Laporan: Anis
Pekanbaru – Ditengah gonjang-ganjing siapa yang akan menjabat Pj Walikota Pekanbaru dan Pj Bupati Kampar, banyak bermunculan spekulasi yang berupaya menggiring opini untuk mempengaruhi kebijakan Pusat dalam hal ini Kemendagri.
Merespon hal tersebut, Forum Intelektual Muda Riau Indonesia (FIMRI) melalui Ketua Umum Robert Hendriko berharap Kemendagri untuk benar-benar memilih dan atau menentukan Pj Walikota Pekanbaru dan Kampar sesuai dengan harapan (ekspektasi) warga Pekanbaru yang selama ini menginginkan pemimpin yang benar benar berpihak kepada masyarakat. Begitu juga dengan Pj Bupati Kampar.
Menurut Robert terlalu banyak problem yang terjadi di Pekanbaru dalam kurun waktu 10 tahun ini. Misalnya masalah banjir, sampah, sosial serta masalah masalah lain seperti dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh Pemimpin Pekanbaru.
Serta masalah pengungsi Rohingya yang sudah bertahun tahun stay di Pekanbaru dan berkali kali melakukan demo meminta di pulangkan ke Negara ketiga. Namun hingga saat ini keinginan mereka belum terakomodir.
“Banyak sekali sengkarut dan masalah yang hingga saat ini belum terselesaikan oleh Walikota Pekanbaru. Tentu ini menjadi PR besar bagi Pj Walikota nanti,” kata Robert kepada media, Rabu (11/5) malam.
Dengan situasi Pekanbaru yang karut marut ini, kata Robert dibutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan problem solver serta pekerja keras dan mampu berdiri diatas semua golongan. Selain itu juga memiliki wawasan nasional yang mampu membangun dan merajut serta merawat keberagaman.
“Kita ingin membangun Riau lebih baik lagi dengan memulai Pekanbaru sebagai barometer semua dimensi, mulai dari dimensi sosial, politik,agama dan budaya. Untuk itu kami berharap Kemendagri dapat membaca keinginan warga Pekanbaru dengan menghadirkan Pemimpin (red-Pj Walikota Pekanbaru) yang benar benar dan serius untuk membangun Pekanbaru kearah yang lebih baik lagi,” pungkas Robert Hendriko.
1 2 Selanjutnya
Halaman : 1 2 Selanjutnya







![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)



![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)



