Menteri PPA Berinisiatif “Menukar” Korban dari Perempuan ke Laki-Laki. Gile Luh

Jumat, 1 Mei 2026 | 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENTERI  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi belakangan ini menjadi sorotan negatif setelah ia mengusulkan agar gerbong khusus wanita pada KRL dipindahkan ke bagian tengah, bukan lagi di ujung atau di depan.

Usulan itu muncul setelah tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menyebabkan seluruh korban berasal dari gerbong wanita.

Pernyataan Menteri PPA ini menurut hemat saya “memindahkan” calon korban berikutnya dari perempuan ke laki-laki. Sepertinya pandangan Arifah bukan solusi dan faktanya menuai kritik-meski sudah minta maaf. Arifah ketelanjuran menampakkan dirinya kurang cerdas.

Semestinya dalam situasi darurat, prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa, bukan memisahkan penumpang berdasarkan jenis kelamin. Pernyataan itu mungkin tidak tepat dan tidak sensitif terhadap kondisi korban.

Baca Juga:  Korve PKOR Way Halim Jadi Momentum Pembenahan Kawasan dan Ruang Publik

Kasus tabrakan kereta semestinya menjadi momentum untuk mencari solusi jangka panjang yang berorientasi pada penyelamatan nyawa manusia. Ini bukan hanya soal menangani korban, tapi juga mencegah kejadian serupa terjadi lagi di masa depan.

Pemerintah dan pihak terkait harus melakukan investigasi menyeluruh, meningkatkan sistem keamanan kereta, dan memperbaiki infrastruktur untuk memastikan keselamatan penumpang. Kita cermati temuan KNKT!.

Belasan korban akibat kecelakaa. di Bekasi Timur ini. Korban luka tersebar di beberapa rumah sakit di Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Primaya, dan RS Siloam Bekasi Timur. PT KAI menanggung biaya pengobatan, asuransi, dan pemakaman bagi korban ¹.

Baca Juga:  Dunia Kedokteran dan Tanaman Rempah Emak-Emak

Evaluasi menyeluruh sistem transportasi kereta api sangat diperlukan, terutama setelah insiden tabrakan kereta di Bekasi. Beberapa hal yang harus dicermati misalnya:

Sistem sinyal dan komunikasi
Prosedur operasional
Keamanan dan keselamatan
Pemeliharaan infrastruktur
Pelatihan petugas

Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan meningkatkan keselamatan penumpang.  Bukan “menukar” korban berikutnya. Dari perempuan ke laki-laki. Gile luh…


Penulis : Doel Remos


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Opini

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

PT PLN Dukung Tekwondoin Indonesia ke Uzbekistan
Membangun dengan Hutang
Keren, KADIN Sumsel Dorong Kopi Pagaralam Mendunia
Lestari Moerdijat: Hasil Riset Harus Tingkatkan Kesejahteraan
May Day 2026, Polres Mesuji Do’a Bersama dan Santuni Yatim Piatu
Sujatmiko: Evaluasi Sistem Transportasi KAI
Dosen Kehutanan Dampingi Siswa Mengenal Flora Sumatera
Marindo Kukuhkan Pengurus Korpri Way Kanan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:11 WIB

PT PLN Dukung Tekwondoin Indonesia ke Uzbekistan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:48 WIB

Membangun dengan Hutang

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:04 WIB

Menteri PPA Berinisiatif “Menukar” Korban dari Perempuan ke Laki-Laki. Gile Luh

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:46 WIB

Keren, KADIN Sumsel Dorong Kopi Pagaralam Mendunia

Kamis, 30 April 2026 - 21:24 WIB

Lestari Moerdijat: Hasil Riset Harus Tingkatkan Kesejahteraan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

PT PLN Dukung Tekwondoin Indonesia ke Uzbekistan

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:11 WIB

#indonesiaswasembada

Membangun dengan Hutang

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:48 WIB

#indonesiaswasembada

Keren, KADIN Sumsel Dorong Kopi Pagaralam Mendunia

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:46 WIB

#indonesiaswasembada

Lestari Moerdijat: Hasil Riset Harus Tingkatkan Kesejahteraan

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:24 WIB