Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis untuk Aksi Iklim dan Pembangunan Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call) Special Envoy for Climate Change Republik Rakyat Tiongkok, HE Liu Zhenmin, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2026.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Tiongkok di bidang perubahan iklim, perlindungan lingkungan hidup, transisi energi, dan pembangunan hijau sebagai tindak lanjut Joint Statement on Deepening Comprehensive Strategic Cooperation antara kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Tiongkok menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dalam implementasi Persetujuan Paris dengan tetap berpegang pada prinsip Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR-RC), sekaligus mendorong negara-negara maju memenuhi komitmen pendanaan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas bagi negara berkembang. Indonesia dan Tiongkok juga sepakat mempererat koordinasi menjelang berbagai forum internasional untuk memperjuangkan kepentingan bersama negara-negara berkembang.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan, Indonesia mengusung paradigma “Growth through Environmental Protection”, yaitu menjadikan perlindungan lingkungan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pasar karbon, keanekaragaman hayati, ekonomi sirkular, dan keadilan iklim.

Baca Juga:  488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

“Perlindungan lingkungan harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Indonesia siap memperkuat kerja sama dengan Tiongkok untuk menghadirkan solusi nyata bagi aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan,” kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur mengatakan, Indonesia dan Tiongkok memiliki tanggung jawab bersama sebagai dua negara berkembang besar untuk menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan perubahan iklim global tanpa mengabaikan kebutuhan pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Indonesia meyakini bahwa perlindungan lingkungan bukan merupakan beban pembangunan, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu kami mengusung paradigma Growth through Environmental Protection, yaitu membangun kesejahteraan melalui perlindungan lingkungan hidup, dengan memastikan bahwa manfaat ekonomi hijau dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat,” kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur menjelaskan, Indonesia saat ini tengah mengembangkan pendekatan baru yang mengintegrasikan mitigasi, adaptasi, dan prosperity sebagai tiga pilar aksi iklim nasional.

Pendekatan tersebut akan diperkuat melalui pengembangan pasar karbon, kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credit), mekanisme pembagian manfaat (benefit sharing), dan penguatan prinsip Climate Justice sebagai dasar pembangunan berkelanjutan Indonesia,” kata Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat

Baca Juga:  RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sementara itu, Special Envoy for Climate Change Republik Rakyat Tiongkok, HE Liu Zhenmin, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam agenda pembangunan hijau dan menegaskan kesiapan Tiongkok untuk memperluas kerja sama praktis di bidang perubahan iklim, energi bersih, teknologi hijau, sistem peringatan dini, ekonomi sirkular, serta perlindungan lingkungan.

Pertemuan juga membahas penguatan kerja sama antara lain dalam pengembangan energi terbarukan, pasar karbon, pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy), perlindungan keanekaragaman hayati, hilirisasi mineral kritis, riset bersama, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Indonesia dan Tiongkok sepakat menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut melalui koordinasi teknis yang lebih intensif guna menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

Pertemuan ini semakin mempertegas komitmen Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat kemitraan strategis dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon, ketahanan iklim, serta perlindungan lingkungan hidup yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian
RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”
Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela
Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru; Pesta UMKM, Atraksi Budaya dan Night Lava Run
Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
PLN UID Lampung Perkuat Pelayanan Masyarakat melalui Kolaborasi Edukasi Kelistrikan.
Pengerahan Prajurit TNI Dalam Jumlah Besar Ke Jakarta Untuk Mempertebal Pengamanan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:58 WIB

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 November 2026 - 23:45 WIB

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 November 2026 - 21:52 WIB

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru; Pesta UMKM, Atraksi Budaya dan Night Lava Run

Rabu, 4 November 2026 - 19:49 WIB

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Berita Terbaru

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu mengadakan pertemuan bilateral di Beijing, Tiongkok, pada 2 November 2026. (Kementerian Pertanian RI/Xinhua).

Berita Utama

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:58 WIB

Foto yang bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA) pada 4 November 2026 ini memperlihatkan Kim Jong Un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea sekaligus presiden urusan negara Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), mengunjungi Galangan Kapal Nampho di RRDK. (KCNA/Xinhua)

Berita Utama

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:45 WIB

Sejumlah pemilih bersiap memberikan suara dalam Hari Pemilihan Umum (Pemilu) untuk pemilu sela di sebuah tempat pemungutan suara di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 3 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Rabu, 4 Nov 2026 - 21:52 WIB

Para pemilih mengantre di sebuah tempat pemungutan suara untuk pemungutan suara awal di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), pada 30 Oktober 2026, beberapa hari sebelum hari pemilu sela AS yang jatuh pada 3 November. (Xinhua)

Berita Utama

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:49 WIB