Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Harga bahan pangan pokok yang terpantau masih bergejolak per Februari 2024 mencapai 8,48% secara tahunan atau year on year. Inflasi ini telah melampaui rata-rata tingkat kenaikan gaji aparatur sipil negara atau ASN, dan kenaikan upah minimum regional (UMR) yang rata-rata naik 4,9% selama lima tahun terakhir.
Menanggapi hal tersebut, wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin meminta Pemerintah khususnya kementerian terkait untuk kembali fokus melakukan pengendalian terhadap inflasi Volatile food setelah melaksanakannya pemilu.
“Proses Pemilu hampir usai, kami harap menteri atau pejabat pemerintahan yang terkait dengan urusan pangan dan perdagangan untuk kembali fokus bekerja. Inflasi pangan yang berlebihan di tengah proses politik saat ini sangat berpotensi mengganggu stabilitas nasional”, ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Selasa (05/03).
1 2 Selanjutnya
Halaman : 1 2 Selanjutnya




![Lampung yang Seriwing-seriwing kedepan liwat Lampung Begawi [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Lampung-Begawi-Jangan-Ditelan-Bumi-225x129.jpg)
![Sekdaprov Lampung Marindo saat menutup Lampung Begawi 2026 [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Marindo-di-Lampung-Begawi-225x129.jpg)



![Kemenhut Raja Juli dan Gubernur Lampung di TNWK [KLp]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Kemenhut-Raja-Juli-dan-Gubernur-Lampung-di-TNWK-225x129.jpg)
![Lampung yang Seriwing-seriwing kedepan liwat Lampung Begawi [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Lampung-Begawi-Jangan-Ditelan-Bumi-129x85.jpg)
![Sekdaprov Lampung Marindo saat menutup Lampung Begawi 2026 [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Marindo-di-Lampung-Begawi-129x85.jpg)




