Hati-Hati, Kurangi Konsumsi Makanan Berikut

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/Net (Pasta jadi salah satu makanan penyebab kesemutan)

Ilustrasi/Net (Pasta jadi salah satu makanan penyebab kesemutan)

Laporan : Vini

Kesemutan umumnya terjadi saat tangan atau kaki bertahan di satu posisi tertentu dalam waktu lama. Namun, bagaimana jika kesemutan muncul tiba-tiba? Bisa jadi penyebabnya adalah makanan. Faktanya, ada beberapa makanan yang bisa memicu gejala kesemutan. Kesemutan akan terasa sangat mengganggu. Jika terjadi dalam waktu cukup lama, tangan bisa menjadi kebas.

Dalam istilah medis, kesemutan dikenal dengan istilah parestesia. Kondisi ini didefinisikan seperti sensasi tertusuk banyak jarum pada bagian tubuh tertentu. Umumnya, kesemutan terjadi di tangan dan kaki. Agak sulit memastikan penyebab kesemutan yang Anda dialami. Namun, konsumsi makanan tertentu bisa jadi salah satu pemicunya.

Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu gejala kesemutan dan mati rasa. Pada beberapa kasus, sensitivitas dan alergi terhadap makanan tertentu juga bisa memicu kesemutan.

Berikut beberapa makanan penyebab kesemutan, mengutip berbagai sumber.

1. Pasta

Gluten bisa jadi salah satu penyebab kesemutan. Pasta, kue, dan sereal jadi makanan mengandung gluten yang paling umum. Kondisi ini bisa terjadi akibat alergi dan sensitivitas terhadap gluten yang tinggi. Kondisi ini utamanya berlaku pada orang dengan masalah neuropati. Konsumsi gluten saat tubuh tak dapat mencernanya dengan baik bisa memicu peradangan saraf yang akan muncul jika Anda mengalami masalah neuropati.

Baca Juga:  Santori Hasan pun Berpulang

2. Minuman kemasan

Bukan rahasia lagi bahwa diabetes disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman manis kemasan. Diabetes sendiri bisa menyebabkan gejala neuropati seperti kesemutan dengan mudah. Neuropatik diabetik terjadi akibat kerusakan saraf yang disebabkan diabetes. Umumnya, kerusakan saraf terjadi pada kaki dan tangan.

3. Minuman beralkohol

Terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol jadi salah satu penyebab terjadinya neuropati perifer. Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan toksisitas tubuh, peradangan, dan kekurangan vitamin yang berhubungan langsung dengan kesehatan saraf.

4. Keripik kentang

Orang dengan masalah neuropati perlu menghindari asupan camilan keripik kentang. Secara umum, makanan asin perlu dihindari untuk meredakan gejala neuropati seperti kesemutan dan kebas. Asupan garam yang tinggi dapat membatasi aliran darah hingga memicu kesemutan.

Baca Juga:  Inafis Polres Mesuji Olah TKP Jasad Wanita di Kebun Sawit

5. Sate kambing

Jika tak ingin sering kesemutan, hindari asupan lemak jenuh tinggi seperti pada sate kambing. Untuk menurunkan risiko neuropati, Anda perlu membatasi asupan lemak jenuh. Selain daging merah, lemak jenuh juga bisa terdapat pada produk susu dan makanan olahan lainnya.

6. Ikan tenggiri

Racun, seperti merkuri, dapat merusak saraf. Ikan tenggiri menjadi salah satu jenis ikan yang mengandung merkuri, sekaligus sebagai makanan penyebab kesemutan. Mengutip Everyday Health, kebanyakan kadar merkuri dalam darah bisa memicu gejala neuropati seperti kesemutan. Pada tingkat yang tinggi, keracunan merkuri bisa memicu kesemutan yang biasanya terjadi di tangan, kaki, dan sekitar mulut.##

Disclamer: artikel ini telah dipopulerkan cnnindonesia.com

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB