“Kita Punya Polisi, TNI, Imigrasi, Kok TPPO Masih Terjadi”

Selasa, 26 Mei 2026 | 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPPO

TPPO

ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Ali Mazi menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan peningkatan kesadaran aparat dalam menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang hingga kini masih marak terjadi. Menurutnya, Indonesia sebenarnya telah memiliki perangkat hukum, kelembagaan, dan aparatur yang memadai tapi masih terjadi TPPO.

“Persoalan perdagangan orang ini sudah menjadi momok di tengah masyarakat. Padahal menurut hemat saya, mestinya hal seperti ini tidak boleh terjadi,” tegas Ali Mazi saat wawancara di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama Ditjen Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Ditjen Imigrasi, LPSK, dan Komnas Perempuan di Ruang Rapat Komisi XIII, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:  Masyarakat Diujung Desa pun Berhak Hidup Terang

Legislator Fraksi Partai NasDem tersebut menegaskan bahwa aparat yang diberikan kewenangan oleh negara harus mampu menjalankan tugas secara optimal dan penuh tanggung jawab, tidak hanya sebatas menyampaikan data dan laporan dalam setiap rapat.

Maka, Ali Mazi pun mempertanyakan masih terjadinya TPPO di tengah banyaknya institusi penegak hukum dan aparat yang memiliki data serta perangkat pengawasan. “Kita punya kepolisian, TNI, imigrasi, semua punya data dan intelijen. Maka pertanyaannya, kenapa perdagangan orang masih terjadi?” katanya.

Baca Juga:  Timwas Haji 2026 Temukan, Kamar Jamaah Haji Diisi 5 Orang

Ia juga menyoroti bahwa korban TPPO umumnya berasal dari daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Oleh sebab itu, Pemerintah didorong memperkuat tata kelola sumber daya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar praktik perdagangan orang dapat ditekan.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

HAJI 2026: Dugaan Pungli Tawaf di Makkah Terus Mencuat
HAJI 2026: 7.488 Jemaah Gunakan Kursi Roda
HAJI 2026: Terlambat, Sarapan Pagi Diganti Mie Instan Jelang Wukuf
JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media
Penerapan Delay System Mudik Lebaran 2026 di Ruas Tol Bakter Diusulkan Raih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti
Gubernur Lampung Apresiasi Pansus DPRD atas Pendalaman Substansi LKPJ Tahun Anggaran 2025
Lampung Bangun Ekosistem Pembayaran Digital untuk Pelayanan Publik
Jelang Puncak Ibadah Haji, Jama’ah Indonesia Akan Bertahap menuju Arafah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:12 WIB

HAJI 2026: Dugaan Pungli Tawaf di Makkah Terus Mencuat

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:57 WIB

“Kita Punya Polisi, TNI, Imigrasi, Kok TPPO Masih Terjadi”

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:20 WIB

HAJI 2026: 7.488 Jemaah Gunakan Kursi Roda

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:51 WIB

HAJI 2026: Terlambat, Sarapan Pagi Diganti Mie Instan Jelang Wukuf

Senin, 25 Mei 2026 - 18:16 WIB

JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media

Berita Terbaru

tawaf

#indonesiaswasembada

HAJI 2026: Dugaan Pungli Tawaf di Makkah Terus Mencuat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:12 WIB

TPPO

#indonesiaswasembada

“Kita Punya Polisi, TNI, Imigrasi, Kok TPPO Masih Terjadi”

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kerja Panitia Haji Harus Lebih BaiK

#indonesiaswasembada

HAJI 2026: 7.488 Jemaah Gunakan Kursi Roda

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:20 WIB

Arafah

#indonesiaswasembada

HAJI 2026: Terlambat, Sarapan Pagi Diganti Mie Instan Jelang Wukuf

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:51 WIB

#indonesiaswasembada

JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media

Senin, 25 Mei 2026 - 18:16 WIB