TEHERAN-Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) pada Senin (17/8) membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan adanya jalur belakang untuk perundingan antara Washington dan IRGC.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi menyebut klaim Trump itu sebagai “delusi”, seraya menyatakan tidak ada dialog yang sedang berlangsung antara pejabat IRGC dan pihak Amerika.
Bahkan pihak diplomatik Iran saat ini tidak sedang melakukan negosiasi dengan AS karena “pelanggaran janji” Washington, imbuh Mohebbi.
Secara terpisah, dalam konferensi pers pada Senin, Jubir Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei membantah laporan media mengenai adanya kontak tidak resmi antara Washington dan IRGC melalui para pejabat Kurdistan Irak, serta dugaan pertemuan rahasia AS-Iran di Erbil.
Kabar tersebut merupakan “teknik media dan operasi psikologis yang digunakan untuk menebar perpecahan di kalangan badan-badan pengambil keputusan Iran,” kata Baghaei.
Fox News sebelumnya melaporkan bahwa Trump mengonfirmasi adanya jalur belakang untuk perundingan damai antara Washington dan IRGC.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















