LAMPUNG UTARA – Keluarga korban dan para penyalur nasabah pinjaman bank di Lampung Utara akhirnya sepakat berdamai dan menyelesaikan dengan cara kekeluargaan.
Hal itu diketahui setelah pihak korban menerima permohonan maaf atas perlakuan sejumlah oknum pada dirinya belum lama ini.
Korban, ERM (57) mengatakan perwakilan pihak keluarga yang sempat berselisih dengannya telah menyambangi kediamannya untuk menyampaikan itikad baik sekaligus meminta persoalan ini tidak lagi berlanjut.
Gayung bersambut, itikad baik dan penyampaian permohonan maaf itu diterima oleh Ia dan suaminya. Antara kedua belah pihak sepakat untuk tidak lagi melanjutkan persoalan ini.
“Pihak keluarga dan yang bersangkutan sudah datang kerumah hari ini, persoalan itu sudah selesai. Kami sepakat untuk berdamai, dan hal-hal lainnya menyangkut uang juga sudah dikembalikan,” kata korban, Selasa, 05 Agustus 2025.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan rekan-rekan jurnalis yang telah membantu hingga persoalan tersebut selesai dengan baik dan mengedepankan asas kekeluargaan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Terima kasih atas bantuannya, semoga menjadi ladang pahala untuk kalian semua. Mohon maaf sudah merepotkan,” tuturnya.
Sementara itu, oknum E dan DS kepada awak media menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan dan kekhilafan yang telah dilakukan. Keduanya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
“Kami sudah bertemu tatap muka dengan keluarga ERM dan meminta maaf. Sejumlah uang yang disebutkan juga sudah kami kembalikan. Kami sepakat untuk berdamai dan juga sudah mengakui kesalahan,” katanya.
Penulis : Rudi
Editor : Nara
Sumber Berita : Lampung Utara






![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)


![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)


