Kerja Sama RI-China: Whitesky Teken Kesepakatan eVTOL Senilai 1,5 Miliar Yuan

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Whitesky Group, perusahaan operator helikopter dari Indonesia, dan Volant, perusahaan eVTOL asal China, menandatangani perjanjian pengadaan di Shanghai, China timur. (Xin)

Whitesky Group, perusahaan operator helikopter dari Indonesia, dan Volant, perusahaan eVTOL asal China, menandatangani perjanjian pengadaan di Shanghai, China timur. (Xin)

SHANGHAI-Denon Prawiraatmadja, CEO sekaligus pendiri Whitesky Group, mengatakan perusahaan-perusahaan China memiliki keunggulan daya saing komprehensif yang tak tertandingi di pasar global. “Helikopter merupakan rekayasa mekanik, sedangkan eVTOL atau teknologi ketinggian rendah menawarkan sistem yang lebih digital,” ujar Denon. “China sangat unggul dalam menyediakan eVTOL dengan harga yang terjangkau sekaligus teknologi eVTOL yang canggih.”

Dia menjelaskan bahwa pesawat yang diproduksi di Eropa dan Amerika Serikat (AS) dibanderol dengan harga lebih tinggi dan cocok untuk melayani sejumlah kecil pasar mewah kelas atas. Sebagai negara berkembang dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa serta beragam aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu didukung, Indonesia sangat membutuhkan sarana transportasi yang inklusif dan mampu melayani pasar massal. Menurutnya, “di saat produsen Barat dapat menyediakan moda transportasi mewah dengan harga yang sangat mahal, dari China mungkin kami dapat menyediakan lebih banyak sarana transportasi untuk angkutan massal di Indonesia.” Dia menekankan bahwa “harga yang lebih terjangkau ini dapat lebih mudah diserap di Indonesia dibandingkan teknologi yang jauh lebih mahal.”

Baca Juga:  Egi; Lampung Selatan Punya Desa HELAU, Semoga SPPG-nya juga HELAU

Sebagai negara kepulauan yang terdiri atas 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan geografis yang unik dalam hal keterhubungan infrastruktur transportasi. Berkembangnya ekonomi ketinggian rendah menghadirkan solusi baru untuk mengatasi tantangan tersebut bagi Indonesia.

Denon mengatakan perkembangan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada tiga sektor utama, yakni sumber daya mineral, pertanian, dan pariwisata. “Ekonomi ketinggian rendah harus mampu menyediakan transportasi yang lebih terjangkau guna mendukung aktivitas dan operasional tingkat produksi di ketiga sektor utama tersebut,” kata Denon. Dengan diperkenalkannya Pesawat Volant yang efisien, hal ini tidak hanya akan secara signifikan meningkatkan efisiensi logistik antarpulau dan antarkawasan serta perjalanan penumpang, tetapi juga berkontribusi pada tujuan Indonesia untuk menjadi “ekonomi yang lebih ramah lingkungan, dengan emisi karbon nol bersih pada 2050.”

Baca Juga:  Kiki, Gebyar PAUD Ajang Anak Usia Dini Unjuk Kebolehan

Penerapan moda transportasi yang inovatif ini tidak dapat dipisahkan dari dukungan infrastruktur. Sebagai “perusahaan helikopter terkemuka di Indonesia,” Whitesky Group siap melakukan peningkatan infrastruktur tersebut. Denon mengatakan; “kami siap membangun infrastruktur untuk beralih dari heliport menjadi vertiport,” dan “dari sisi elektrifikasi infrastruktur pun kami siap,” sehingga dapat dengan mulus menyelesaikan “transisi dari helikopter konvensional ke eVTOL di masa depan.” []

 


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Romy


Sumber Berita : Internasional

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Lampung Perkuat Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintahan
Pabrik Kelapa ‘FreeNow’, Serap 1000 Tenaga Kerja
Iran Bawa Isu Palestina dalam Penyelesaian Hormuz dan Nuklir
Ratusan Siswa Ramaikan SeAn Olympic Challenge Chapter 2 di Bandar Lampung
Tak Hanya Beras, Lampung Perkuat Ketahanan Pangan dari Jagung dan Singkong
Menko Muhaimin Serahkan Mandaya dan Innovilleague Awards 2026
AS Siap Serang Iran Setelah Pemilu Paruh Waktu
JMSI Apresiasi Seminar Kebangsaan TP Sriwijaya Lampung

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Lampung Perkuat Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintahan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Pabrik Kelapa ‘FreeNow’, Serap 1000 Tenaga Kerja

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Iran Bawa Isu Palestina dalam Penyelesaian Hormuz dan Nuklir

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Ratusan Siswa Ramaikan SeAn Olympic Challenge Chapter 2 di Bandar Lampung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Tak Hanya Beras, Lampung Perkuat Ketahanan Pangan dari Jagung dan Singkong

Berita Terbaru

Berita Utama

Lampung Perkuat Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintahan

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:22 WIB

Foto dokumentasi ini menampilkan Staf Khusus Menteri Transmigrasi Yoyo A. Budiyanto (kanan) mengunjungi pabrik Zhejiang FreeNow Food Co., Ltd. atau FreeNow di Tongxiang, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.. (Kementerian Transmigrasi RI)

Berita Utama

Pabrik Kelapa ‘FreeNow’, Serap 1000 Tenaga Kerja

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:38 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Iran Bawa Isu Palestina dalam Penyelesaian Hormuz dan Nuklir

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:00 WIB