Vietnam Atur Eropa, Teken EFTA

Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VIetnam Berkembang Pesat dibanding 25 tahun silam. Meninggalkan banyak negara di kawasan ASEAN [Xinhua]

VIetnam Berkembang Pesat dibanding 25 tahun silam. Meninggalkan banyak negara di kawasan ASEAN [Xinhua]

HANOI-Patut ditiru. Dengan kemampuan dan lobi serta aturan ketat yang dilakukan, Vietnam sangat berdaulat ketika berhadapan dengan bangsa Eropa. Ini dibuktikan dengan ditekennya EFTA. Dimana Vietnam pengendali perdagangan.

Vietnam dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (European Free Trade Association/EFTA), yang beranggotakan Norwegia, Swiss, Islandia, dan Liechtenstein, pada Minggu (18/10) menandatangani perjanjian perdagangan bebas di Hanoi, seperti dilansir Vietnam News Agency.

Berdasarkan perjanjian tersebut, negara-negara EFTA akan tetap menerapkan tarif impor nol persen untuk produk industri dan hasil laut yang berasal dari Vietnam begitu perjanjian tersebut berlaku, sementara Vietnam akan secara bertahap mengurangi atau menghapus tarif untuk sebagian besar produk serupa dari negara-negara EFTA dalam kurun waktu 11 tahun, demikian dilaporkan kantor berita tersebut pada Sabtu (17/10).

Baca Juga:  KWP Terus Rawat Persatuan dan Soliditas

Produk-produk pertanian tertentu, termasuk keju, kopi, dan cokelat, juga akan mendapatkan akses bebas bea ke Vietnam, dengan ketentuan masa transisi hingga 16 tahun.

Perjanjian tersebut juga berupaya menyederhanakan dan memodernisasi prosedur kepabeanan. Perjanjian ini mengatur perlakuan nasional bagi para investor di sektor-sektor nonjasa tertentu, termasuk pertanian, pertambangan, dan manufaktur, dengan beberapa pengecualian, dan mendorong transparansi serta mengurangi hambatan teknis dalam perdagangan.

Baca Juga:  Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel

Perdagangan bilateral antara Vietnam dan negara-negara anggota EFTA rata-rata mencapai hampir 2 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.948) per tahun. Negara Asia Tenggara itu terutama mengekspor makanan laut, alas kaki, tekstil, mesin, dan elektronik, sementara impor utamanya termasuk peralatan industri, bahan kimia, farmasi, dan material produksi, demikian menurut laporan Vietnam News Agency.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Lampung Pimpin Padamkan Api TPA Bandarjaya
Ketua TP PKK Lampung Ajak Generasi Muda Kenalkan Budaya Daerah
HUT 62 Golkar, Laksanakan Ziarah Serentak di 15 Kabupaten/Kota
Mukhlis Basri Sesalkan Kecelakaan Akibat Asap Tebal di Tol Bakter
Studi: Konsumsi Buah Turunkan Depresi
Paris Bakar Membakar; Pemicunya? Biaya Hidup Tinggi
Lampung Stabilkan Harga Pangan dan Dukung Hunian Layak
Kuasa Hukum 8 Tersangka Korupsi Jalan di Lampura Bakal Uji Pokok Perkara

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Vietnam Atur Eropa, Teken EFTA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Wagub Lampung Pimpin Padamkan Api TPA Bandarjaya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Ketua TP PKK Lampung Ajak Generasi Muda Kenalkan Budaya Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:15 WIB

HUT 62 Golkar, Laksanakan Ziarah Serentak di 15 Kabupaten/Kota

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Mukhlis Basri Sesalkan Kecelakaan Akibat Asap Tebal di Tol Bakter

Berita Terbaru

VIetnam Berkembang Pesat dibanding 25 tahun silam. Meninggalkan banyak negara di kawasan ASEAN [Xinhua]

Berita Utama

Vietnam Atur Eropa, Teken EFTA

Selasa, 20 Okt 2026 - 07:17 WIB

Berita Utama

Wagub Lampung Pimpin Padamkan Api TPA Bandarjaya

Selasa, 20 Okt 2026 - 07:00 WIB

Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari

Berita Utama

Ketua TP PKK Lampung Ajak Generasi Muda Kenalkan Budaya Daerah

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:55 WIB

Berita Utama

HUT 62 Golkar, Laksanakan Ziarah Serentak di 15 Kabupaten/Kota

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:15 WIB

Mukhlis Basri Anggota DPR RI juga Owner Wakop Medan [Ist]

Berita Utama

Mukhlis Basri Sesalkan Kecelakaan Akibat Asap Tebal di Tol Bakter

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:44 WIB