Fenomena tersebut menunjukkan bahwa KKP belum cukup optimal melakukan pengawasan secara intensif dan menjangkau seluruh wilayah perikanan tangkap di Indonesia,” jelas Hery.
Selanjutnya Ombudsman juga menemukan fakta di lapangan bahwa edukasi dan bimbingan teknis kepada nelayan atau pelaku usaha maupun petugas di daerah masih sangat kurang.
Di samping itu, belum semua pelabuhan perikanan menyediakan gerai layanan perikanan tangkap yang berfungsi untuk memfasilitasi nelayan, pelaku usaha perikanan dalam proses migrasi perizinan dan sebagai tempat pengaduan atau tanya jawab terkait kebijakan PIT berbasis kuota dan zona.
Ombudsman juga menyoroti permasalahan tata kelola BBM bersubsidi untuk nelayan.
“Permasalahan BBM bersubsidi untuk nelayan bukan saja terkait dengan pasokan dan rantai distribusi, namun permasalahan dari sektor hulu ke hilir yang perlu pembenahan. Apabila permasalahan BBM bersubsidi masih belum dapat diselesaikan, terutama soal pemerataan pasok, maka kewajiban untuk melakukan pembongkaran di pelabuhan perikanan setempat tidak dapat maksimal dilaksanakan,” terang Hery.
Ombudsman menemukan masih banyaknya perizinan pada sektor perikanan tangkap bahkan aplikasi yang digunakan lebih dari satu. Nelayan dan pelaku usaha juga mengeluhkan adanya pungutan seperti biaya tambatan, biaya bongkar dan PNBP yang semakin lama semakin besar.
Ombudsman memberikan saran kebijakan di antaranya, pada aspek regulasi, Ombudsman mendorong urgensi konsultasi publik dalam merancang regulasi dan penyusunan kebijakan terkait PIT dengan mengoptimalkan pelibatan seluruh pemangku kepentingan secara aktif.
1 2 3 4 Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya




![HUTAN menjadi satu kebutuhan. Akankah Indonesia masih akan memiliki Hutan lestari? [Net/Ist]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Hutan-kah-225x129.jpg)
![Kepala Kapolres Mesuji melaksanakan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh titik pengamanan dan jalur yang akan dilalui rombongan, kamis (25/06/26) [Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-09.09.02-225x129.jpeg)
![ALIH FUngsi sawah-hutan menjadi pemukiman mengancam hidup orang banyak. DPR minta pemerintah jangan serampangan soal alih fungsi lahan. [Net/ist]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Hutan-digasak-225x129.jpg)
![PELANTIKAN Jaringan Media SIber Indonesia (JMSI) Riau Perioide 2025-2030. Dheni Kurnia kembali pimpin JMSI Riau untuk periode kali kedua. [JMSI/Ist]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/jmsi-riau-225x129.jpg)


![HUTAN menjadi satu kebutuhan. Akankah Indonesia masih akan memiliki Hutan lestari? [Net/Ist]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Hutan-kah-129x85.jpg)
![Kepala Kapolres Mesuji melaksanakan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh titik pengamanan dan jalur yang akan dilalui rombongan, kamis (25/06/26) [Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-26-at-09.09.02-129x85.jpeg)
![ALIH FUngsi sawah-hutan menjadi pemukiman mengancam hidup orang banyak. DPR minta pemerintah jangan serampangan soal alih fungsi lahan. [Net/ist]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Hutan-digasak-129x85.jpg)
![PELANTIKAN Jaringan Media SIber Indonesia (JMSI) Riau Perioide 2025-2030. Dheni Kurnia kembali pimpin JMSI Riau untuk periode kali kedua. [JMSI/Ist]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/jmsi-riau-129x85.jpg)



