Dosen UIN Raden Intan Lampung Raih Juara 2 Best Paper di 2nd Brunei Darussalam Islamic Finance Symposium 2025

Sabtu, 6 Desember 2025 | 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BRUNEI DARUSSALAM- Dosen Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Syafwendi Syafril, berhasil meraih Juara 2 (1st Runner Up) dalam kompetisi karya ilmiah tingkat profesional pada 2nd Brunei Darussalam Islamic Finance Symposium 2025.

Ajang internasional ini diselenggarakan oleh Bank Sentral Brunei Darussalam dan berlangsung pada 2–3 Desember 2025.

Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Brunei Darussalam Islamic Finance Call-For-Papers (CFP) 2024, yang mengusung tema Navigating Digital Frontiers in Islamic Finance.

Program CFP tersebut diselenggarakan oleh Brunei Darussalam Central Bank (BDCB) bersama Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) untuk mendorong diskusi mendalam mengenai isu-isu baru di bidang keuangan syariah, memperkuat riset, serta meningkatkan publikasi ilmiah yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Brunei Darussalam.

Adapun subtema terdiri dari Economic Growth, Financial Inclusion, Innovations in FinTech, Islamic Social Finance, Sustainable Finance atau ESG-related, dan Syariah Governance.

Baca Juga:  Habib Aboe Apresiasi Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kg Sabu, Tegaskan Narkoba Musuh Bersama Bangsa

Syafwendi mengikuti kompetisi pada subtema Innovations in FinTech, dan dari total 12 peserta, panitia memilih tiga paper terbaik untuk dipresentasikan di forum utama symposium.

Ia membawakan paper berjudul “Issues in Sharia Review Process for New Product Development in Islamic Fintech: How Modern Agile Principle Can Improve it?”, yang ditulis bersama Muhammad Ikshandana Siregar dari Inceif University, Malaysia.

Syafwendi menjelaskan bahwa penelitian ini mengonsep proses review syariah dalam pengembangan produk dan layanan yang ditawarkan penyelenggara fintech syariah dengan menggunakan pendekatan agile.

Menurutnya, metode agile memungkinkan proses penilaian kepatuhan syariah dilakukan lebih cepat dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. Ia menambahkan bahwa konsep tersebut juga dapat diterapkan untuk merumuskan Shariah Sandbox, sehingga pelaku industri fintech syariah dapat menghasilkan produk yang tidak hanya patuh syariah, tetapi juga memenuhi regulasi dan siap diluncurkan secara efektif untuk menjawab kebutuhan pasar.

Penyerahan penghargaan Best Paper dilakukan pada 2 Desember 2025 dan diserahkan oleh Pengiran Datin Seri Paduka Hajah Zety Sufina binti Pengiran Dato Paduka Haji Sani, Deputy Minister of Finance and Economy (Fiscal) sekaligus Deputy Chairman of Brunei Darussalam Central Bank Board of Directors.

Baca Juga:  Qatar Sebut Upaya Mediasi AS-Iran Masih Berlangsung

Syafwendi menyampaikan rasa syukur dan berharap prestasi ini membawa dampak positif bagi kampus.

“Alhamdulillah, saya mendapat Juara 2 dalam kompetisi karya ilmiah tingkat profesional ini. Semoga prestasi ini dapat memotivasi civitas akademika UIN Raden Intan Lampung untuk terus berkarya, meraih prestasi, dan mengharumkan nama UIN di kancah internasional,” ujarnya.

Pada symposium, para finalis diminta mempresentasikan karya mereka di hadapan komite penilai dan audiens internasional. Sesi presentasi berlangsung interaktif melalui diskusi panel dan tanya jawab.

Audiens terdiri dari pemerintah Brunei, bank sentral, praktisi keuangan syariah, akademisi, mahasiswa, serta peserta dari berbagai negara seperti Nigeria, Pakistan, Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura, dan Indonesia.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye
Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya
Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina
Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta
Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana
HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’
Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Berita Terbaru


Sejumlah ambulans terlihat di jalur masuk Kota Koayiah di Daraa, Suriah selatan, pada 25 Maret 2025. Enam warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah pasukan Israel menggempur Kota Koayiah di Daraa pada Selasa (25/3), demikian menurut otoritas urusan luar negeri Suriah. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:45 WIB

GUbernur Mirza di Lampung Tengah bincang terkait infrastruktur sekolah [Na]

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:00 WIB

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan permukiman Ganim di Tepi Barat. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agu 2026 - 17:42 WIB

#indonesiaswasembada

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:29 WIB