Jazilul Fawaid: Pilihan Pemimpin yang Memiliki Moral dan Berintegritas Pancasila

Kamis, 8 Juni 2023 | 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyebutkan makna Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang digali dari nilai-nilai yang hidup di masyarakat sudah final. Namun, makna Pancasila dalam implementasi dan praktik sehari-hari belum final karena mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah.

Jazilul mencontohkan makna sila ke-4 Pancasila, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pada masa Presiden Soekarno dikenal Demokrasi Terpimpin. Kemudian, pada masa Soeharto, pemilihan presiden dilakukan secara tidak langsung. Sedangkan pada masa reformasi, rakyat secara langsung memilih presiden.

“Artinya, implementasi dari makna Pancasila, khususnya makna hikmah kebijaksanaan, makna permusyawaratan, makna perwakilan, berubah-ubah,” katanya dalam Diskusi Empat Pilar MPR dengan tema “Memaknai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara,” di Media Center, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6).

Diskusi kerjasama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) dengan Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI ini turut menghadirkan pembicara Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan, dan Direktur Eksekutif Voxpol Pangi Syarwi Chaniago.

Jazilul menambahkan makna Pancasila juga tergantung para pemimpin dan orang-orang yang mengamalkannya. “Makna terkait Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu sangat dinamis, tergantung pemimpinya. Karena itu, pada Pemilu tahun 2024 pilihlah presiden yang Pancasilais,” ujarnya.

Baca Juga:  Lampung Jajaki Kerja Sama Perdagangan dengan Tiongkok

Pada Pemilihan Presiden dan Pilkada, lanjut Jazilul, hanya melulu soal elektabilitas. Iman dan takwa tidak pernah menjadi ukuran karena memang tidak bisa diukur. Iman dan takwa hanya sekadar pemanis saja. “Makanya kalau disebut carilah pemimpin yang Pancasilais, semua pasti ketawa. Padahal hal itu sesuatu yang menurut saya penting. Itu (Pancasialis) menjadi dasar bagi seorang pemimpin yang punya moral Pancasila, yang mempunyai integritas Pancasila,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan menyebutkan Pancasila merupakan ideologi dan falsafah bangsa yang mempersatukan Indonesia. Sebagai sebuah bangsa yang besar, Indonesia dipayungi oleh Pancasila. “Jika tidak ada Pancasila, mungkin kita sudah menjadi negara federal. Tetapi, negara Pancasila yang berpenduduk 275 juta jiwa ini tetap utuh sebagai sebuah negara,” katanya.

Lebih lanjut Syarief Hasan, sapaan Sjarifuddin Hasan, mengatakan masyarakat jangan memperbesar perbedaan, tetapi sebaliknya mengedepankan persamaan. “Perbedaan jangan diperbesar. Perbedaan tetap ada tapi jangan membuat kita terpecah belah. Dan, yang paling penting, kita saling merangkul,” imbuhnya.

Syarief Hasan juga mengingatkan agar kita jangan membiarkan tumbuhnya benih-benih perpecahan di antara anak bangsa. “Kita harus memperkuat persatuan dan kesatuan yang didasarkan pada Pancasila, saling menghargai, dan menghormati satu sama lain, untuk menatap Indonesia ke depan yang lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga:  UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama

Dalam konteks Pemilu 2024, Syarief Hasan mengatakan Pemilu 2024 menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia. Pemilu adalah sebuah proses mengembalikan hak kedaulatan rakyat sesuai UUD NRI Tahun 1945 bukan sebagai tujuan melainkan alat untuk menuju kesejahteraan rakyat. “Pemilu adalah proses demokrasi untuk kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

“Pemerintah harus memfasilitasi agar Pemilu 2024 berlagnsung dengan jujur dan adil serta lancar dan damai. Berbeda pilihan adalah bagian dari demokrasi. Semuanya agar tidak menyalahi ideologi Pancasila dan kesatuan dan persatuan bangsa,” imbuhnya.

Sementara, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menekankan pentingnya nilai Pancasila dalam konteks demokrasi, yaitu demokrasi yang terbuka, demokrasi yang berkeadilan, dan demokrasi yang menghadirkan persaingan atau kontestasi. “Kalau misalnya, ada partai diambil dengan cara menggunakan kekuatan hukum, sebenarnya tidak sesuai dengan nilai Pancasila karena tidak ada persaingan yang sehat,” katanya.

Pangi juga menekankan sikap kenegarawanan dari para pemimpin. Dalam konteks Pemilu 2024, negarawan harus memastikan trust yang kuat. “Pemiu hari ini ada distrust, saling curiga, ada intervensi, cawe-cawe. Ini juga mengganggu nilai-nilai Pancasila. Padahal yang penting dalam konteks Pemilu adalah legitimasi kepercayaan,” katanya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung
Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan
Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung
Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:31 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung

Minggu, 1 November 2026 - 06:30 WIB

Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan

Minggu, 1 November 2026 - 05:16 WIB

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Berita Terbaru

Berita Utama

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:16 WIB

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB