MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi belakangan ini menjadi sorotan negatif setelah ia mengusulkan agar gerbong khusus wanita pada KRL dipindahkan ke bagian tengah, bukan lagi di ujung atau di depan.
Usulan itu muncul setelah tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menyebabkan seluruh korban berasal dari gerbong wanita.
Pernyataan Menteri PPA ini menurut hemat saya “memindahkan” calon korban berikutnya dari perempuan ke laki-laki. Sepertinya pandangan Arifah bukan solusi dan faktanya menuai kritik-meski sudah minta maaf. Arifah ketelanjuran menampakkan dirinya kurang cerdas.
Semestinya dalam situasi darurat, prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa, bukan memisahkan penumpang berdasarkan jenis kelamin. Pernyataan itu mungkin tidak tepat dan tidak sensitif terhadap kondisi korban.
Kasus tabrakan kereta semestinya menjadi momentum untuk mencari solusi jangka panjang yang berorientasi pada penyelamatan nyawa manusia. Ini bukan hanya soal menangani korban, tapi juga mencegah kejadian serupa terjadi lagi di masa depan.
Pemerintah dan pihak terkait harus melakukan investigasi menyeluruh, meningkatkan sistem keamanan kereta, dan memperbaiki infrastruktur untuk memastikan keselamatan penumpang. Kita cermati temuan KNKT!.
Belasan korban akibat kecelakaa. di Bekasi Timur ini. Korban luka tersebar di beberapa rumah sakit di Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Primaya, dan RS Siloam Bekasi Timur. PT KAI menanggung biaya pengobatan, asuransi, dan pemakaman bagi korban ¹.
Evaluasi menyeluruh sistem transportasi kereta api sangat diperlukan, terutama setelah insiden tabrakan kereta di Bekasi. Beberapa hal yang harus dicermati misalnya:
Sistem sinyal dan komunikasi
Prosedur operasional
Keamanan dan keselamatan
Pemeliharaan infrastruktur
Pelatihan petugas
Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan meningkatkan keselamatan penumpang. Bukan “menukar” korban berikutnya. Dari perempuan ke laki-laki. Gile luh…
Penulis : Doel Remos
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Opini
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.














