Kejari Lampura Kembali Catatkan Prestasi, 2 Perkara Dihentikan Lewat Restorative Justice

Kamis, 4 April 2024 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Kejaksaan Negeri Lampung Utara kembali selesaikan perkara Tindak Pidana Umum dengan Restorative Justice (RJ). Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif itu menambah catatan prestasi dan peningkatan kinerja Kejari setempat atas komitmennya dalam penanganan perkara dengan pendekatan.

Tersangka Lina Kris Purwati Ningsih yang tersandung perkara Pasal 80 ayat (1) Jo Pasal 76 C UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dibebaskan berdasarkan Surat Ketetapan Penyelesaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif (RJ-35) Nomor : Print-1092/L.8.13/Eoh.2/4/2024 tanggal 03 April 2024.

Tersangka Irfan Faiz Alfani yang terjerat tindak pidana pertolongan jahat atau penadahan sebagaimana dalam Pasal 480 Ayat (1) KUHPidana, juga berhasil ditutup kasusnya berdasarkan Surat Ketetapan Penyelesaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif (RJ-35) Nomor : Print-1096/L.8.13/Eoh.2/4/2024 tanggal 03 April 2024.

Baca Juga:  Sambut Jemaah Haji Kloter Pertama, Pj Gubernur; Al Hajj Harus Jadi Tauladan

Penyelesaian secara RJ ini telah mendapatkan persetujuan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI yang diwakili oleh Direktur TP.OHARDA Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung RI, Nanang Ibrahim Soleh, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Yuni Daru Winarsih, dan Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Lampung, Eman Sulaeman, melalui sarana video conference pada Selasa kemarin.

Kepala Kejaksaan Negeri Lampura, Mohamad Farid Rumdana diwakili Kasi Pidana Umum, Hery Susanto mengatakan Restorative Justice yang dilakukan saat ini merupakan perkara ke-7 dan ke-8 di tahun 2024. Pelaksanaan RJ ini diberikan penghentian penuntutan atas dasar penilaian kepada kedua tersangka, dan hasil dari pendekatan melalui kesepakatan damai para pihak.

“Penghentian penuntutan dengan alasan tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 4 tahun, telah ada kesepakatan perdamaian antara korban dan tersangka,ungkap Hery Susanto, kepada awak media ini, Kamis, (04/04).

Baca Juga:  Arinal dan Istri Hadiri Pengajian Akbar Pemprov Lampung di Pesibar

Selain itu, lanjut dia, sudut pandang yang diperhatikan pada penanganan perkara hingga dilakukan RJ yakni pihak korban memaafkan perbuatan yang telah dilakukan tersangka. Seperti tujuan awal RJ diciptakan agar dapat mengembalikan keadaan seperti semula ditengah masyarakat dan kedua pihak keluarga tetap bisa bergandengan tangan dan terus terjalin silaturahmi tanpa menaruh dendam.

“Sudah saling memaafkan dan tidak menyimpan dendam. Kita kembalikan keadaannya seperti semula demi kepentingan masa depan, dan menjaga kerukunan ditengah masyarakat,” tuturnya.##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Coklit untuk Pemilu yang Legitimate
Kolaborasi Tiga Pilar Mewujudkan Transformasi Ekonomi Inklusif Dari Desa
Samsudin: Pendidikan Bukan Hanya Transper Ilmu
Akhirnya Bamsoet Dijatuhi Hukuman Ringan oleh MKD
Kali Pertama, Pj. Gubernur Lampung Samsudin Jadi Pembina Apel
Pj. Gubernur Samsudin: Pengentasan Kemiskinan Melalui Kearifan Lokal
Teguh Santosa: Partai Demokrat Bukan Kaleng-kaleng, Ideal Dampingi Bobby Nasution
Sambut Jemaah Haji Kloter Pertama, Pj Gubernur; Al Hajj Harus Jadi Tauladan

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 11:35 WIB

Coklit untuk Pemilu yang Legitimate

Selasa, 25 Juni 2024 - 07:40 WIB

Kolaborasi Tiga Pilar Mewujudkan Transformasi Ekonomi Inklusif Dari Desa

Senin, 24 Juni 2024 - 21:10 WIB

Samsudin: Pendidikan Bukan Hanya Transper Ilmu

Senin, 24 Juni 2024 - 19:49 WIB

Akhirnya Bamsoet Dijatuhi Hukuman Ringan oleh MKD

Senin, 24 Juni 2024 - 17:17 WIB

Pj. Gubernur Samsudin: Pengentasan Kemiskinan Melalui Kearifan Lokal

Senin, 24 Juni 2024 - 15:15 WIB

Teguh Santosa: Partai Demokrat Bukan Kaleng-kaleng, Ideal Dampingi Bobby Nasution

Minggu, 23 Juni 2024 - 22:33 WIB

Sambut Jemaah Haji Kloter Pertama, Pj Gubernur; Al Hajj Harus Jadi Tauladan

Minggu, 23 Juni 2024 - 22:23 WIB

Walikota Bandarlampung Termehek-mehek, HUT nya Dihadiri Gubernur

Berita Terbaru

#CovidSelesai

Coklit untuk Pemilu yang Legitimate

Selasa, 25 Jun 2024 - 11:35 WIB

Pj Gubernur Lampung, Samsudin meninjau SMAN2 Bandarlampung (ist)

#CovidSelesai

Samsudin: Pendidikan Bukan Hanya Transper Ilmu

Senin, 24 Jun 2024 - 21:10 WIB

#CovidSelesai

Akhirnya Bamsoet Dijatuhi Hukuman Ringan oleh MKD

Senin, 24 Jun 2024 - 19:49 WIB

Bandar Lampung

Nah Lo, 48 OPD Wajib Beberkan Program 2024

Senin, 24 Jun 2024 - 18:14 WIB