Kurs Rupiah Melemah, Marinus Gea: Belanja Negara Harus Prioritaskan yang Penting

Selasa, 30 April 2024 | 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akhir-akhir ini kian melemah di level Rp16.200 per USD. Menyoroti hal itu, Anggota Komisi XI DPR RI Marinus Gea mendorong pemerintah dapat menerapkan belanja negara yang punya prioritas penting.

“Tindakan internal kita saat ini harus berhemat. Jadi hindari pembelanjaan (belanja negara) yang tidak penting,” sebutnya ditemui saat kunjungan kerja reses Komisi XI di Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/4). Menurutnya, pemerintah harus jeli melihat pos anggaran mana saja yang perlu berhemat.

Baca Juga:  JMSI Tuba Gelar Diskusi Cegah Bullying

Legislator Dapil Banten III ini turut mengomentari soal upaya peningkatan daya beli masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu turut serta mengendalikan daya beli agar sinkron dengan strategi penghematan dan penstabilan nilai tukar rupiah terhadap USD.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 6,25%. Marinus menilai, upaya menaikkan suku bunga memang tidak mudah. Ia melihat langkah bank sentral itu merupakan upaya jangka pendek dan menengah dalam menghadapi lonjakan nilai tukar USD.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat, Mitigasi Diperkuat

Selain langkah internal, Marinus turut mendorong pemerintah dapat berpartisipasi menggaungkan stabilitas global di forum internasional. “Sebab faktanya, konflik regional seperti di Timur Tengah akhir-akhir ini, lalu Rusia-Ukraina yang terus berlanjut, memang mempengaruhi,” kata Politisi PDI-Perjuangan ini.

Ia mendorong pemerintah dapat menggunakan politik luar negeri dalam mengkampanyekan perdamaian. Sebab kondisi saat ini sebaiknya tidak dibiarkan. “Bukan hanya pemodal dan pengusaha yang terkena dampak. Kurs melemah ada kekhawatiran inflasi tinggi dan ekonomi mengalami pelemahan,” tukasnya.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Soal Polemik Komplek Griya Sukarame, Warga Surati Walikota
JMSI Tuba Gelar Diskusi Cegah Bullying
Sumpah Pemuda 2026, Firman Ingatkan Ancaman Digital dan Narkoba
Demo 28 Oktober , KSPI Ingatkan Buruh Hindari Kerusuhan
Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi
Pemkab Mesuji dan TNI Bangun Jembatan Garuda Merah Putih di RJU
Elfianah Minta Pelayanan Perizinan di Mesuji Transparan
Uji Coba Prasmanan, SPPG Abung Semuli Sajikan Makanan Hangat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Soal Polemik Komplek Griya Sukarame, Warga Surati Walikota

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:31 WIB

JMSI Tuba Gelar Diskusi Cegah Bullying

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Sumpah Pemuda 2026, Firman Ingatkan Ancaman Digital dan Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Demo 28 Oktober , KSPI Ingatkan Buruh Hindari Kerusuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi

Berita Terbaru

Berita Utama

Soal Polemik Komplek Griya Sukarame, Warga Surati Walikota

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:39 WIB

Berita Utama

JMSI Tuba Gelar Diskusi Cegah Bullying

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:31 WIB

Berita Utama

Sumpah Pemuda 2026, Firman Ingatkan Ancaman Digital dan Narkoba

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:25 WIB

Berita Utama

Demo 28 Oktober , KSPI Ingatkan Buruh Hindari Kerusuhan

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:21 WIB