TEHERAN-Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat (24/7) mengecam ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan aset-aset Iran yang dikuasai AS guna menutup kerugian maritim di masa mendatang sebagai “preseden provokatif.”
“Menyita aset negara lain untuk membayar klaim di masa mendatang yang tidak terkait merupakan preseden provokatif,” tuturnya di platform media sosial X. “Mereka yang merayakan atau memperoleh keuntungan dari dana tersebut harus ingat: begitu pemerintah menormalisasi penyitaan, aset siapa pun tidak akan aman. Kekacauan yang akan terjadi tidak akan menyenangkan atau damai.”
Pernyataan Araghchi itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump pada Kamis (23/7) mengatakan bahwa “setiap dan seluruh kerugian yang dialami kapal, kargo, atau apa pun yang berkaitan dengannya, akan dibayar menggunakan dana milik Iran yang berada dalam penguasaan dan kendali AS.”
“Kerugian tersebut mungkin sangat besar, tetapi bagaimanapun juga, itulah langkah yang adil dan layak untuk dilakukan,” tulis Trump di Truth Social. []
Penulis : Romy Agus
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Xinhua




![Takut Diserang Iran, Warga Tidur Di Rel Kereta Bawah Tanah [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Tidur-Di-Rel-Kereta-Bawah-Tanah-225x129.jpg)
![Perkuat sinergi dan koordinasi, PT BTB bersama dinas instansi lain laksanakan latihan menembak [btb]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/BTB-Menembak-225x129.jpg)




![Takut Diserang Iran, Warga Tidur Di Rel Kereta Bawah Tanah [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Tidur-Di-Rel-Kereta-Bawah-Tanah-129x85.jpg)
![Perkuat sinergi dan koordinasi, PT BTB bersama dinas instansi lain laksanakan latihan menembak [btb]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/BTB-Menembak-129x85.jpg)





