Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung

Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akuaponik Galon Bekas untuk budidaya Lele dan Kangkung [DE]

Akuaponik Galon Bekas untuk budidaya Lele dan Kangkung [DE]

BANDAR LAMPUNG — Mengatasi keterbatasan lahan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan barang bekas, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 60 UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar pelatihan pembuatan sistem akuaponik sederhana berbahan galon di RT 01 dan RT 02 Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, pada Kamis (20/8/2026).

Kegiatan edukasi pangan mandiri ini melibatkan kolaborasi luas antara mahasiswa KKN Kelompok 60 selaku penggagas dan pelaksana, perangkat Kelurahan Kuripan, Kepala Lingkungan, Ketua RT 01, Ketua RT 02, serta warga masyarakat setempat yang hadir secara antusias.

Koordinator Kelompok 60 UIN RIL, Apria Rinaldi, menjelaskan bahwa pemanfaatan galon bekas menjadi media akuaponik merupakan solusi praktis untuk budidaya kangkung dan ikan lele secara bersamaan di pekarangan rumah yang sempit.

“Melalui kegiatan akuaponik ini, kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa barang sederhana seperti galon bekas masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Kami juga ingin mengenalkan cara sederhana untuk membudidayakan ikan lele dan kangkung tanpa membutuhkan lahan yang luas. Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada saat pelaksanaan KKN saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Apria Rinaldi.

Baca Juga:  ITERA [Wajib] Hadirkan Inovasi dan Perkuat Hilirisasi

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memandu warga secara langsung mulai dari tahap pembersihan dan pemotongan galon bekas sesuai ukuran media, dilanjutkan dengan perakitan wadah tanam kangkung di bagian atas serta pengisian air untuk penampungan bibit ikan lele di bagian bawah. Seluruh komponen tersebut kemudian diintegrasikan menjadi satu sistem akuaponik yang efisien, di mana bibit kangkung ditanam di posisi atas dan lele dimasukkan ke dalam wadah galon, lalu diakhiri dengan pemaparan edukatif mengenai teknik perawatan harian ikan dan tanaman secara berkelanjutan.

Usai Pelatihan Akuaponik mahasiswa dan warga dan mahasiwa berforo bersama {DE]

Inisiatif terobosan ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pemerintah setempat serta para ketua lingkungan yang menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan warganya.

“Kami sangat mendukung kegiatan mahasiswa KKN yang dilaksanakan di Kelurahan Kuripan. Akuaponik sederhana seperti ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat bahwa dengan memanfaatkan barang yang ada di sekitar, kita tetap bisa melakukan kegiatan budidaya ikan dan tanaman meskipun dengan lahan yang terbatas,” ungkap Lurah Kuripan, Abu Roni, S.H.

Baca Juga:  Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas

Dukungan senada turut disampaikan oleh Kepala Lingkungan Kuripan, Suherman, yang menekankan pentingnya kemandirian warga pasca-KKN.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN melalui program akuaponik ini. Selain sederhana, kegiatan ini sangat cocok diterapkan di lingkungan yang memiliki lahan terbatas. Harapannya, masyarakat bisa meneruskan dan mengembangkan akuaponik secara mandiri,” tutur Suherman.

Sambutan hangat juga datang dari jajaran RT setempat. Ketua RT 01, Pak Dali, menyampaikan apresiasinya atas pengenalan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Sementara itu, Ketua RT 02, Pak Makmur, turut mengucapkan terima kasih atas kepedulian mahasiswa KKN 60 yang memberikan inspirasi praktis bagi warganya untuk mengolah limbah galon di rumah masing-masing.

Melalui program akuaponik ini, mahasiswa KKN Kelompok 60 UIN Raden Intan Lampung berharap masyarakat Kelurahan Kuripan dapat menjaga ketahanan pangan skala rumah tangga secara mandiri dan kreatif.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB