Ketua MPR RI: Arsip Konstitusi Rekam Jejak Perjalanan Indonesia Membangun Negara

Senin, 31 Agustus 2026 | 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa arsip bukan sekadar kumpulan dokumen lama, melainkan rekam jejak penting perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun negara, demokrasi, dan sistem ketatanegaraan sejak awal kemerdekaan.

Hal itu disampaikan Ahmad Muzani saat membuka Pameran Arsip Sejarah Konstitusi di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, dokumen-dokumen sejarah yang dipamerkan menjadi bukti bahwa para pendiri bangsa memiliki kesungguhan dan pemikiran besar dalam mempersiapkan masa depan Indonesia.

Muzani mengingatkan bahwa perjalanan Indonesia sebagai negara merdeka dimulai pada 17 Agustus 1945. Namun, setelah kemerdekaan diproklamasikan, bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan besar dalam membangun perangkat sebuah negara.

Sehari setelah proklamasi, pada 18 Agustus 1945, Undang-Undang Dasar ditetapkan sebagai landasan bagi negara yang baru merdeka. Pada saat yang sama, Bung Karno dan Bung Hatta ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.

Menurut Muzani, menjadi negara merdeka bukan hanya soal menyatakan kemerdekaan, tetapi juga membangun berbagai institusi yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah negara.

“Setelah merdeka, kita membutuhkan banyak hal. Kita membutuhkan tentara, angkatan bersenjata, kepolisian, mata uang, bank sentral, sistem pendidikan, sampai lembaga-lembaga demokrasi dan perwakilan,” ujar Muzani.

Dalam kondisi serba terbatas pada awal kemerdekaan, Indonesia kemudian membangun berbagai lembaga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu tonggak pentingnya adalah pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP pada 29 Agustus 1945.

Baca Juga:  PJ91 Lakukan Plogging, Jumhur : Bagian dari Tobat Ekologi

Muzani mengatakan KNIP menjadi bagian penting dalam sejarah demokrasi Indonesia dan menjadi cikal bakal lahirnya lembaga perwakilan, termasuk MPR.

“Di dalam KNIP berbagai persoalan kebangsaan dan kebutuhan negara yang baru merdeka dibicarakan. Dari situlah perjalanan demokrasi dan sistem perwakilan kita terus berkembang,” katanya.

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut dengan penyelenggaraan Pemilu 1955 serta pembentukan lembaga-lembaga perwakilan dan Konstituante. Berbagai dokumen dari perjalanan sejarah itu, menurut Muzani, memperlihatkan bagaimana para pendiri bangsa berdiskusi dan berdebat mengenai arah masa depan Indonesia.

“Yang kita lihat dalam pameran ini adalah bagian dari pemikiran dan perdebatan para pendiri bangsa tentang masa depan Indonesia di berbagai bidang,” ungkapnya.

Muzani memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berupaya mengumpulkan dan merawat dokumen-dokumen bersejarah tersebut. Ia menilai proses pengumpulan arsip selama bertahun-tahun merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kesungguhan dan ketekunan.

Menurutnya, penyajian ribuan halaman dokumen sejarah merupakan bukti nyata upaya untuk menghadirkan kembali fakta-fakta penting dalam perjalanan bangsa.

“Menyajikan data sampai lebih dari 4.000 halaman tentu bukan perkara mudah. Meski itu baru sebagian kecil dari perjalanan bangsa kita, tetapi ini menunjukkan semangat untuk menghargai para pendiri bangsa dan belajar dari cita-cita mereka,” tutur Muzani.

Baca Juga:  Lima Mahasiswi UIN Raden Intan Lampung Gelar Sharing and Caring di Rumah Yatim Kedaton

Ia menegaskan, keberadaan arsip memiliki nilai yang sangat penting karena menjadi sumber pembelajaran bagi generasi sekarang untuk memahami bagaimana Indonesia dibangun.

“Arsip bukan sekadar lembaran-lembaran kertas lama. Di dalamnya terdapat perjalanan kita sebagai bangsa dan sebagai negara,” tegas Ketua MPR RI.

Lebih jauh, Muzani menilai Pameran Arsip Konstitusi menjadi bukti bahwa perjalanan demokrasi Indonesia terus berkembang dari satu masa ke masa berikutnya. Setiap zaman, kata dia, memiliki gagasan, tantangan, serta semangat pembangunan yang berbeda.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk melihat dan mempelajari arsip sebagai bagian penting dari upaya memahami sejarah dan memperkuat kesadaran terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Muzani juga menyampaikan penghargaan kepada para penggiat arsip, pemerhati sejarah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pameran tersebut.

“Pameran ini sangat berharga bagi perjalanan intelektualitas kita dan pemahaman kita terhadap konstitusi. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua penggiat arsip, penggiat sejarah, dan para pihak yang terus mengingatkan kita akan perjalanan bangsa,” pungkasnya.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi
Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS
35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina
Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata
Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris
PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik
Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:23 WIB

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03 WIB

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WIB

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 September 2026 - 11:17 WIB

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar

#indonesiaswasembada

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:23 WIB

Prabowo-Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:03 WIB

Kapal Filipinan yang terbakar [NHK]

#indonesiaswasembada

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:53 WIB