Hanya Rindang 31 Yang Bayar Pajak Alat Berat, Sisanya Mangkir

Jumat, 3 Januari 2025 | 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung mendata ada 20 perusahaan memiliki alat berat. Dari 20 perusahaan itu, baru satu yang telah membayar. Yaitu PT Rindang 31 dengan 11 alat berat. Yang lain? Mangkir dengan berbagai alasan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pajak Bapenda Lampung Intania Purnamai.

“Ada 20 perusahaan yang terdata memiliki alat berat. Totalnya 418 unit alat berat,” kata Intan, Selasa (31/12/2024).

Dia menjelaskan, baru satu perusahaan yang sudah membayar pajak alat berat. “Yang sudah membayar PT Rindang 31 sebanyak 11 unit dengan realisasi Rp14 juta,” jelasnya.

Meski demikian, menurut dia, sudah ada perusahaan yang hendak membayar, yaitu Lotte Shoping Indonesia. “Tapi karena mereka sudah tutup administrasinya, jadi akan membayar tahun depan,” sebutnya.

Dia mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja, ada 57 perusahaan yang berpotensi memiliki alat berat. “Setelah kita surat ada yang merespon, tapi tidak semua perusahaan memberikan data alat beratnya dengan beberapa alasan,” sebutnya.

Di antaranya perusahaan tidak lagi memiliki, menggunakan atau menyewa alat berat. ada juga alat berat yang telah dipindakan ke kantor cabang di luar Lampung.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

“Lalu, perusahaan harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan kantor pusat. Tapi sampai saat ini belum memberikan informasi lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara, menurut dia, ada juga perusahaan yang tidak merespon atau menanggapi surat dari Bapenda.

Berikut nama perusahaan yang mangkir bayar pajak alat berat: PT Tunas Baru Lampung, PT Gunung Aji Jaya, PT Great Giant Pineaple, PT Bumi Madu Mandiri, PT Bangun Nusa Indah Lampung, PT Gunung Mas Persada Karya.

Selanjutnya, PT Sweet Indo Lampung, PT Austasia Stockfeed, PT Water Index Tirta Lestari, PT Bangun Tata Lampung Asri, PT Budi Dwiyasa Perkasa A, PT Budi Dwiyasa Perkasa B dan PT Budi Nusa Cipta Wahana.

Kepala Bapenda Lampung, Slamet Riadi pun mengimbau agar perusahaan yang telah terdata memiliki alat berat bisa membayarkan PAB.

“Bapenda juga terus berupaya mengimbau wajib pajak dengan mengadakan sosialisasi tentang pemungutan Pajakat Alat Berat,” jelasnya.

Baca Juga:  Prabowo Aktif di BRICS, Teguh : Berakar dari KTT Bandung 1955

Selain itu, mengenalkan sistem aplikasi pendaftaran dan pembayaran pajak alat berat (SipakABe) yang tersedia di masing-masing UPTD wilayah Lampung.

Berikut daftar perusahaan yang belum membayar Pajak Alat Berat:

Lampung Selatan1. PT Lambang Jaya 1 Unit2. PT CJ Feed And Care Indonesia 8 unit3. PT Sugar Labinta 4 Unit4. PT Juang Jaya Abadi Alam 9 Unit5. PT Lotte Shoping Indonesia 2 Unit6. Koperasi Karyawan Pertiwi Lestari Makmur 8 Unit7. PT Coca Cola Botling Indonesia 2 Unit8. PT New Hope 4 Unit9. PT Indofood CPB Sukses Makmur 4 Unit

Lampung Utara

1. PT Nakau 6 Unit2. PT Puncak Menara Siger Mas 1 Unit3. PT Jaya Agro Mandiri 2 Unit4. PT Min Gook 2 UnitWaykanan1. PT Pemuka Sakti Manis Indah 308 Unit2. PT Budi Lampung Sejahtera 24 Unit3. PT Budi Starch & Sweetener Way Giham 3 Unit
Tulangbawang

PT Menggala Sawit Indo 3 Unit
Tulangbawang Barat

1. PT Bumi Sakti Perdana Laujaya 10 Unit2. PT Central Intan. ##


Penulis : Ani


Editor : Ani


Sumber Berita : Bapenda

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menjelajahi Indonesia melalui Bahasa Mandarin
Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 129 Serangan dalam 48 Jam di Yaman
Infografis Musibah KM Virgo Transport 8
Vietnam Raup 6 Miliar Dolar AS dari Kopi
Houthi: Lalu Lintas Bab al-Mandab Aman, Kecuali Kapal Arab Saudi
No Urut Cawabup Way Kanan, Galang No: 1 Sony No: 2
Siger Run 2026, Perkuat Literasi dan Transformasi Digital
Gubernur Mirza Minta Fatayat Perkuat Kualitas SDM
ALAT Berat (by Google)

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:54 WIB

Menjelajahi Indonesia melalui Bahasa Mandarin

Minggu, 13 September 2026 - 22:26 WIB

Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 129 Serangan dalam 48 Jam di Yaman

Minggu, 13 September 2026 - 22:08 WIB

Infografis Musibah KM Virgo Transport 8

Minggu, 13 September 2026 - 21:58 WIB

Vietnam Raup 6 Miliar Dolar AS dari Kopi

Minggu, 13 September 2026 - 20:34 WIB

Houthi: Lalu Lintas Bab al-Mandab Aman, Kecuali Kapal Arab Saudi

Berita Terbaru

Lomba Bahasa Mandarin di Surabaya [Xinhua]

#indonesiaswasembada

Menjelajahi Indonesia melalui Bahasa Mandarin

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:54 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 129 Serangan dalam 48 Jam di Yaman

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:26 WIB

Infografis Kapal Motor Virgo Tansport 8

#indonesiaswasembada

Infografis Musibah KM Virgo Transport 8

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:08 WIB

#indonesiaswasembada

Vietnam Raup 6 Miliar Dolar AS dari Kopi

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:58 WIB

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Houthi: Lalu Lintas Bab al-Mandab Aman, Kecuali Kapal Arab Saudi

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:34 WIB