Kerajinan Indonesia Memikat Hati Konsumen Tiongkok

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poppy, warga asal Indonesia, mengenakan busana tradisional Indonesia sambil memperkenalkan tekstil tradisional Indonesia kepada konsumen Tiongkok di Shanghai, Tiongkok timur, pada 29 Agustus 2026. (Xinhua)

Poppy, warga asal Indonesia, mengenakan busana tradisional Indonesia sambil memperkenalkan tekstil tradisional Indonesia kepada konsumen Tiongkok di Shanghai, Tiongkok timur, pada 29 Agustus 2026. (Xinhua)

SHANGHAI-Pameran budaya bertajuk “Spirit of Indonesia 2026: An Odyssey through the Island of Opportunity” digelar di Shanghai pada Sabtu (29/8). Dalam kegiatan tersebut, seni henna tradisional dan batik tampil memukau, memperlihatkan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia kepada para pengunjung.

Banyak pengunjung dari Tiongkok menilai bahwa selain memiliki bentang alam yang memikat, Indonesia juga memiliki beragam kekayaan budaya yang menarik, yang turut membantu mempererat hubungan emosional antara masyarakat kedua negara.

Di lokasi acara, stan bernama “Caryn Henna Art” dipadati pengunjung. Caryn, seorang perempuan Indonesia, dengan terampil menggunakan aplikator berbentuk kerucut berisi pewarna alami berbahan tumbuhan untuk melukis motif yang indah dan rumit pada lengan seorang perempuan muda asal Tiongkok.

Caryn memiliki hubungan yang erat dengan Tiongkok. Lebih dari satu dekade lalu, dia datang ke Universitas Donghua di Shanghai untuk mempelajari desain. Setelah lulus, didorong oleh kecintaannya terhadap seni dan ikatannya dengan kota tersebut, Caryn memilih untuk tetap tinggal di Shanghai guna mengembangkan kariernya. Dia mempromosikan seni henna Indonesia di berbagai pasar dan pameran budaya.

“Pada awalnya, banyak orang tidak terlalu mengenal jenis lukisan tangan ini, tetapi saya tetap memperkenalkannya sebagai bagian dari budaya Indonesia,” ujar Caryn dalam sebuah wawancara. Kini, karya henna buatannya telah populer di Shanghai. Selain menggunakan motif tradisional Indonesia, dia juga dengan kreatif memadukan unsur estetika Oriental untuk memenuhi selera konsumen Tiongkok.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Hadiri Paripurna Istimewa DPRD Lampung, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Setelah mendapatkan lukisan henna, banyak perempuan muda asal Tiongkok dengan antusias berfoto bersama Caryn. Karya seni berbahan tumbuhan yang sarat dengan nuansa khas Indonesia tersebut telah menjadi jendela bagi generasi muda Tiongkok untuk mengekspresikan individualitas sekaligus mengenal budaya Asia Tenggara. Caryn berharap melalui goresan kuasnya, dia dapat menunjukkan kepada sahabat-sahabatnya di Tiongkok bahwa Indonesia bukan hanya Bali yang terkenal di seluruh dunia, melainkan juga memiliki kesenian rakyat yang telah mengakar kuat, seperti henna alami. Caryn meyakini bahwa simbol-simbol budaya tersebut, yang membawa kehangatan, menjadi jembatan terbaik untuk menghubungkan hati masyarakat kedua negara.

Di depan stan bernuansa merah-putih yang kental dengan suasana Indonesia, terpajang beragam kain tradisional buatan tangan yang memukau. Mengenakan busana tradisional Indonesia yang anggun, Poppy dengan antusias menceritakan kisah di balik setiap kain kepada para pengunjung Tiongkok yang berhenti untuk mengaguminya.

“Kain-kain ini bukan sekadar pakaian, tetapi juga pembawa sejarah dan kepercayaan masyarakat Indonesia. Motifnya yang rumit dan warna-warna cerah dari pewarna alami berbahan tumbuhan mencerminkan kekayaan dan keberagaman ekologi alam serta kearifan masyarakat di kepulauan Indonesia,” jelas Poppy dengan penuh semangat.

ningkatnya permintaan konsumen Tiongkok terhadap kerajinan tangan berkualitas tinggi yang kaya akan nilai budaya, tekstil tradisional Indonesia secara bertahap mulai menarik perhatian mereka. Di lokasi acara, banyak pengunjung Tiongkok terpikat oleh kain-kain tersebut dan bahkan meminta saran Poppy mengenai cara memadukan batik dengan busana modern sehari-hari. Hal tersebut membuatnya terkejut sekaligus senang. “Saya tidak pernah menyangka tekstil tradisional kami begitu populer di kalangan konsumen muda Tiongkok dan bahkan menjadi tren fesyen di sini,” ujarnya.

