Film Dokumenter Belangikhan Karya Mahasiswa UIN RIL Raih Penghargaan Nasiona

Rabu, 19 November 2025 | 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA– Film dokumenter berjudul Belangikhan karya mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, berhasil meraih Juara Harapan 1 pada Kompetisi Film Islami Tingkat Nasional 2025.

Penghargaan diumumkan pada Malam Penganugerahan Film Islami yang digelar di Jakarta dan dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Film Belangikhan mengangkat tradisi adat Lampung dalam menyambut bulan suci Ramadan di daerah Negro Olo Gading, Kecamatan Teluk Betung, Kota Bandar Lampung. Tradisi Blangikhan dilakukan dengan mandi bersama di sungai atau kolam yang dipimpin oleh tetua adat sebagai simbol mensucikan diri sebelum memasuki bulan puasa.

Eriko Ramadhan, mahasiswa Prodi KPI yang juga bertindak sebagai sutradara dan penulis, menjelaskan bahwa film tersebut diproduksi secara kolaboratif oleh Pink Magic Pixel, rumah produksi miliknya, bersama tim UKM Rumah Film KPI (RFK).

“Saya merasa senang dan bangga karena berhasil mengenalkan salah satu budaya di Provinsi Lampung. Saya berharap ruang-ruang apresiasi karya seperti ini tetap terus ada, sehingga memicu semangat pegiat kreatif untuk terus berkarya dan bersuara mengenalkan budaya Lampung dan isu-isu lainnya,” ujar Eriko saat diwawancarai tim Humas, Sabtu (16/11).

Baca Juga:  Raker UIN RIL 2026, Karo SDM Kemenag Dorong Peningkatan Tata Kelola ASN

Perjalanan Belangikhan dimulai ketika mengikuti kompetisi tingkat daerah yang diselenggarakan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung. Film ini sukses meraih Juara 1 dan otomatis mewakili Lampung ke tingkat nasional. Dua tahun setelah kompetisi pertama dilaksanakan, ajang ini berkembang menjadi tingkat nasional dan diikuti perwakilan finalis dari masing-masing provinsi.

Dalam kompetisi nasional tahun ini, sebanyak 83 karya dari 34 provinsi diajukan. Setelah proses kurasi, 71 karya dinyatakan lolos dan berhak masuk tahap penilaian nasional. Terdiri dari 55 film dokumenter, 13 film fiksi, dan 3 film animasi. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas film, pesantren, kampus, lembaga pendidikan Islam, hingga pegiat dakwah digital.

Eriko menyampaikan harapannya agar karya anak muda terus mendapat dukungan. Saat ini ia juga sedang menggarap proyek musik video bersama musisi Lampung, namun belum dapat mengungkap detailnya.

Kompetisi Film Islami Nasional 2025 diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Tema yang diusung adalah The Wonder of Harmony: Merajut Cahaya Islami Keberagaman, Cinta, dan Harapan.

Baca Juga:  SEMA FTK UIN RIL Gelar Sekolah Legislatif, Rektor Pesankan Mahasiswa Responsif Terhadap Kondisi Global

Pada malam penganugerahan, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi kualitas dan ide kreatif peserta. “Saya sangat terpukau dengan kreativitas yang ditunjukkan para peserta. Ide-ide seperti ini wajib terus kita pupuk dan dapat ditingkatkan skalanya menjadi versi profesional, bahkan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkecimpung dalam industri perfilman nasional,” tutur Menag, Senin (10/11/2025).

Hadir dalam acara tersebut Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, Kepala KPI Pusat Ubaidillah, Direktur Manajemen Kekayaan Intelektual BRIN Muhammad Abdul Kholiq, dan aktor Arie Kriting.

Adapun daftar pemenang Kompetisi Film Islami Nasional 2025:
Kategori Film Dokumenter
Juara 1: Braen – Provinsi Jawa Tengah
Juara 2: Pekandeana Ana-Ana Maelu – Provinsi Sulawesi Tenggara
Juara 3: Kita Sadela – Provinsi Lampung
Juara Harapan 1: Belangikhan – Provinsi Lampung

Kategori Film Fiksi
Juara 1: Cahaya Untuk Nur – Provinsi Sulawesi Tenggara
Juara 2: Cahaya Ilmu – Provinsi Sumatera Utara

Kategori Film Animasi
Cahaya Ilahi – Provinsi Jawa Timur.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tim Jibom Brimob Lampung Musnahkan Dua Granat Temuan di Polres Way Kanan
Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton untuk Infrastruktur Nasional
Muzani : Polemik Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Diulang
Polres Mesuji dan Polsek Jajaran Gelar Pengamanan Ibadah Peringatan Kenaikan Isa Al-Masih  
Pasar Murah Minyakita di Kotabumi Diserbu Warga, Disdag Lampung Utara Optimistis Tekan Harga
Mirza Teken MOU dengan Malaysia soal Energi Terbarukan
Soal Dapur MBG, Pejabat, Politisi, TNI/Polri Boleh Kelola, Asal…..
Penangganan Kasus TBC Mesuji Dapat Pujian Wagub

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:53 WIB

Tim Jibom Brimob Lampung Musnahkan Dua Granat Temuan di Polres Way Kanan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:51 WIB

Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton untuk Infrastruktur Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:45 WIB

Muzani : Polemik Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Diulang

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:43 WIB

Polres Mesuji dan Polsek Jajaran Gelar Pengamanan Ibadah Peringatan Kenaikan Isa Al-Masih  

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:41 WIB

Pasar Murah Minyakita di Kotabumi Diserbu Warga, Disdag Lampung Utara Optimistis Tekan Harga

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Tim Jibom Brimob Lampung Musnahkan Dua Granat Temuan di Polres Way Kanan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:53 WIB

#indonesiaswasembada

Muzani : Polemik Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Diulang

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:45 WIB