Pengelola Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter)melalui manajemen PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) menggelar kegiatan edukasi pengelolaan limbah di Rest Area KM 87 A, Sabtu (30/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, kelestarian lingkungan di kawasan rest areaRuas Tol Bakter.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pengelola dalam menciptakan lingkungan rest area yang bersih, tertib, dan nyaman bagi pengguna jalan, sekaligus mendukung penerapan prinsip keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan (K3L/QHSE) secara konsisten.
Kegiatan ini diikuti oleh para pedagang, petugas cleaning service, serta petugas keamanan (security) yang sehari-hari beraktivitas di Rest Area KM 87 A. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai jenis-jenis limbah yang dihasilkan di kawasan rest area, tata cara pemilahan sampah, serta mekanisme pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Dalam materinya, Didi Ardiansyah selaku Operational Excellent – QHSE BTB, menjelaskan bahwa pengelolaan limbah yang baik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari standar operasional rest area. Menurutnya, kesadaran dan kedisiplinan seluruh pihak sangat dibutuhkan agar pengelolaan limbah dapat berjalan optimal.
“Pengelolaan limbah yang benar tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung keamanan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh aktivitas operasional di rest area yang ada di Tol Bakter. Penerapan standar QHSE membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pedagang hingga petugas operasional,” ujarnya.
Didi mengungkapkan bahwa pelatihan pengolahan limbah sampah merupakan upaya mendukung program pemerintah untuk mereduksi jumlah sampah yang diangkut ke TPA melalui program kelola sampah mandiri berbasis ekonomi sirkuler.
Dirinya juga menambahkan bahwa kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sejak awal dan mematuhi prosedur yang telah ditetapkan akan memberikan dampak besar dalam menjaga kualitas lingkungan rest area secara berkelanjutan.
Sementara itu, Manager Usaha Jasa Lainnya (UJL) BTB, Irpan Sahpani, menyampaikan bahwa kebersihan dan pengelolaan lingkungan merupakan salah satu indikator utama kualitas pelayanan di rest area. Menurutnya, rest area bukan hanya tempat singgah, tetapi juga menjadi cerminan pelayanan jalan tol kepada masyarakat.
“Rest area adalah wajah pelayanan jalan tol. Oleh karena itu, kebersihan dan pengelolaan lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap seluruh pedagang dan petugas operasional dapat mematuhi peraturan serta SOP yang berlaku, sekaligus aktif mendukung setiap program kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang diselenggarakan pengelola rest area,” kata Irpan Sahpani.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh peserta juga menyatakan komitmen bersama untuk mematuhi seluruh peraturan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di lingkungan BTB. Para peserta menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai program kebersihan dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan rest area.
Manajemen Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar menilai bahwa keterlibatan aktif seluruh pihak di kawasan rest area menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan pembinaan akan terus dilakukan secara berkala guna meningkatkan pemahaman, kepatuhan, serta kesadaran kolektif terhadap pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Rest Area KM 87 A dan juga rest area lain di Tol Bakter dapat menjadi contoh rest area yang bersih, tertib, dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan kenyamanan optimal bagi pengguna jalan tol yang melintas di Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.
Penulis : Desty
Editor : Nara
Sumber Berita : Tol

















