Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik

Minggu, 20 September 2026 | 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar dari sebuah video pada 6 Maret 2024 ini memperlihatkan juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, sedang menyampaikan pernyataan di Sanaa, Yaman. (Xinhua)

Tangkapan layar dari sebuah video pada 6 Maret 2024 ini memperlihatkan juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, sedang menyampaikan pernyataan di Sanaa, Yaman. (Xinhua)

RIYADH/SANAA-Kelompok Houthi Yaman pada Sabtu (19/9) menyatakan bahwa pihaknya telah melancarkan serangan skala besar yang menargetkan Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dan Yanbu. Pertanda eskalasi politik di kawasan Timur Tengah kian meningkat.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Al-Masirah TV yang dikelola Houthi, juru bicara (jubir) militer Houthi Yahya Sarea mengatakan bahwa operasi tersebut melibatkan “sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan drone”.  Sarea menyebutkan operasi pertama menargetkan apa yang dia sebut sebagai “sasaran sensitif” di Riyadh, sementara operasi kedua menghantam sebuah fasilitas milik raksasa minyak Saudi, Aramco, di Yanbu.

“Kedua operasi tersebut berhasil dilakukan,” kata Sarea, seraya mengeklaim bahwa kebakaran dahsyat terjadi di lokasi-lokasi yang menjadi sasaran.

Pernyataan Houthi tersebut muncul setelah dua kali ledakan yang terdengar di Riyadh pada Sabtu. Kepulan asap terlihat membubung di dekat Bandar Udara (Bandara) Internasional King Khalid di bagian timur laut ibu kota itu menyusul insiden kedua, sementara beberapa penerbangan mengalami penundaan.

Otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan sebuah peringatan ancaman udara untuk Riyadh sebelum mengumumkan bahwa bahaya tersebut telah berlalu, yang dilaporkan sebagai peringatan pertama untuk ibu kota Arab Saudi sejak ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi baru-baru ini semakin intensif.

Baca Juga:  Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 129 Serangan dalam 48 Jam di Yaman

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah itu, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik milik Houthi yang menargetkan Riyadh, serta menggagalkan serangan terhadap Baish, Taif, Farasan, dan Yanbu. Jubir koalisi tersebut, Turki Al-Maliki, menuturkan bahwa serangan-serangan itu menargetkan “warga sipil dan objek sipil” serta berjanji akan mengambil “langkah-langkah yang diperlukan” untuk mencegah serangan lebih lanjut.

Sarea, jubir Houthi, membantah bahwa kelompok tersebut sengaja menargetkan warga sipil, dengan menyatakan serangan terhadap Riyadh merupakan respons atas serangan udara Saudi yang semakin intensif terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.

Jubir itu menegaskan bahwa kelompok Houthi akan terus melakukan operasi balasan di bawah strategi yang dia sebut sebagai “eskalasi dibalas eskalasi” hingga serangan udara Arab Saudi dihentikan dan pembatasan terhadap Yaman dicabut.  Serangan terhadap ibu kota Arab Saudi tersebut menandai eskalasi terbaru antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi.

Baca Juga:  Kualitas Pendidikan Lampung Selatan Makin Berkualitas

Konflik kali ini dimulai pada pertengahan Juli lalu ketika Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan serangan terhadap Bandar Udara Internasional Sanaa yang dikuasai Houthi untuk mencegah pendaratan pesawat penumpang Iran. Pesawat tersebut mengangkut delegasi senior Houthi yang baru saja kembali dari Iran setelah menghadiri upacara pemakaman Khamenei.

Kelompok Houthi menuduh Arab Saudi, sekutu utama pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, meluncurkan serangan-serangan tersebut dan segera melancarkan serangan balasan menggunakan rudal balistik serta drone. Kelompok itu kemudian mengumumkan larangan bagi pelayaran Arab Saudi yang melewati Selat Bab al-Mandab pada 20 Juli, dan sejak saat itu telah mengeklaim serangkaian serangan terhadap kapal-kapal tanker dan fasilitas minyak Arab Saudi di negara tersebut.

Konflik di Yaman pecah pada akhir 2014 ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara Yaman, yang kemudian mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi untuk melakukan intervensi pada Maret 2015 guna mendukung pemerintah yang diakui secara internasional. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei
Laka Lantas di Tol Terpeka KM 246, 1 Korban Meninggal Dunia
Menhut Tinjau Proyek Mitigasi Interaksi Gajah di TNWK
Sikap AS Jadi Penentu Iran Keluar-Masuk Perjanjian Nuklir
Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas
Meski Ada Propaganda Musuh, Iran Sebut Sembako nya Aman
Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 
186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 23:15 WIB

Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei

Minggu, 20 September 2026 - 23:00 WIB

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik

Minggu, 20 September 2026 - 22:36 WIB

Laka Lantas di Tol Terpeka KM 246, 1 Korban Meninggal Dunia

Minggu, 20 September 2026 - 19:39 WIB

Menhut Tinjau Proyek Mitigasi Interaksi Gajah di TNWK

Minggu, 20 September 2026 - 19:12 WIB

Sikap AS Jadi Penentu Iran Keluar-Masuk Perjanjian Nuklir

Berita Terbaru

Para seniman tampil dalam sebuah pertunjukan budaya untuk memperingati 35 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Brunei di Bandar Seri Begawan, Brunei, pada 18 September 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:15 WIB

Tangkapan layar dari sebuah video pada 6 Maret 2024 ini memperlihatkan juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, sedang menyampaikan pernyataan di Sanaa, Yaman. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:00 WIB

#indonesiaswasembada

Laka Lantas di Tol Terpeka KM 246, 1 Korban Meninggal Dunia

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:36 WIB

Kemenhut Raja Juli dan Gubernur Lampung di TNWK [KLp]

#indonesiaswasembada

Menhut Tinjau Proyek Mitigasi Interaksi Gajah di TNWK

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:39 WIB

Asap membubung tinggi setelah sejumlah ledakan terdengar di pusat kota Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Sikap AS Jadi Penentu Iran Keluar-Masuk Perjanjian Nuklir

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:12 WIB