Kesenjangan Keterlibatan Perempuan di Sektor Ekonomi dan Politik Harus Diatasi Bersama

Sabtu, 30 Maret 2024 | 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Kesenjangan keterlibatan perempuan di sektor ekonomi dan politik harus mendapat perhatian dan diatasi secara bersama-sama, dalam upaya menjawab tantangan di masa datang.

“Berbagai upaya harus dilakukan, tidak hanya menghadirkan kebijakan yang mendukung berkurangnya kesenjangan itu, lebih dari itu sangat dibutuhkan dukungan semua pihak dalam merealisasikan peningkatan keterlibatan perempuan di ruang-ruang publik,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/3).

Berdasarkan Laporan Kesenjangan Gender Global dari Forum Ekonomi Dunia, kualitas pemberdayaan perempuan di Indonesia berada pada peringkat 87 dari 146 negara di dunia.

Pemeringkatan ini didasarkan sejumlah faktor seperti pencapaian pendidikan, kesehatan dan kelangsungan hidup, pemberdayaan ekonomi dan juga partisipasi politik.

Laporan itu mencatat yang masih menjadi tantangan dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia adalah dalam pemberdayaan ekonomi dan partisipasi politik.

Baca Juga:  Isu Intervensi Proyek Revitalisasi Mencuat, Ketua MKKS SMK Lampung Utara Bantah Terlibat

Partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia tercatat sekitar 53%-54%, dan persentase tersebut tidak banyak berubah dalam 20 tahun terakhir.

Selain itu partisipasi politik perempuan di Indonesia tercatat masih di 22%, masih lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata global jumlah perempuan di parlemen yang tercatat 26%.

Menurut Lestari, upaya pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi bisa konsisten dilakukan antara lain melalui berbagai pelatihan wirausaha, baik sektor usaha mikro, kecil dan menengah, maupun kemampuan ekspor-impor dan sejumlah sektor lainnya.

Rerie, sapaan akrab Lestari menilai kemampuan dasar perempuan yang mampu melakukan banyak hal dalam satu kesempatan, merupakan salah satu potensi yang bisa mendorong keberhasilan perempuan di sektor ekonomi.

Baca Juga:  4 Rekomendasi Air Cooler Terbaik sebagai Solusi Ruangan Sejuk dan Hemat Listrik di Rumah

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berharap upaya peningkatan kemampuan perempuan di berbagai sektor harus diterapkan sejak dini dengan dukungan keluarga dan sistem pendidikan yang lebih baik.

Selain itu, tegas Rerie, dukungan afirmasi peningkatan jumlah perempuan di parlemen juga membutuhkan upaya yang menyeluruh dari semua pihak.

Karena, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, selain dukungan kebijakan, kesiapan kemampuan perempuan secara teknis dan mental juga harus diwujudkan dalam proses berkiprah di sektor politik.

Rerie sangat berharap isu kesenjangan keterlibatan perempuan di sektor ekonomi dan politik dapat segera diatasi secara bersama-sama, dalam upaya menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks di masa datang.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu China Siap Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN
Habib Aboe di Forum AIPA Caucus: ASEAN Perlu Bangun Kerangka Peringatan Dini Digital untuk Menjaga Perdamaian Kawasan
Polres Mesuji Sabet Juara II Penyerapan Jagung Bulog Terbaik Se-Polda Lampung
Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran-Israel terhadap Ekonomi Global
Jazuli Juwaini Lepas 448 Mahasiswa KKN UNMA Mengabdi Kepelosok Negeri
AS Kembali Lancarkan Serangan, Iran Siap Balas
Bina Dalang Muda, Dinas Kebudayaan Yogyakarta Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja 2026
Mahasiswa Indonesia Apresiasi Upaya Pelestarian Warisan Budaya China

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:58 WIB

Menlu China Siap Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Habib Aboe di Forum AIPA Caucus: ASEAN Perlu Bangun Kerangka Peringatan Dini Digital untuk Menjaga Perdamaian Kawasan

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:24 WIB

Polres Mesuji Sabet Juara II Penyerapan Jagung Bulog Terbaik Se-Polda Lampung

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:27 WIB

Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran-Israel terhadap Ekonomi Global

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:58 WIB

Jazuli Juwaini Lepas 448 Mahasiswa KKN UNMA Mengabdi Kepelosok Negeri

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn di Manila, Filipina, pada 21 Juli 2026. [Xin]

#indonesiaswasembada

Menlu China Siap Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN

Kamis, 23 Jul 2026 - 18:58 WIB

#indonesiaswasembada

Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran-Israel terhadap Ekonomi Global

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:27 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]

#indonesiaswasembada

Jazuli Juwaini Lepas 448 Mahasiswa KKN UNMA Mengabdi Kepelosok Negeri

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:58 WIB