Membangun dengan Hutang

Jumat, 1 Mei 2026 | 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Doel Remos
HUTANG dapat menjadi alat untuk mempercepat pembangunan, tapi juga bisa menjadi beban yang berat jika tidak dikelola dengan baik. Ketika hutang digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang produktif dan meningkatkan kapasitas ekonomi, maka itu bisa membuka peluang baru.

Namun, jika hutang digunakan untuk membiayai konsumsi atau proyek yang tidak produktif, maka itu akan menambah beban bagi generasi mendatang. Indonesia telah mengalami pengalaman pahit dengan hutang yang besar, sehingga penting untuk berhati-hati dalam mengelola hutang.

Pemerintah harus memastikan bahwa hutang digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang strategis dan meningkatkan kapasitas ekonomi, serta memiliki rencana yang jelas untuk membayar hutang tersebut. Jika tidak, maka hutang akan menjadi beban yang berat bagi negara dan masyarakat.

Hutang Republik Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp 833,96 triliun, yang merupakan puncak tertinggi dalam siklus pembayaran utang selama periode 2025-2036. Ini menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan fiskal negara dan menuntut pemerintah untuk merancang strategi pembiayaan yang cermat.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Minta Fatayat Perkuat Kualitas SDM

Beberapa faktor yang mempengaruhi hutang Indonesia pada 2026 adalah:

Beban Utang Jatuh Tempo: Rp 833,96 triliun, yang merupakan akumulasi dari kebijakan pembiayaan di masa lalu.

Bunga Utang: Hampir Rp 600 triliun, yang terdiri dari Rp 538,7 triliun untuk utang dalam negeri dan Rp 60,72 triliun untuk utang luar negeri.

Utang Luar Negeri: Januari 2026 tercatat sebesar 434,7 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan 1,7% (yoy).

Pemerintah telah mengambil langkah antisipasi, seperti strategi front-loading dan penerbitan obligasi global senilai US$ 2,7 miliar pada awal 2026, untuk mengamankan likuiditas. Namun, langkah ini membawa konsekuensi biaya utang yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Perkuat Tata Organisasi untuk Pemerintahan Efektif dan Berintegritas

Sementara itu; beban hutang pembangunan Lampung hingga 2026 belum diperoleh secara pasti besarannya. Meski kabar menggembirakan perekonomian Provinsi Lampung pada 2026 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 5,0–5,7%, akibat dukungan dan kinerja aparat di lapanga.

Kedengarannya paradoks dengan situasi yang sesungguhnya. Dari informasi yang diperoleh-boleh di koreksi, pembangunan jalan yang sedang galak dilakukan dananya berasal dari hutang 1 Triliun. Sah-sah saja dan dibenarkan. Karena desakan infrastruktur di Lampung sudah klimaks.

Tugas berat yang harus dilakukan oleh Pemprov Lampung adalah menjaga harmonisasi pelayanan ke masyarakat agar lebih baik-meski efisiensi terus dilakukan. Mudah-mudahan semangat ini terus dilakukan pimpinan daerah tercinta. Wallahuwa’lam bissowab. Tabik.[]


Penulis : Doel Remos


Editor : Desty


Sumber Berita : Doel Remos

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Daniel Priyadinata Bantah Isu Bakal Maju Jadi Ketua DPC Demokrat Lampung Utara
Kajari Lampung Selatan Serahkan Penetapan Perwalian, Dinas Sosial Kawal Hak Delapan Anak Yayasan Bussaina Lampung
KPK OTT Kasus HGB Di Bogor Sita Uang Tunai Ratusan Miliar Rupiah
Iran Sebut Supertanker Meledak Usai Hantam Ranjau Laut di Hormuz
720.000 Pelajar Palestina Kehilangan Akses Pendidikan
20 Lebih Pejabat Desa Indonesia Jajaki Kopi Yunnan
Wisman Malaysia Suka Whoosh, Penumpang Capai 1.150/Hari
Tim SAR Di Hari Kedelapan Persempit Pencarian Jurnalis Yang Hilang

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:14 WIB

Daniel Priyadinata Bantah Isu Bakal Maju Jadi Ketua DPC Demokrat Lampung Utara

Selasa, 15 September 2026 - 13:06 WIB

Kajari Lampung Selatan Serahkan Penetapan Perwalian, Dinas Sosial Kawal Hak Delapan Anak Yayasan Bussaina Lampung

Selasa, 15 September 2026 - 11:37 WIB

KPK OTT Kasus HGB Di Bogor Sita Uang Tunai Ratusan Miliar Rupiah

Selasa, 15 September 2026 - 11:03 WIB

Iran Sebut Supertanker Meledak Usai Hantam Ranjau Laut di Hormuz

Selasa, 15 September 2026 - 10:57 WIB

720.000 Pelajar Palestina Kehilangan Akses Pendidikan

Berita Terbaru

Oplus_131072

#indonesiaswasembada

Daniel Priyadinata Bantah Isu Bakal Maju Jadi Ketua DPC Demokrat Lampung Utara

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB

#indonesiaswasembada

KPK OTT Kasus HGB Di Bogor Sita Uang Tunai Ratusan Miliar Rupiah

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:37 WIB

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Iran Sebut Supertanker Meledak Usai Hantam Ranjau Laut di Hormuz

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:03 WIB

Para siswa mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Pendidikan Al-Shamal, yang terletak hanya 100 meter dari

#indonesiaswasembada

720.000 Pelajar Palestina Kehilangan Akses Pendidikan

Selasa, 15 Sep 2026 - 10:57 WIB