Dr. Salim: Kemajemukan Bisa Jadi Kekuatan Bangsa Indonesia, Kuncinya Kolaborasi

Senin, 21 November 2022 | 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak – Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Aljufri kembali melaksanakan Program Dr. Salim Menyapa Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat. Orang nomor satu di PKS ini, menjadi pembicara utama Dialog Kebangsaan Dr. Salim bersama para tokoh lintas agama,  budaya, ormas, dan profesi se-Kalimantan Barat yang diselenggarakan di Hotel Tulip Pontianak (Minggu, 20/11/2022).

Hadir dalam acara yang digelar di Ballroom Hotel Golden Tulip Pontianak Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji yang sekaligus memberikan sambutan; Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono; para pemuka agama; tokoh ormas; organisasi pemuda dan mahasiswa hingga pimpinan dan perwakilan partai politik.

Mendampingi Ketua Majelis Syura PKS, Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini, Ketua DPP BPW Kalimantan Alifudin, Ketua DPP PKS Bidang Kaderisasi Muhammad Said, Ketua DPW PKS Kalbar Arif Joni beserta seluruh Anggota DPRD se-Kalbar.

Program Dialog Kebangsaan Bersama Dr. Salim terus digelar di seluruh Provinsi se-Indonesia. Tujuannya adalah menyatukan visi kebangsaan seluruh anak bangsa apapun latar belakang suku, agama, ormas, profesi bahkan partai dan kepentingan politiknya.

Baca Juga:  1.000 Lebih Penerbangan di Inggris di 'Canceled'

“Ini bagian dari agenda strategis kebangsaan PKS. PKS ingin menjadi bagian bangsa yang menyatukan seluruh potensi anak bangsa melampaui semua perbedaan. PKS ingin menjadi titik temu bagi agenda-agenda strategis bangsa Indonesia,” ungkap Dr. Salim

Menurut Menteri Sosial RI 2009-2014 ini kemajemukan bukan saja realitas tapi fitrah bangsa Indonesia yang diyakini sebagai anugerah Allah Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kemajemukan itu kita bersepakat untuk bekerjasama membangun bangsa dan negara Indonesia.

“Para pendiri bangsa tidak melihat perbedaan dan kemajemukan sebagai masalah. Demikian juga seharusnya dengan kita hari ini. Yang paling penting dan terus kita usahakan adalah persatuannya untuk kepentingan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Menurut Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Kerajaan Oman 2005-2009 ini menjadi Indonesia adalah proses berkelanjutan bahkan tidak akan pernah berhenti. Being Indonesia is never ending process. Maka kita tidak boleh merasa paling benar, paling NKRI, paling nasionalis, paling Pancasilais. Kita harus berlapang dada untuk berbagi peran dan bekerjasama dengan saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Baca Juga:  Tak Peka, Gubernur DKI Diminta Evaluasi Kadisdik Nahdiana

Tugas partai politik menyiapkan pemimpin yang benar-benar mencintai dan melayani rakyat. Karena hanya pemimpin yang demikian yang paham memperlakukan rakyatnya yang berbeda-beda, layaknya orang tua melihat anak-anaknya. Seorang ayah tidak mungkin berbuat zalim kepada anak-anaknya.

“Pemimpin harus punya dua visi. Satu, visi kebangsaan, yaitu merasakan satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air Indonesia. Kedua, visi kepemimpinan, yaitu mampu menyatukan seluruh anak bangsa, bukan memecah belah. Menjadi pemimpin bagi semua bukan hanya kelompoknya,” tandas Dr. Salim.

Orang nomor satu di PKS ini meyakini Indonesia bisa menjadi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur serta diperhitungkan bangsa-bangsa dunia. “Syaratnya kita syukuri kemajemukan bangsa ini dan kita jadikan sumber kekuatan dengan kerjasama dan kolaborasi. Karena kolaborasi adalah kunci keberhasilan bangsa Indonesia,” pungkas Dr. Salim. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Qatar Sebut Terus Jembatani Perbedaan AS-Iran
Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah
Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026
Selter Eselon II Lampung Utara Dipertanyakan, Seleksi Puluhan Berkas Pelamar Dipelototi Seharian Rampung
HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan
Warga Jalan Punai Kena Prank? Jembatan Way Umban Tak Prioritas 
Tingkatkan SDM ASN, Disdik Way Kanan Gelar Diklat
Kiki, Gebyar PAUD Ajang Anak Usia Dini Unjuk Kebolehan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 23:55 WIB

Qatar Sebut Terus Jembatani Perbedaan AS-Iran

Rabu, 30 September 2026 - 23:47 WIB

Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah

Rabu, 30 September 2026 - 20:17 WIB

Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026

Rabu, 30 September 2026 - 20:12 WIB

Selter Eselon II Lampung Utara Dipertanyakan, Seleksi Puluhan Berkas Pelamar Dipelototi Seharian Rampung

Rabu, 30 September 2026 - 19:40 WIB

HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

Berita Utama

Qatar Sebut Terus Jembatani Perbedaan AS-Iran

Rabu, 30 Sep 2026 - 23:55 WIB


Foto yang diabadikan pada 11 September 2026 ini menunjukkan suasana di Pameran Investasi dan Perdagangan Internasional Tiongkok (CIFIT) ke-26 yang digelar di Kota Xiamen, Tiongkok timur. (Xinhua)

Beijing

Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah

Rabu, 30 Sep 2026 - 23:47 WIB

Berita Utama

HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:40 WIB