Bertemu Bupati Pringsewu, JMSI Lampung Bahas Festival Keris Pusaka Nusantara 

Jumat, 5 Juni 2026 | 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU —Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan Festival Keris Pusaka Nusantara yang akan di laksanakan di Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu upaya pelestarian benda pusaka dan kekayaan seni budaya Nusantara.

Kegiatan ini nantinya merupakan salah satu tangkai kegiatan dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2027 sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-7 JMSI yang akan digelar di Lampung pada Februari 2027.

Hal ini diungkapkan Ketua JMSI Provinsi Lampung Ahmad Novriwan saat bersama jajaran pengurus JMSI Provinsi Lampung dan JMSI Kabupaten Pringsewu melakukan audiensi dengan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, Kamis (4/6/2026).

Pada pertemuan ini, Ahmad Novriwan yang didampingi Wakil Ketua Adi Pranoto, Sekretaris Anton Kurniawan, dan Ketua JMSI Kabupaten Pringsewu Syaifullah serta jajaran pengurus, mengatakan gagasan penyelanggaraan Festival Keris Nusantara ini muncul atas keprihatinan JMSI Pusat terhadap makin tergerusnya khasanah benda pusaka di Indonesia, termasuk Lampung.

“Organisasi JMSI ini merupakan organisasi pemilik perusahaan media, bukan organisasi wartawan. Di dalam organisasi ini anggotanya ada beragam kesibukan, di antaranya ada yang menggeluti dunia benda pusaka dan tergabung dalam Paguyuban Panjisewu. Bahkan menjabat ketua umumnya,” ungkap Novriwan.

Baca Juga:  FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme

“Berangkat dari realita tersebut, JMSI berinisiatif menyelenggarakan Festival Keris Pusaka Nusantara. Ini sekaligus merupakan upaya pelestarian benda pusaka dan adat budaya yang ada di Lampung,” imbuhnya.

Ketua Paguyuban Panjisewu, yang juga merupakan salah satu Pengurus JMSI Provinsi Lampung, Donny Estavian, dalam kesempatan ini menjelaskan JMSI Pusat dan Kementerian Kebudayaan telah sepakat berkolaborasi dalam pelestarian budaya serta khasanah pusaka nusantara.

Menurutnya, hal ini layak diapresiasi. Ia juga menilai kerja sama antara organisasi media dan pemerintah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya bangsa.

“Paguyuban Panjisewu siap mendukung gagasan dan cita-cita yang diusung Menteri Kebudayaan bersama JMSI dalam menjaga keberlangsungan budaya dan benda pusaka,” ujar Donny.

Menurutnya, pertemuan Ketua Umum JMSI dan Menteri Kebudayaan merupakan kabar gembira di tengah makin tergerusnya khasanah budaya saat ini. Ia menilai, menjaga eksistensi khasanah budaya memerlukan dukungan energi besar serta kolaborasi berkelanjutan.

Baca Juga:  Keluarga Desak Presiden dan Kapolri Usut Tuntas Kematian Tersangka Dugaan Korupsi di Lampung

“Kehadiran Kementerian Kebudayaan memberi suntikan semangat baru bagi para pegiat budaya di daerah.”

Paguyuban Panjisewu ini telah berdiri enam tahun. Selama itu pula, organisasi ini aktif berkontribusi dalam kegiatan pelestarian budaya meskipun dukungan pemerintah masih terbatas,” pungkasnya.

Menanggapi rencana ini, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, menyatakan mendukung agenda tersebut. Namun, dia menilai perlu adanya konsep dan narasi yang kuat berkaitan dengan keris Lampung.

“Ini positif, dan tentu kita dukung. Namun, perlu dibangun redaksional yang menggambarkan detail keris Lampung ini. Selain itu, juga perlu dibangun narasi. Ini penting untuk membangun imej sehingga kegiatan Festival Keris Pusaka Nusantara ini menarik minat masyarakat Lampung,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengungkapkan terkait desain keris Lampung sudah ada yang menghadap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal untuk mengajukan desain. “Untuk desain keris Lampung, sudah ada yang mengajukan desain kepada Bapak Gubernur. Namun, seperti apa hasilnya saya belum tahu,” tandasnya. (jmsi)


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok
488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi
Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaga Harga Pangan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Berita Terbaru

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 26 Oktober 2026 ini memperlihatkan rumah-rumah prefabrikasi di lokasi relokasi warga desa yang terdampak gempa di Maru, wilayah Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Bencana

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:22 WIB

Sebuah kendaraan militer Israel berpatroli saat operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 25 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:15 WIB


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:22 WIB

Pengunjuk rasa terlihat di Lille, Francis, pada 24 Oktober 2026. Sekitar 410.000 orang ikut serta dalam gelombang baru aksi unjuk rasa di seantero Prancis pada Sabtu (24/10), lapor saluran berita BFM TV, mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Okt 2026 - 19:16 WIB