dukungan suara yang dilabuhkan kepada Herwan Mega, salah satu calon ketua DPC PD Kabupaten Lampura.

“Kami menyayangkan hal tersebut, seperti ada pengkondisian disana. Dalam pemilihan ketua DPC PD Lampura, ada 8 DPAC yang tidak diberikan hak suara. Atas dasar itu, akhirnya kami sepakat untuk walk out (WO) karena tidak sesuai dengan AD ART partai,” sesal salah satu kader Demokrat yang enggan disebutkan namanya, Senin, (21/3) petang.

Baca Juga:  Polda Lampung Terima Tiga Anugerah Reksa Bandha

Sementara itu, Yusrizal saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Muscab ini dirinya sengaja tidak mengikuti kegiatan. Menurutnya pelaksanaan muscab tersebut tidak berdasarkan AD/ART partai dan terjadi inskonstitusi. ”Menurut kami pelaksanaan Muscab PD ini tidak benar, saya tidak mengikuti, termasuk pak Herwan Mega juga mundur,” kata Yusrizal.

Kedepan, sambung Yusrizal, Ia akan mengambil langkah untuk bermusyawarah dengan para kader demokrat lainnya guna menyikapi persoalan ini. ”Itulah alasan kita tidak mengikuti Muscab, saya tidak mendaftar karena saya tau akan terjadi seperti apa, karena banyak kejanggalan disana. Secepatnya kita akan bermusyawarah dengan kawan-kawan yang sudah berjuang dengan partai demokrat tapi hak mereka malah diabaikan,” tandasnya.

Terpisah, Wansori saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, meski dalam keadaan aktif, namun tak ada jawaban. Begitu pula dengan pesan Whatsapp yang dikirimkan, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban. ##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini