DPR Apresiasi Usaha Seluruh Pihak Perangi Tuberkulosis di Indonesia

Senin, 19 Agustus 2024 | 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mengapresiasi terbentuknya Kaukus Tuberkulosis. Baginya, pembentukan kaukus ini merupakan bukti nyata dari kerja keras Komisi IX DPR RI untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia dengan memerangi penyakit tuberkulosis (TBC).

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka agenda peluncuran Kaukus Tuberkulosis di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2024). Di tengah kesibukan berbagai agenda politik menurutnya, Komisi IX tidak ‘tong kosong nyaring bunyi’.
“Di tengah persiapan pilkada ini, Komisi IX terus berusaha memperjuangan aspirasi rakyat, khususnya mengatasi tuberkulosis. Saya salut dengan semangat (Komisi IX),” ucap Gobel dihadapan forum. Tidak hanya apresiasi untuk Komisi IX DPR, Politisi Fraksi NasDem ini juga mendukung setiap upaya pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait bersama dengan pihak swasta baik nasional maupun internasional. Ia menilai kolaborasi ini akan efektif jika terjalin berkesinambungan.

Baca Juga:  Ketua MPR RI Apresiasi Prestasi SMA YP Unila

“Saya setuju dengan cara ini, menunjukan bagaimana kita bersikap dan berusaha mengantisipasi bahaya penyakit ini,” tegasnya.
Turut membidangi pengawasan sektor industri, Gobel menegaskan upaya preventif harus dilakukan di tingkat industri, tidak hanya setingkat rumah tangga saja. Hampir sama seperti Covid-19, ia berharap dukungan masif untuk mencegah tuberkulosis di kalangan tenaga kerja. Jika penyebaran tuberkulosis yang tidak tertangani efektif, ia khawatir bisa merusak roda perekonomian baik jangka pendek dan jangka panjang.

Baca Juga:  Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan

“(Upaya preventif ini) perlu mendapat perhatian karena memang dalam industri itu banyak yang suasana kondisi udaranya tidak bagus buat kesehatan. Inilah (usaha) yang melibatkan (perlu) melibatkan banyak pihak,” tandas legislator Dapil Gorontalo itu.
Sebagai informasi, DPRI RI bersama Global Health Strategies (GHS) meluncurkan Kaukus Tuberkulosis. Pembentukan Kaukus ini melibatkan banyak pihak lintas sektor. Di antaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sekretariat Kabinet, Sekretariat Wakil Presiden, Bappenas, BPJS Kesehatan..(*)


Penulis : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi
Komisi III Undang Advokat Dan Mahasiswa Bahas RUU Perampasan Aset
Ketua MPR RI Apresiasi Prestasi SMA YP Unila
Dua Tahun Prabowo, Andre Rosiade Minta Kritik Pemerintah Dilihat Secara Objektif
DPR Desak Kapolri Usut Tuntas Dugaan Kejahatan Pasar Modal
Mukhlis Basri Sesalkan Kecelakaan Akibat Asap Tebal di Tol Bakter
Abdullah : Perlu Dibuat UU Khusus Antiperundungan
Komisi X Minta 2Tahun Prabowo-Gibran Evaluasi Anggaran MBG

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Komisi III Undang Advokat Dan Mahasiswa Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Ketua MPR RI Apresiasi Prestasi SMA YP Unila

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Dua Tahun Prabowo, Andre Rosiade Minta Kritik Pemerintah Dilihat Secara Objektif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:58 WIB

DPR Desak Kapolri Usut Tuntas Dugaan Kejahatan Pasar Modal

Berita Terbaru

Berita Utama

Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:46 WIB

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

Beijing

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:56 WIB