Gubernur Buka Acara Temu Teknis Penyuluh Pertanian Provinsi Lampung

Selasa, 13 Desember 2022 | 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Vini

BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka acara Temu Teknis Penyuluh Pertanian Provinsi Lampung dengan tema Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern menuju Lampung Berjaya, di Ballroom Hotel Horison, Bandar Lampung, Selasa (13/12).

Pada kesempatan itu, Gubernur Arinal minta dilakukannya koordinasi seluruh komponen yang terlibat dalam penyuluhan untuk mewujudkan visi Lampung, Rakyat Lampung Berjaya.

Menurut Gubernur, harus dilakukan integrasi seluruh program terkait dengan penyuluhan pertanian, termasuk meningkatkan pengetahuan, menyatukan dan mensinkronkan langkah ke depan. Gubernur juga menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini.

Gubernur Arinal menyampaikan bahwa Lampung merupakan Provinsi di ujung Selatan Pulau Sumatera, yang posisinya sangat strategis dengan luas wilayah sekitar 35.000 km² dan penduduk 9.081.900 orang mempunyai potensi yang besar baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM) alam pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya Lampung.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara, Rawat Pengetahuan dan Warisan Budaya

“Bidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan jasa pertanian mempunyai posisi penting, dan Menteri Pertanian telah menyatakan bahwa Lampung merupakan lokomotif pertanian,” jelas Gubernur Arinal.

Berdasarkan data, sejumlah capaian produksi pertanian di Provinsi Lampung diantaranya penghasil produksi padi mencapai 3 juta ton (berdasarkan data BPS), penghasil jagung 3.145.015 ton (nomor 3 di Indonesia), Ubikayu 6.194.601 ton (nomor 1 di Indonesia), tebu (gula) 729.000 ton (nomor 2 di Indonesia). Kemudian, penghasil ternak dengan populasi sapi potong 861.000 ekor (nomor 7 di Indonesia), kambing 1.573.800 ekor (nomor 3 di Indonesia), dan berbagai hasil produksi lainnya.

Baca Juga:  Melintasi Lautan, Pabrik-Pabrik Tiongkok Menancap di Pulau Jawa

Dengan pencapaian tersebut, jangan berpuas diri. Karena produksi yang tinggi, populasi ternak yang besar belum tentu mencerminkan pendapatan dan kesejahteraan yang tinggi.

“Ada beberapa faktor yang perlu kita perhatikan dalam pencapaian pendapatan dan kesejahteraan petani diantaranya jaminan pasar dan harga yang baik, daya saing produk yang dihasilkan baik tingkat domestik maupun internasional, dan Jaminan ketersediaan input produksi,” jelas Gubernur.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terbaru

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB