Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi

Rabu, 23 September 2026 | 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Penemuan jasad anak buah kapal (ABK) speedboat Arupadhatu 1 di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, menjadi titik terang dalam pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Hasil uji DNA memastikan jasad pria yang ditemukan di perairan Enggano merupakan Surakman (60), salah satu ABK Arupadhatu 1. Kepastian tersebut disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Rabu (23/9/2026).

Arupadhatu 1 membawa lima jurnalis foto dan tiga awak kapal ketika dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026. Rombongan tersebut tengah melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Menanggapi kepastian identitas Surakman, Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat Dwi Pambudo menyampaikan duka cita kepada keluarga mendiang. Pada sisi lain, PFI menilai penemuan jasad Surakman menjadi petunjuk penting setelah operasi pencarian gabungan resmi dihentikan Basarnas pada hari ke-10, 17 September 2026.

Baca Juga:  Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

“Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas (survivor) lainnya,” ujar Dwi di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Berdasarkan temuan tersebut, PFI meminta Basarnas bersama tim SAR gabungan TNI/Polri membuka kembali operasi pencarian tujuh orang yang hilang setelah Arupadhatu 1 mengalami hilang kontak.

Baca Juga:  Vietnam Atur Eropa, Teken EFTA

PFI meminta penyisiran dilakukan secara intensif di sekitar lokasi penemuan jasad Surakman. Pencarian juga diharapkan mencakup jalur perairan dari arah Selat Sunda menuju Pulau Enggano.

Penemuan Surakman di perairan Enggano dinilai dapat menjadi petunjuk baru untuk menentukan arah pencarian kapal dan tujuh orang lainnya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Sebelumnya, operasi pencarian gabungan terhadap delapan orang di Arupadhatu 1 telah berlangsung selama 10 hari dan dihentikan pada 17 September 2026. Saat operasi dihentikan, belum ditemukan petunjuk yang dapat memastikan keberadaan mereka.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sekretaris JMSI Lampung Ingatkan Mahasiswa Jaga Idealisme dan Kepekaan Sosial
Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal
PM Italia: Belanja Keamanan Penting
Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil
Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS
30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding
Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo
Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:02 WIB

Sekretaris JMSI Lampung Ingatkan Mahasiswa Jaga Idealisme dan Kepekaan Sosial

Minggu, 8 November 2026 - 13:19 WIB

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 November 2026 - 12:34 WIB

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 November 2026 - 09:36 WIB

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Minggu, 8 November 2026 - 08:29 WIB

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Berita Terbaru

Hossein Mohebbi, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berbicara dalam sebuah konferensi pers di Teheran, Iran, pada 29 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 Nov 2026 - 13:19 WIB

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berbicara dalam sebuah konferensi pers di Roma, Italia, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 Nov 2026 - 12:34 WIB

Bandar Lampung

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Minggu, 8 Nov 2026 - 09:36 WIB

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama di Baghdad, Irak, pada 30 Juni 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:29 WIB