Baca Juga:  Bahaya, Ada DBD 'Krimea-Kongo', 24 Meninggal di Irak

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai Berlianto Situngkir mengatakan bahwa seiring semakin mendalamnya globalisasi, pertukaran antarmasyarakat Tiongkok-Indonesia semakin sering dilakukan. Frasa “Island of Opportunity” dalam tema kegiatan tersebut tidak hanya menyoroti prospek komersial Indonesia yang luas, tetapi juga menunjukkan berbagai kemungkinan yang tidak terbatas bagi kerja sama bilateral di bidang industri budaya dan kreatif. Baik seni henna alami maupun tekstil tradisional telah mendapatkan apresiasi dari masyarakat kota metropolitan Shanghai. Seni-seni tersebut tidak hanya memperkaya pengalaman konsumen Tiongkok, tetapi juga memungkinkan para seniman dan perajin Indonesia menyaksikan besarnya antusiasme pasar Tiongkok.

“Indonesia sama sekali bukan hanya destinasi wisata. Indonesia memiliki vitalitas budaya yang hidup dan multidimensi. Ketika masyarakat kedua negara saling mengapresiasi keindahan seni masing-masing, kita tentu akan membangun persahabatan dan rasa saling pengertian yang lebih mendalam, serta bersama-sama menulis babak baru pertukaran budaya,” kata Berlianto Situngkir.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kabut Asap Landa Brunei, Titik Panas Meningkat di Kalimantan
Keren Festival Gerobak Sapi di Yogyakarta
Longsoran Es dan Batu di Nepal Picu Musibah di Tiongkok
Ketua MPR RI: Arsip Konstitusi Rekam Jejak Perjalanan Indonesia Membangun Negara
Jelang Persiapan HPN dan Porwanas 2027, Pengurus PWI Lampung Bertemu Bupati Mesuji
Pemprov Lampung Perkuat SDM Kesehatan, Dorong Dokter Baru Unila Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah
Komisi V DPR Kawal Modifikasi Cuaca Penanganan Karhutla Di Kalimantan Dan Sumatera
Sektor Perkebunan Jadi Penopang Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Produksi hingga Hilirisasi

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Kerajinan Indonesia Memikat Hati Konsumen Tiongkok

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Kabut Asap Landa Brunei, Titik Panas Meningkat di Kalimantan

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Keren Festival Gerobak Sapi di Yogyakarta

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Longsoran Es dan Batu di Nepal Picu Musibah di Tiongkok

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Ketua MPR RI: Arsip Konstitusi Rekam Jejak Perjalanan Indonesia Membangun Negara

Berita Terbaru

Poppy, warga asal Indonesia, mengenakan busana tradisional Indonesia sambil memperkenalkan tekstil tradisional Indonesia kepada konsumen Tiongkok di Shanghai, Tiongkok timur, pada 29 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Kerajinan Indonesia Memikat Hati Konsumen Tiongkok

Senin, 31 Agu 2026 - 18:25 WIB

Dokumen Pemadaman yang dilakukan petugas  gabungan terus dilakukan. [sony]

#indonesiaswasembada

Kabut Asap Landa Brunei, Titik Panas Meningkat di Kalimantan

Senin, 31 Agu 2026 - 18:09 WIB

Peserta mengikuti Festival Gerobak Sapi yang diselenggarakan di Lapangan Pojok, Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 30 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Keren Festival Gerobak Sapi di Yogyakarta

Senin, 31 Agu 2026 - 17:58 WIB

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 29 Agustus 2026 ini menunjukkan area-area utama yang terdampak tanah longsor di Pelabuhan Gyirong di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Longsoran Es dan Batu di Nepal Picu Musibah di Tiongkok

Senin, 31 Agu 2026 - 17:44 WIB