Gubernur Lampung Dianugerahi Tongkat Pusaka dan Lencana Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak

Kamis, 9 Juli 2026 | 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Sandang Gelar Adat Suntan Tihang Marga dari Paksi Pak Sekala Bekhak/istimewa.[De]

Gubernur Lampung Sandang Gelar Adat Suntan Tihang Marga dari Paksi Pak Sekala Bekhak/istimewa.[De]

.LAMPUNGBARAT –Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi menjadi begian dari Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak Lampung Barat dalam prosesi Angkon Muakhi atau pengakuan bersaudara berlangsung sakral di Lamban Gedung, Pekon (Desa) Balak kecamatan Batu Brak, Rabu 9 Juli 2026.

Proses Angkon Muakhi ikut dihadiri oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus serta Wakil Bupati Mad Hasnurin.

Paduka Yang Mulia Sai Batin Puniakan Dalom Beliau (PYM SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong Gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 secara resmi mengangkat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebagai saudara Sultan dalam lingkungan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong.

Dalam prosesi adat tersebut, Gubernur Rahmat Mirzanu Djausal yang bergelar Suntan Tihang Marga dikukuhkan sebagai Bangsawan Kerajaan, Jamma Balak ni Sai Batin atau Orang Besar di Kerajaan.

Ketua DPD Gerindra Lampung itu juga dianugerahi Tongkat Pusaka Bindung Langit, Lencana Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, dan Lencana Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Baca Juga:  Satelit Lampung-1, Selangkah Maju

Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau (PYM SPDB) Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, menjelaskan makna penting dari prosesi ini.

“Keberadaan Paksi Pak Sekala Bekhak terdiri dari empat kepaksian yakni Kepaksian Pernong, Kepaksian Buay Bejalan Diway, Kepaksian Buay Belunguh, Kepaksian Nyerupa. Empat kepaksian ini memiliki kedudukan yang sama dan memiliki wilayah masing-masing,” kata beliau.

Lebih lanjut, Edward Syah menegaskan bahwa Angkon Muakhi ini bukan sekadar kegiatan seremonial namun sebuah bentuk rasa untuk menyatukan keguyuban yang akan diteruskan hingga generasi mendatang.

“Angkon muakhi ini adalah sebuah bentuk rasa untuk menyatakan hubungan yang guyup dan dekat untuk diteruskan dari generasi ke generasi. Tongkat yang kita berikan tadi bukan merupakan kebetulan, tongkat tadi memiliki makna dan nilai,” ujar Pangeran Edward Syah Pernong.

Usai menerima gelar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan terima kasih atas kehormatan besar dari Kepaksian Pernong.

Baca Juga:  Malam Seni Maroko-Indonesia: Merajut Harmoni Peradaban

“Bagi saya pribadi ini merupakan sebuah amanah yang harus terus dijaga, antara pemerintah dan pemangku adat,” ujar Gubernur.

Gubernur Lampung menegaskan, ke depan setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung akan diselaraskan dengan falsafah leluhur.

“Dengan adanya anugerah ini, dalam mengambil kebijakan harus diselaraskan dengan falsafah leluhur. Ke depan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat budaya Lampung agar tetap lahir dan berkembang di Lampung,” katanya.

Menurutnya, Kepaksian Pernong memiliki nilai strategis sebagai pilar pelestarian budaya.

“Kepaksian Pernong ini wadah untuk menjaga identitas daerah dan memperkuat jati diri di tengah majunya zaman. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dengan pemangku adat akan mampu menarik wisata budaya. Lampung Barat ini kabupaten yang berkomitmen melestarikan warisan leluhur,” tutup Gubernur Mirza.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini
Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur
Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 
Sensus Ekonomi 2026 dan Pentingnya Data Akurat

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:26 WIB

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Berita Terbaru

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:22 WIB

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]

#indonesiaswasembada

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:41 WIB