TEHERAN-Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Jumat (18/9) dini hari menyatakan bahwa sebuah kapal tanker minyak yang “melanggar” dan berupaya melintas secara “ilegal” melalui Selat Hormuz telah dihantam pada malam sebelumnya dan dihentikan.
Dalam pernyataan yang diterbitkan di outlet berita resmi IRGC, Sepah News, pihak angkatan laut mengatakan bahwa kapal tanker minyak berbendera Togo bernama “Trend” dihentikan setelah terbakar akibat serangan tersebut.
Kapal itu mencoba melintasi selat tersebut secara “ilegal” setelah “ditipu dan diprovokasi” oleh militer Amerika Serikat (AS), ungkap pernyataan tersebut, seraya memperingatkan bahwa upaya melintasi jalur air tersebut secara ilegal hanya akan berujung pada “kehancuran.”
Angkatan Laut IRGC menambahkan bahwa pasukannya masih menguasai Selat Hormuz dengan kekuatan dan tidak akan membiarkan “agresor” mana pun melintas.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari, menutup jalur aman bagi kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel dan AS menyusul serangan gabungan mereka terhadap wilayah Iran.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta






![Astrid Puspita Istri Firdaus Wajidi {HS]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-08.01.09-225x129.jpeg)





![Astrid Puspita Istri Firdaus Wajidi {HS]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-08.01.09-129x85.jpeg)




