Menhut Tinjau Proyek Mitigasi Interaksi Gajah di TNWK

Minggu, 20 September 2026 | 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhut Raja Juli dan Gubernur Lampung di TNWK [KLp]

Kemenhut Raja Juli dan Gubernur Lampung di TNWK [KLp]

LAMPUNG TIMUR-Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau progres kegiatan mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Minggu (20/9).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Menteri Kehutanan ke Provinsi Lampung untuk melihat langsung perkembangan pembangunan dan fasilitas yang disiapkan dalam mendukung penanganan interaksi antara gajah liar dan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

Rangkaian kunjungan dimulai setelah Menteri Kehutanan beserta rombongan tiba di Bandara Raden Inten II Lampung pada pagi hari. Dari bandara, rombongan kemudian menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam 21 menit menuju kawasan TN Way Kambas. Setibanya di TNWK Gubernur bersama Menteri Kehutanan mengikuti diskusi mengenai pembangunan mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di TNWK.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Brigjen TNI Sriyanto memaparkan progres pembangunan yang dilakukan di TNWK sekaligus memastikan pembangunan fasilitas mitigasi dapat mendukung pengelolaan interaksi gajah secara lebih terencana.

Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Mirza dan Menhut Raja Juli dengan meninjau sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan pengelolaan dan mitigasi interaksi gajah. Peninjauan meliputi holding room, command center, playground, hingga area simbolis pelepasan gajah.

Rombongan juga melihat main area ceremonial dan menara pandang serta jembatan gantung. Dari titik-titik tersebut, pemerintah pusat dan daerah melihat secara langsung kesiapan sarana pendukung pengelolaan kawasan sekaligus upaya memperkuat edukasi dan konservasi gajah Sumatera.

Baca Juga:  Gubernur Mirza: MTQ Momentum Perkuat Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas 2045

Setelah meninjau sejumlah fasilitas utama, Gubernur Mirza dan Menhut melanjutkan perjalanan singkat menuju area UMKM di kawasan TNWK. Area tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat keterkaitan antara kegiatan konservasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

TN Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Lampung yang memiliki ekosistem hutan dataran rendah dan menjadi habitat satwa liar, termasuk gajah Sumatera. Dokumen Kementerian Kehutanan mencatat TN Way Kambas sebagai salah satu lokasi aksi mitigasi di Provinsi Lampung yang memerlukan kegiatan monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Upaya penanganan interaksi manusia dan satwa liar menjadi penting karena keberadaan gajah tidak hanya berkaitan dengan perlindungan satwa, tetapi juga menyangkut keamanan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Kehutanan sebelumnya juga telah mengembangkan berbagai pendekatan dalam penanganan konflik satwa liar, termasuk pemantauan pergerakan satwa dan penguatan pengelolaan kawasan. Dalam dokumen Ditjen KSDAE, pemasangan GPS collar disebut sebagai salah satu strategi untuk menangani konflik manusia dan gajah liar sekaligus mempelajari pergerakan satwa.

Kunjungan Menteri Kehutanan ke Lampung juga turut didampingi sejumlah pejabat Kementerian Kehutanan, di antaranya Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Staf Ahli Menteri, serta sejumlah direktur terkait konservasi dan pengelolaan kawasan.

Perwakilan Kedutaan Besar Norwegia juga turut hadir dalam kunjungan tersebut. Mereka antara lain Ambassador Kaja Glomm serta perwakilan bidang iklim dan kehutanan Anja Lillegraven, Livia Costa Kramer, dan Susilo Ady Kuncoro. Kehadiran perwakilan Norwegia dalam agenda tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap isu kehutanan, konservasi, iklim, dan pengelolaan ekosistem dalam rangkaian kunjungan di Lampung. Namun, agenda utama kunjungan tetap berfokus pada peninjauan progres mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di TN Way Kambas.

Baca Juga:  Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kunjungan tersebut turut memastikan pemerintah daerah terlibat dalam penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam pengelolaan kawasan konservasi. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya perlindungan satwa dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat di sekitar kawasan.

Secara ekologis, TN Way Kambas memiliki posisi penting sebagai kawasan konservasi di Lampung. Data Kementerian Kehutanan mencatat kawasan TN Way Kambas dalam berbagai program konservasi dan pemulihan ekosistem, termasuk pengembangan pengelolaan kawasan serta pelibatan masyarakat.

Bagi Lampung, penguatan mitigasi interaksi gajah tidak hanya bertujuan menjaga keberlangsungan populasi gajah Sumatera, tetapi juga mengurangi potensi gangguan terhadap masyarakat di sekitar kawasan. Pengelolaan yang semakin baik diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara perlindungan satwa, kelestarian hutan, dan aktivitas sosial-ekonomi warga.

Mengingat, dari research sederhana yang dilakukan  lintaslampung, banyak anggaran negara yang ditumpahkan di TNK Way Kambas (Tabel1 dan Tabel2).  []


Penulis : Anis


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian
RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”
Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela
Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru; Pesta UMKM, Atraksi Budaya dan Night Lava Run
Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
PLN UID Lampung Perkuat Pelayanan Masyarakat melalui Kolaborasi Edukasi Kelistrikan.
Pengerahan Prajurit TNI Dalam Jumlah Besar Ke Jakarta Untuk Mempertebal Pengamanan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:58 WIB

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 November 2026 - 23:45 WIB

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 November 2026 - 21:52 WIB

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru; Pesta UMKM, Atraksi Budaya dan Night Lava Run

Rabu, 4 November 2026 - 19:49 WIB

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Berita Terbaru

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu mengadakan pertemuan bilateral di Beijing, Tiongkok, pada 2 November 2026. (Kementerian Pertanian RI/Xinhua).

Berita Utama

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:58 WIB

Foto yang bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA) pada 4 November 2026 ini memperlihatkan Kim Jong Un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea sekaligus presiden urusan negara Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), mengunjungi Galangan Kapal Nampho di RRDK. (KCNA/Xinhua)

Berita Utama

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:45 WIB

Sejumlah pemilih bersiap memberikan suara dalam Hari Pemilihan Umum (Pemilu) untuk pemilu sela di sebuah tempat pemungutan suara di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 3 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Rabu, 4 Nov 2026 - 21:52 WIB

Para pemilih mengantre di sebuah tempat pemungutan suara untuk pemungutan suara awal di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), pada 30 Oktober 2026, beberapa hari sebelum hari pemilu sela AS yang jatuh pada 3 November. (Xinhua)

Berita Utama

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:49 WIB